Chapter 20

13.1K 2.2K 161
                                        

Mahajana cover baruuuu

Yuk, bantu akuu vote cover untuk terbit sebelum bacaa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hayam mengangguk sekilas untuk mempersilahkan Sachi masuk ke dalam toko

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hayam mengangguk sekilas untuk mempersilahkan Sachi masuk ke dalam toko. Sekali lagi ia mengucapkan rasa terima kasihnya karena Sachi sudah mau diajak ke pesta bersamanya. Hayam juga bilang bahwa ia akan segera mengembalikan sapu tangan milik Sachi setelah dibersihkan karena sehelai kain itu penuh akan air matanya.

Di apartemen tempatnya hidup sendiri Hayam menghamparkan tubuhnya di atas sofa. Tak peduli dengan sepatu yang tercecer di atas karpet bulu ia menutup matanya lelah. Saat kembali terbayang yang terjadi di bungkit bintang tadi senyumnya melebar cepat. Ia mengusap wajah agar tidak merasa terlalu senang tapi perutnya terasa digelitik hingga wajahnya memerah. Hayam juga menggigit bibirnya keras agar tidak terus-terusan trsenyum.

Bibirnya mengerucut menghasilkan sebuah nada siulan. Ia bangkit untuk mengambil sebuah piringan hitam lawas yang ia curi dari rumah Mada. Ditemani lagu yang mengalun merdu, Hayam mulai membersihkan diri dan lupa bahwa mulai besok jadwalnya telah berubah. Biarkanlah ia bahagia sebelum energinya terkuras oleh pekerjaan esok.

*

Matahari mulai terbit dari ufuk timur. Hayam telah bangun jauh sebelum matahari muncul. Ia merapikan rambut panjangnya kemudian mengunyah sehelai roti berlapiskan selai kacang. Ponselnya berdering tanda pesan masuk dari Liam. Kabar bahwa rapat akan dimulai sesuai jadwal membuat Hayam bangkit dan segera meninggalkan apartemen. Tak lupa ia membawa koper beserta aquarium mini tempat seekor kura-kura berenang.

MAHAJANA (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang