4

2.6K 226 30
                                        


Skip selesai mandi bareng

Sekarang zoro dan sanji sedang menuju kediaman keluarga vinsmoke, (ngapain bang? Minta restu?
Ini org bego atau gimana ya nganter, sanji pulang lah masa minta restu org gw ama sanji di jodohin -zoro
Selow bg cman berjanda tadi)

Mobil zoro berhenti di depan kediaman keluarga vinsmoke, dan sanji turun dari mobil di ikuti oleh zoro "sanji, aku ikut masuk ada yg ingin aku bicarakan dengan ortu mu" sanji yg mendengarnya hanya meangguk kepalanya dan lnjut jalan masuk ke rmh, saat masuk sanji dan zoro di kejutkan dengan ibu sanji yg sudah menunggu mereka "oh, ibu knpa kau berdiri di depan pintu? " tnya sanji heran melihat ibu nya itu "kenapa kau tidak mengabari ku kalau, kau menginap di apartemen zoro? " tnya ibu sanji tenang tapi ada aura yg menakutkan "maaf ibu HP ku kemarin mati, dan HP zoro juga mati kami langsung tertidur saat sampai apartemen zoro, maaf tidak mengabari mu" ucap sanji dengan wajah bersalah "maaf membawa anak mu sampai malam dan kehujanan" ucap zoro dengan watados tapi dia membungkuk kan banda nya sedikit sebagai ucapan maaf, ibu sanji menghela nafas kalau seperti ini apa boleh buat toh zoro juga calon menantu ny dan calon suami sanji,"baiklah ibu memaafkan kalian untuk kali ini" sekarang aura menakutkan itu hilang dan sekarang di gantikan dengan aura hangat dan senyuman hangat dari seorang ibu, "oh ya zoro apa yg ingin kau bicarakan? Aku sempat mendengar mu saat kau berbicara dengan sanji di luar tadi" zoro teringat apa tujuan utama nya ingin berkunjung kesini "bisakah kita tidak membicarakan nya di depan sanji? " bisik zoro di telinga calon mertuanya, sanji hanya diam melihat interaksi antara calon mantu ama calon mertua "baiklah, pergi ke ruang atas dan akan ada tulisan di pintu 'ruangan kerja' kau bisa masuk kesitu dan menunggu ibu, ibu ingin membuat teh dulu" balas bisik ibu sanji, "hey kalian sedang membicarakan apa? Aku daritadi di cuekkin" keluh sanji karena dia merasa seperti sebuah angin lalu, "tidak papa" jawab zoro watados, dan zoro berjalan menuju ruang atas seperti yg di blng camer "ibu sebenarnya apa yg di katakan marimo? " tanya sanji penasaran "ibu juga tidak tau di hnya bilang ada yg ingin dia bicarakan" jawab ibu sanji sambil berjalan ke dapur untuk membuat teh.

Di dalam ruang kerja

"Jadi apa yg ingin kau bicarakan, zoro? " tnya ibu sanji sambil menyeruput teh nya, zoro menghela nafas nya, kok perasaan ibu sanji tidak enak ya, apa zoro akan membatalkan perjodohan ini? Tapi sanji kelihatan menyukai zoro apa anaknya itu akan sakit hati nanti?, oh tidak pikiran ibu sanji kemana-mana, lagi lagi zoro menghela nafas nya "sebenarnya aku ingin langsung menikahi sanji tanpa ada pertunangan, aku terlanjur jatuh cinta kepadanya dia seperti org yg di utus untuk ku, aku sangat menginginkannya dan aku sudah bicara tentang ini dengannya dan dia mau tapi dia bilang aku harus bertanya kepada ibu dan ayah, apakah aku boleh langsung menikahi sanji tanpa pertunangan? Aku yakin akan membahagiakan sanji" kata zoro panjang lebar sambil menunduk menyembunyikan rasa gugupnya, ibu zoro tercengang mendengar perkataan zoro itu dia tidak menyangka zoro akan cepat jatuh cinta dengan anaknya itu,ibu sanji menghela nafas nya "aku tidak papa dengan hal itu asal sanji bahagia ibu juga bahagia" kata ibu sanji sambil tersenyum zoro ikut tersenyum mendengarnya "jadi kpn kalian akan menikah? "  "secepatnya, aku akan menikahi sanji secepatnya" Jawab zoro yakin "apakah kau sudh bicara dengan ibu ayah mu? " tanya ibu sanji dan zoro langsung menepuk jidatnya Bisa-bisa nya dia melupakan hal itu "maaf aku melupakan nya aku akan menghubungi mereka" zoro ingin mengambil ponselnya dari saku celananya tapi tidak ada dan dia baru ingat tadi sanji mengambil HP nya karena dia berjalan sambil bermain HP "maaf sepertinya aku harus mencari sanji dulu" kata zoro dan beranjak pergi mencari sanji, sedangkan sanji sedang rebahan di kamarnya.

Tok
Tok

"Sanji kau di dalam? " itu suara zoro
"Ya, aku di dalam masuklah" jawab sanji "sanji kau tdi mengambil HP ku kan? Sekarang HP ku mana? Aku ingin menelpon ibuku" sanji beranjak dari kasurnya dan mengambil HP zoro dari dalam laci lemarinya "lain kali kalau Jalan Jangan sambil main HP atau tidak aku akan benar-benar mengambil HP mu" ucap sanji kesal
Ya bagaimana tidak kesal tadi saat mereka ingin memasuki lift zoro jalan sambil main HP dan hampir saja mencium lantai kalau sanji tidak sigap menangkap tangan zoro, "maaf maaf aku tidak akan mengulangi nya lagi" ucap zoro merasa bersalah tapi watados ny tidak hilang itu membuat sanji gemes ingin menendang Kepala marimo kesayangannya, (cieee kesayangan
Bacot lu thor    -sanji
Selow jngn ngegas)

Alpha WatadoskuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang