Happy reading 🧡
Moza mencium leher Kiara, hingga meninggalkan bekas di sana. "Zaaa..." Ucap Kiara sembari terpejam.
Perlahan tangannya bergerak membuka satu persatu kancing kemeja Kiara. Begitu juga dengan wanita itu ia membalas ciuman Moza.
"Sshhh..." Mati-matian Kiara menahan suaranya.
Tok!...tok!!
Kiara refleks langsung mendorong tubuh Moza. Mendengar suara ketukan pintu membuat keduanya panik.
"Apa ada orang di dalam?" Suara seseorang dari luar.
"Ada saya, Moza!" Ucap Moza dengan nada kesal. Kiara yang melihatnya terkekeh.
Ia segera merapikan tempat kemejanya. "Mozaa...bantuin..." Rengeknya. Lelaki itu mengangkat tubuh Kiara lalu menurunkannya.
"Sekali lagi, sayang." Pinta Moza memelas.
"Ck, udah ihh. Gak denger itu kita udah di gedor." Balas Kiara.
Moza mengerucutkan bibirnya. Ia keluar terlebih dahulu setelah itu disusul oleh Kiara.
Cup!
Moza langsung mencium pipi Kiara. "Kita lanjutkan di rumah ya," ucap Moza diakhiri tawa.
Dengan perasaan malu, Kiara berjalan menuju meja kerjanya. Novi yang sedari tadi menunggu sudah memberikan tatapan mengintimidasi. "Kenapa liatin gue kaya gitu?" Tanya Kiara yang langsung sibuk dengan laptopnya.
"Ra...lo habis ngapain sama Pak Moza?" Tanya Novi. Mendengar hal itu Kiara langsung menoleh.
"Apaan sih, gak ngapa-ngapain gue." Balasnya.
"Lehernya kok merah?"
Kiara memegang lehernya. "Coba ngaca deh lo!" Pinta Novi.
Ia langsung merogoh tasnya mengambil sebuah cermin kecil dan mengarahkan ke lehernya. Kiara terdiam seketika. Moza ternyata meninggalkan bekas pada lehernya.
Mengingat kejadian beberapa menit yang lalu membuat Kiara malu setengah mati. "Vi, gue minta plester dong,"
Novi memberikan benda tipis kecil itu pada Kiara. Wanita itu memasangnya tepat dibekas berwarna merah tadi. "Lain kali ngisepnya jangan keras-keras." Bisik Novi.
Kiara sontak tersipu. "Apaan sih lo, Vi! Isss..." Melihat temannya kesal membuat Novi semakin senang.
*****
MOZA POV
"Aku mau ke mall." Ucap Kiara sembari bergelayut manja dilenganku.
"Jalan-jalan." Imbuhnya. Aku merasa sangat senang situasi seperti ini. Kini ia sudah menjadi milikku seutuhnya.
"Pulang dulu, habis itu baru kita jalan-jalan, oke?"
Dia menggeleng cepat. "Aku maunya sekarang, Za..." Rengeknya.
"Ya udah kalo gitu." Ia melepaskan tangannya.
Ia tampak sangat cantik saat tersenyum seperti saat ini. "Mozaa! Ayo!" Aku segera melajukan mobilku.
Sesampainya di Mall, kita berjalan beriringan. Aku merangkul pinggang Kiara, pokoknya sekarang dia milikku tak boleh ada yang meliriknya bahkan menyentuh sekali pun.
"Kamu mau beli apa?" Tanyaku.
"Aku maunya jalan-jalan," ucapnya.
"Keliling Mall?" Dia membalas dengan anggukan.
"Yaudah, ayo, tapi habis ini kita makan ya, kamu udah dari siang tadi belum makan."
"Iyaa sayang." Mendengar ucapannya membuatku merasakan jutaan kupu-kupu terbang di dalam diriku. Ternyata lelaki bisa bawa perasaan juga.
AUTHOR POV
Keduanya berkeliling memasuki masing-masing toko. "Itu bajunya bagus ya," Kiara menujuk ke arah dress berwarna marun.
"Iya, kamu mau?"
Kiara menggeleng. "Lihat-lihat aja."
"Beli juga gapapa, biar aku yang bayar." Tawar Moza.
