Tokoh utama dan Kalung

14.5K 1.8K 64
                                        

Awas typo!!
Hai ~Uci:)





~~~~





Di sepanjang koridor Lucas menggerutu tak henti-hentinya karena sadar akan kelakuannya tadi, benar-benar memalukan. Entah kenapa sifat asli antagonist ini muncul tiba-tiba apa lagi didepan orang yang tidak dikenal, yaaa walaupun menurut Lucas tadi itu cukup nyaman.



Lucas yang menggerutu sepanjang jalan pun tak melihat bahwa ada orang lain didepannya dan....




Bruk!





"Aduh! Hiks.."





Lucas menabrak orang yang berjalan didepanya hingga terjatuh. Bukan, bukan Lucas yang jatuh atau pun menangis namun orang yang Lucas tabrak lah yang terjatuh karena sosok yang Lucas tabrak itu tubuh nya jauh lebih pendek dari Lucas. Makanya dia jatuh orang Lucas bayi gede nabrak bayi mungil.




Lucas memandang datar ke arah bocah yang baru saja dia tabrak, padahal Lucas nabrak bocah itu sambil jalan santai bukan lari. Bocah yang Lucas tabrak malah nangis bombay udah kayak di timpa mobil perah.





"Hiks.. sakit hiks.." bocah itu menangis terisak isak tanpa niat bangkit dari jatuhnya.




Ohhhh ayolah Lucas tau itu tidak sakit. Lucas menghela nafas panjang dia sudah terlambat dan dibuat lebih terlambat karena bocah ini, dengan cepat Lucas mengulurkan tangannya sebelum bocah itu membuatnya emosi karena menangis terus.




"Berdiri" ucap Lucas dengan datar.




Bocah itu mengangkat kepalanya menatap ke arah Lucas dengan berurai air mata. Hidung yang memerah hingga ke pipi, mata bulat kecil yang berkaca-kaca dan bibir melengkung yang terus mengeluarkan isak tangis. Oke Lucas akui bocah yang menatapnya ini imut.




Bocah itu menerima uluran tangan Lucas dan berdiri menantap Lucas polos, isak tangis nya sudah berhenti.




Lucas tidak peduli dengan bocah dihadapannya ini, langsung saja Lucas berbalik tapi dia teringat kalau dia tidak tau dimana ruang kepala sekolah.




"Sial! Tau gini mending gue terima tawaran bang Dion tadi!" Batin Lucas




Lucas berbalik ke arah bocah tadi yang masih berdiri kokoh menatap ke arah nya. Ambeyen ape gimana ni bocah?




"Lo tau ruang kepala sekolah dimana?" Tanya Lucas masih dengan ekspresi datarnya.



Bocah tadi langsung tersadar saat suara dingin itu menyapa gendang telinga nya. Bocah itu menatap Lucas takut-takut.




"Lo tau gak?" Tanya Lucas sekali lagi. Astaga.. kesabarannya tengah diuji sekarang.



"I–iya tau" jawab bocah itu dengan gugup, karena baru saja mendengar suara Lucas yang tidak bersahabat.



"Cepat jalan" perintah Lucas menyuruh bocah itu berjalan lebih dulu.




Dengan cepat bocah itu berjalan mendahului Lucas untuk menunjukkan Lucas ruang kepala sekolah.











~~~~






Sementara itu di samping sekolah...




"Yon lo merasa gak kalau bocah tadi itu kayak punya dua kepribadian" ucap Bima pada Dion.




TRANSMIGRASI: ANTAGONIST NOVELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang