"Kringg" bel istirahat berbunyi, semua murid berbondong bondong keluar kelas untuk jajan di kantin. Namun Ian tak termasuk, dia jarang sekali jajan di kantin, bi Ani selalu membekalinya nasi dan camilan kecil khusus untuk Ian. Dari dulu dia tidak dibiasakan untuk makan sembarangan.
Naren yang duduk disebelahnya juga memilih untuk membawa bekal dari rumah, Katanya sih biar bisa nemenin Ian di kelas. Ian cukup beruntung mempunyai teman seperti Naren.
"Ian mau nugget ga?" Tanya Naren
"Engga ren, buat lo aja"
"Kenapa? Oh iya maaf yan gue lupa, lo kan gabole makan gorengan"
Ian hanya menanggapi Naren dengan kekehan.
"Santai aja ren, gue bawa nugget rebus nih, lo mau cobain?"
"Hah nugget rebus? Enak?"
"Tu ambil aja kalau mau" Ian menunjuk tepak kecil berisikan nugget rebus nya itu.
"Gue penasaran biasanya kan digoreng ya, mau coba satu ya"
"Iya ambil aja" ucap Ian dengan mulut penuhnya.
"Arsen dicari abang lo tuh!" Teriak seorang murid dari luar kelas.
Ian yang tadinya sibuk makan pun menolehkan kepalanya ke arah pintu kelasnya, dan benar saja itu sang kakak dan gengnya. Jujur Ian sangat merindukan dulu dimana dirinyalah yang sering disamperin sang kakak, tapi sekarang tidak akan lagi pikirnya.
Namun seperti biasa tujuan Ravi ke kelas bukan untuk menghampiri adiknya, namun menghampiri Arsen.
Si Arsen sepupu Ravi dan Ian, ia sengaja tidak ke kantin terlebih dahulu untuk menunggu Ravi menjemputnya. Manja banget kan ya, ini hanya akal akalan si Arsen sih biar Ian kepanasan.
"IAN" Sapa seseorang membuyarkan Ian dari lamunannya. Siapa lagi kalau buka Ezra.
"Kaget bang"
"Hehehe maaf ya, bekalnya dihabisin ya" ucapnya, ia tahu pasti hati Ian sakit melihat perlakuan abangnya itu setiap hari.
Ian mengangguk dengan senyum manisnya.
"Woy zra! Ayo cabut" Panggil Nathan ketika rombongannya hendak pergi.
Saat melihat ke sumber suara Ian melihat abangnya merangkul Arsen dan pergi begitu saja. Pastinya Ian merasa cemburu walau sudah biasa baginya.
"Gue cabut dulu yan" pamit Ezra sambil mengusap lembut rambut Ian.
Ian hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Sen lain kali lo itu gausa manja manjaan minta dijemput" ucap Ezra saat mereka menikmati jajan di kantin.
"Biarin lagian dia ga minta dijemput kok, gue sendiri yang pengen jemput dia" ucap Ravi.
"Lo mau bikin adek lo cemburu gitu rav?"
"Cemburu? Emang dia pacar gue?"
"Ishh"
"Zra sabar, mending kita pindah tempat aja dari pada lo panas disini" Nathan mengajak Ezra untuk pindah tempat lain, setiap kali Ezra dan Ravi adu mulut Nathan yang selalu memisahkan mereka sebelum perang sesungguhnya terjadi.
Mereka berdua pun geser ke meja satunya.
"Bang suapin dong" Arsen sok manja pada Ravi.
"Ututu adek abang yang manja ini"
Agam yang berada disitu geli geli gimana gitu liat interaksi mereka.
"Ati ati, jadi homo" ucap Agam lalu dilempar bungkus jajanan oleh Ravi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MISTAKE || On Going
FanfictionRavi sangat menyayangi adiknya, begitu pula dengan Ian yang menyayangi dan menghormati sang kakak Namun hal itu tak berlaku lama, mungkin hanya secuil dari kehidupan yang mereka jalani hingga saat ini "sejak saat itu aku sudah tidak menganggapmu, ka...
