Hari-hari berlalu dengan cepat. Tidak terasa awal 2021 sudah ada di depan mata. LSM Entertaiment mengadakan acara awal tahun baru untuk para artisnya. Acara ini diadakan di Villa milik LSM Entertaiment. Villa ini sangat luas karena bisa menampung seluruh artis LSM Entertaiment.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Acara ini rutin dilaksanakan setiap tahun agar artis-artisnya bisa dekat satu sama lain dan memang LSM Entertaiment dikenal sebagai agensi yang kekeluargaannya erat sekali. Ningning hadir untuk yang pertama kalinya, ia merasa sangat bersyukur bisa merayakan ini bersama sunbae-sunbae nya. Sekarang gadis itu sedang bersama member aespa dan red velvet. Mereka sedang memanggang daging sekaligus menghangatkan diri karena udara saat ini sedang dingin suhunya sekitar 8°C. Tapi bagi Ningning, ini tidak terlalu dingin karena di Harbin tempat asal Ningning terkenal dengan kota terdingin.
Ningning memfokuskan matanya mencari seseorang. Seseorang yang sudah lama tidak ia temui karena jadwal yang padat. Fokusnya terbagi dua, sesekali ia membalikkan daging dan sesekali pandangannya mencari Renjun.
"Aw..... perih." Ningning kaget tangannya terkena panggangan. Yahh.. Mau gimana lagi? ini memang salahnya karena ia tidak fokus memanggang daging. Semua orang yang ada disekitar Ningning mengarahkan pandangannya pada Ningning. Gadis itu malah menjadi gugup karena perhatian semua orang tertuju padanya, "gapapaa ini gapa-pa." Ningning tersenyum kikuk. Karina yang menyadari kegugupan Ningning langsung membawa gadis itu masuk ke dalam untuk mengobati tangannya yang melepuh.
"Yak...Apa yang kamu pikirkan? Kenapa bisa sampai kayak gini?" Tanya Karina dengan wajah cemasnya, khawatir jika adiknya merasa kesakitan.
"Tunggu disini dulu, aku mau cari salep." Karina tak henti-hentinya menunjukkan rasa cemasnya
Karina menggeleng dengan cepat, "Ani, gaboleh ngeyel. Tunggu disini, arasseo?". Ningning hanya mengangguk pelan sambil menatap Karina yang pergi mencari salep, sejujurnya ia sedang menahan perih saat ini.
"Ah...Ningning bodoh." Ningning mengumpati dirinya sendiri, sesekali ia meringis karena perih ditangannya.
"Emang bodoh." sahut Renjun berjalan mendekati Ningning
"Gege?" Ningning terkejut dengan kehadiran Renjun. Sedangkan laki-laki itu duduk disebelah Ningning menatap Ningning malas.
Renjun memegang tangan Ningning yang melepuh itu, "Diem." Renjun meniup tangan Ningning, sekedar untuk menghilangkan sedikit rasa perih yang dirasakan Ningning. Gadis itu tertegun menatap wajah Renjun dengan seksama
'Renjun gege ganteng bangett mau cry cry' ucap Ningning dalam hati, senyuman Ningning nampak jelas saat menatap wajah Renjun
"Ngapain senyum-senyum? Emang ga perih?" Renjun menatap Ningning heran
Ningning menggelengkan kepalanya dengan mantap, "Ani, udah ga perih. Udah ada gege disinijadi udah ga sakit hehehe." Ningning menunjukkan muka centilnya kepada Renjun dan dibalas dengan toyoran pelan di dahi Ningning.