8. Makan Malam

158 71 5
                                        

Baru hendak mengetuk pintu, tiba-tiba seseorang menarik tangan Kiara. "Eh!"

*****

Moza langsung menarik Kiara masuk ke ruangannya. "Ihh Moza! Kaget tau!" Kata Kiara.

"Mana kunci mobil aku?" Tanya Moza.

"Ini," Kiara langsung menyerahkan kunci itu.

"Utung ada, takutnya kamu yang ngambil lagi," Moza kembali ke kursinya.

"Heh! Enak aja ngambil-ngambil apa maksudnya? Kamu pikir aku maling gitu?" Tanya Kiara.

"Iya siapa tau, ya kan?" Moza mengangguk pundaknya.

"Asal kamu tau ya, aku gak bakal ngambil mobil jelek punya kamu itu! Udah jelek di sombongin lagi, ilihhh."

"Heh! Enak aja ngatain mobilku jelek, liat dulu sadar diri neng,"

"Heloo!!! Moza Renaldy, Kiara Iswari yang cantik jelita ini selalu sadar diri, rendah hati dan tidak sombong, anda sendiri yang sadar diri dulu ya."

"Helehh...cantik jelita? Iyuhhh!!"

Perdebatan saling hina itu terhenti saat ponsel Moza berdering.

Kringgg!!!

Moza dan Kiara sontak terdiam dan saling menatap satu sama lain.

"Siapa?" Tanya Kiara.

"Mama..." Balas Moza.

Moza mengusap layar ponselnya dan di sana terlihat Anna, mama Moza sedang tersenyum bersama Brata ayah Moza.

"Halo sayang, kamu lagi di mana?"

"Moza lagi di kantor nih Ma,"

"Nanti malam sibuk nggak?"

"Emmm....rasanya gak deh Ma,"

"Baguslah, kita mau ngadain makan malam. Kakak kamu Rista juga datang hari ini."

"Beneran?"

"Iya kan pa?" Brata terlihat mengangguk.

"Oh ya Za, Kiara mana? Mama mau ngomong sama mantu baru Mama." Mendengar kata 'mantu' Moza merasa sedikit aneh.

"Ini dia ada di sini,"

"Ra, ini Mama mau bicara." Moza memanggil Kiara untuk berada di sebelahnya.

"Kok manggil Ra, sih? Panggil sayang dong." Goda Anna.

Moza dan Kiara hanya menyengir.

"Mama apa kabar?"

"Mama kabar baik, kamu gimana sayang?"

"Kiara juga baik, Ma."

"Nanti malam datang ya, Mama kamu udah bilang kan ke kamu?"

"Oh iya, tadi Mama sempet telepon kok Ma."

"Moza, pokoknya kalian jangan datang telat ya, jangan ngasi Kiara banyak kerjaan."

"Iya Ma, Moza gak pernah ngasi kerjaan berat kok ke Kiara, ya kan Ra?"

"Iya Ma."

Jujur keduanya terasa ingin mual saat berdrama di depan orang tua mereka.

"Oh ya ma, udah dulu ya. Moza sama Kiara mau lanjut kerja dulu."

"Iya-iya sayang, ingat nanti malam ya."

"Iya ma, dahh!!"

Tuttt....

"Udah sana jauh-jauh!!" Perintah Moza.

PUKIS MOZARELLA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang