KIARA POV
Srett...
Aku menuruni anak tangga menuju dapur tempat Mama memasak. "Mama!"
Mama menoleh seraya tersenyum. "Berangkat sekarang?" Tanya Mama.
"Iya, Kiara berangkat dulu ya ma. Hari ini Kiara lembur jadi Mama gak perlu nunggu Kiara datang ya." Aku memeluk Mama dan menciumi kedua pipinya.
"Iya sayang, kamu hati-hati ya."
Aku mengangguk. "Dahh... Mama!" Mama melambaikan tangannya.
*****
Mobilku terhenti di basement kantor. Terlihat para pegawai berlalu lalang. Aku mempercepat langkahku memasuki gedung besar itu.
Aku berhenti saat melihat betapa banyaknya tumpukan berkas di mejaku. "Ra!" Sapa Novi.
"Pak Moza yang naruh ini semua ya?" Tanyaku. Novi hanya mengangguk.
AUTHOR POV
Kiara terlihat sibuk dengan beberapa berkas sesekali ia memijat pelipisnya yang mulai berkedut. Waktu dengan cepat berputar dan pagi sudah berganti dengan malam. Di kantor hanya tersisa Moza, Kiara dan 2 orang OB.
"Halo iky."
"Iya sayang, ada apa? Kamu lagi di mana?"
"Lagi lembur hiks... Capek banget."
"Kalo gitu istirahat dulu. Lanjutin besok."
"Gak bisa ayang, besok aku harus pergi keluar kota."
"Lho, ngapain?"
"Urusan bisnis kantor."
Tiba-tiba Moza datang meletakkan sekantong plastik makanan. "Ini makanan buat kamu."
"Yang siapa?"
Moza yang mendengar suara di seberang telepon Kiara menjawab. "Saya Moza, bawain makanan buat kekasihmu tercinta."
"Isss apaan sih pak!" Protes Kiara.
"Saya balik kesana dulu, cepat selesaikan tugas kamu!" Moza melenggang begitu saja.
Tepat pukul sebelas malam pekerjaan Kiara akhirnya selesai. Dia tersenyum lega dan segera melangkah ke ruangan atasannya, Moza.
Ceklek...
Pertama yang di lihat Kiara adalah Moza yang terduduk di kursi membelakangi pintu masuk. "Pak Moza, ini berkasnya sudah selesai tinggal bapak tanda tangani." Kiara meletakkan tumpukan berkas di atas meja kerja Moza.
"Pak?" Merasa tak ada respon Kiara memberanikan diri untuk melihat lebih dekat bosnya itu.
Kiara merasa kaget saat melihat atasannya ternyata tertidur lelap dengan posisi duduk. Tangannya terulur menyentuh pundak Moza. "Pak Moz..."
Deg!
Tiba-tiba Moza memegang tangan Kiara dan menggenggamnya dengan erat. Gelapan, Kiara pun menarik tangannya.
"Sayang?" Moza langsung terbelalak melihat Kiara ada dihadapannya.
"Ihhh, sayang-sayang bapakmu!" Ucap Kiara seraya bergidik.
"Itu udah ileran cuci muka dulu Pak. Tanda tangani berkasnya saya mau pulang besok harus berangkat." Ucap Kiara panjang lebar.
Moza yang nyawanya belum terkumpul penuh hanya manggut-manggut.
*****
MOZA POV
Pagi-pagi sekali Natasha sudah ada di rumah dan membangunkanku. "Sayang, jadi berangkat kan? Ayo bangun." Ucapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PUKIS MOZARELLA [END]
RomanceWarning🔞!! Mengadung unsur ke dewasaan Bijaklah dalam memilih bacaan Bukan buku tentang resep makanan, tetapi sebuah novel yang menceritakan tentang kisah dua insan, Putri Kiara Iswari dengan Moza Renaldy Aldara. Dendam memisahkan mereka namun jodo...
![PUKIS MOZARELLA [END]](https://img.wattpad.com/cover/282048966-64-k469652.jpg)