"Nggak usah, baju aku masih banyak. Yang dari kamu juga belum aku pake." Balas Kiara.
Mereka beralih ke toko perhiasan, disana dipajang banyak perhiasan indah dan mahal. Pandangan Kiara tertuju pada sebuah anting emas bermata bening. "Mbak, yang ini berapa?" Tanyanya.
"Ambilkan saya warna yang berbeda." Sahut Moza.
"Iii...Moza apaan sih."
Pelayan toko itu mengambilkan 3 kotak anting dengan motif yang sama tapi warna yang berbeda. "Suka yang mana?" Tanya Moza.
Kiara hanya diam. "Yang bening ini?" Moza mencoba mencocokkan dengan wajah Kiara.
"Saya ambil ini satu set dengan kalungnya." Ucap Moza.
"Baik, Pak."
Kiara tak mampu menolak. "Sini biar aku pakaiin." Dari pantulan cermin di hadapan mereka, Kiara terlihat sangat cantik memakai kalung itu.
"Bagus, kamu suka kan?"
Wanita itu tersenyum. "Iya aku suka."
"Gimana istri saya cantik kan dengan kalung itu?" Moza bertanya pada semua pelayan yang ada di sana. Mereka kompak mengangguk.
Hal itu membuat Kiara menjadi malu. "Iii... Mozaaaa!"
Moza terkekeh. Lalu memeluk istrinya itu dan mencium keningnya dengan lembut.
"Ayo, habis ini kita makan." Kiara mengangguk mengiyakan.
Sepanjang perjalanan, Kiara terus memperhatikan kalung pemberian Moza dan sesekali ia menciumnya. Moza yang sedang merangkulnya berkata, "cuma kalungnya aja nih yang di cium? Yang milihin nggak ikut di cium?"
Kiara tertawa, lalu memeluk Moza. "Makasi ya sayang," ia mencium sekilas pipi Moza.
Moza sontak membalas pelukan Kiara dan mencubit gemas pipi wanita itu.
Kaduanya akhirnya sampai di tempat makan. "Kamu mau pesen apa, Za?" Tanya Kiara.
"Ngikut kamu aja." Balas Moza.
Tiba-tiba pandangan Moza teralih pada seorang wanita di sudut kafe. Wanita itu terlihat tertawa bersama lelaki di hadapannya.
"Zaa, dari tadi aku panggil gak di denger." Ucap Kiara.
"Eh, maaf."
"Liatin apaan sih?" Kiara melihat kearah tadi. Namun, tak ada apapun disana.
"Bukan apa-apa, ayo makan. Kamu pasti laper." Moza mengacak lembut rambut Kiara.
*****
Dua bulan sudah, Rizky mendekam di dalam jeruji besi. Hari-hari ia lewati dengan penuh tekanan, beberapa kali petugas kepolisian mempergoki kelakuan Rizky yang cukup aneh.
"Gue mau ketemu Kiaraaa!!" Teriak Rizky memenuhi lapas.
Tang!!
Seorang penjaga memukul jeruji besi dengan pentongan. "Diam! Jangan buat kerusuhan di sini!"
Di kediaman Moza dan Kiara, keduanya sedang bersiap berangkat ke kantor.
"Yang, pasangin," pinta Moza memberikan dasinya.
Kiara menggeleng sembari terkekeh. "Sini aku pasangin."
Moza merangkul pinggang ramping Kiara. Ia tak berhenti tersenyum menatap wajah serius Kiara dihadapannya.
"Udah." Ucap Kiara. Melihat Moza tersenyum sembari menatapnya membuatnya tersipu.
"Kenapa?"
Kiara menggeleng. "Ayo, berangkat."
Jangan lupa vote dan koment ya 🧡
KAMU SEDANG MEMBACA
PUKIS MOZARELLA [END]
CintaWarning🔞!! Mengadung unsur ke dewasaan Bijaklah dalam memilih bacaan Bukan buku tentang resep makanan, tetapi sebuah novel yang menceritakan tentang kisah dua insan, Putri Kiara Iswari dengan Moza Renaldy Aldara. Dendam memisahkan mereka namun jodo...
![PUKIS MOZARELLA [END]](https://img.wattpad.com/cover/282048966-64-k469652.jpg)