23. Anak siapa?

120 34 9
                                        

"Anak siapa itu?!"

"Ha? Maksudnya?" Tanya Kiara.

Moza langsung menghentikan mobilnya. Wajahnya memperlihatkan kemarahan. "Anak siapa yang ada di rahim kamu?"

"Anak siapa? Menurut kamu anak siapa lagi? Suami aku itu cuma kamu!"

"Kita kan gak pernah ngelakuin itu, terus kamu kenapa bisa hamil?" Tanya Moza.

"Memang kita gak pernah melakukannya tapi gak tau kamunya sendiri." Ucap Kiara.

Moza terlihat geram. "Terus maksud kamu aku memperkosa gitu? Ngelakuin tanpa seizin kamu? Aku gak akan ngelakuin hal itu, Ra."

"Atau itu anak dari lelaki lain?" Imbuhnya.

Kiara menoleh menatap jengah ke arah Moza. "Kamu pikir aku ini apa hah?! Jalang gitu? Yang jual diri ke laki-laki hidung belang di luar sana, gitu??!"

"Aku gak tau! Pokoknya itu bukan anakku!" Ucapan itu membuat Kiara diam seketika.

Perasaan marah dan sedih bercampur jadi satu. Kiara tak tahu ia harus marah pada siapa. Moza kembali melajukan mobilnya. Hanya suasana hening tak ada satupun diantara keduanya yang berbicara.

Mobil memasuki area rumah. Pak Budi dengan sigap menyambut kedatangan tuan dan nyonyanya. Kiara keluar mendahului Moza. Rasa kesal masih menyelimuti dirinya.

Ceklek...

"Selamat datang!"

Kiara terbelalak melihat sosok di hadapannya Moza yang berdiri di belakang Kiara pun juga sama. "Mama?" Ucap mereka bersamaan.

Anna memeluk menantu cantiknya itu. "Tadi Dokter Aryani sempet ngehubungin Mama, katanya kamu hamil, beneran?"

Kiara duduk di sofa bersama Moza. Disana sudah ada Brata yang tak berhenti tersenyum senang. "Iya Ma, kata dokter gitu." Balas Moza. Terlihat lelaki itu masih kesal.

"Oh ya, Mama bawain kamu susu, nanti di minum ya sayang," Kiara menoleh ke arah dapur di sana terlihat dua box besar kotak susu. Kiara seketika memejamkan matanya kepalanya terasa berkedut.

"Mama juga bawain makanan sehat." Anna membuka sebuah kotak makan berisi sayuran. Kiara bergidik melihat banyak sayur berwarna oranye di sana.

"Mama suapin ya,"

"Eh Ma, Kiara udah makan kok tadi." Wanita itu mengelak.

"Makan sedikit aja ya." Paksa Anna.

"Eh jangan!" Kiara terlihat takut untuk memakannya.

"Ma, jangan paksa Kiara kaya gitu. Dia kan gak suka wortel." Ucap Moza.

"Oh ya? Aduh Mama gak tau, maaf ya. Eh tapi wortel itu sehat lho kenapa kamu gak suka?"

Moza memutar matanya malas. "Ceritanya panjang, Ma, intinya dia gak suka."

Anna menahan senyumnya. "Okedeh, Mama bawa satu lagi."

"Kali ini gak ada wortelnya, Kiara pasti suka."

Anna menyuapi menantunya itu. "Pokoknya nanti Mama bakal sering dateng ke sini."

*****

KIARA POV

Sepanjang malam kemarin hingga pagi ini Moza terus bersikap dingin padaku. Ditambah lagi suasana kantor yang tak bersahabat hari ini.

"Kemarin ketahuan liburan sama suami orang, sekarang hamil di luar nikah."

"Emang ya yang polos itu gak selamanya baik."

PUKIS MOZARELLA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang