Bukan bagian alur?

13.9K 1.7K 105
                                        

Awas typo!!
Hai~ Uci:)









~~~~




"Eungh..."


Lucas terbangun lalu membuka matanya dengan perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk. Setelah membuka matanya dengan lebar Lucas melihat sekeliling dia sudah bisa menebak dimana dia sekarang, rumah sakit disinilah dia sekarang. Dia mengingat jelas kejadian tadi, Lucas menghela nafas panjang.


Lucas ingin bangkit tapi dia merasa kedua sisi tangannya berat seperti ada yang menimpa, Lucas menolehkan kepalanya. Ternyata ada Rasya dan juga Bima yang tertidur mengapit kedua tangannya ada juga Tara, Riki, Liam, dan Yuko yang tertidur pulas di sofa. Tapi tidak ada Dion mungkin sedang keluar.


Lucas bangkit dengan perlahan agar tidak membangunkan kedua abangnya yang tertidur pulas, bisa dia lihat semua abangnya tampak lelah pasti sehabis latihan basket mereka langsung kesini. Lucas tau itu karena dia melihat ada bola basket di samping sofa.


Namun percuma Lucas bergerak dengan perlahan kedua abangnya terbangun juga karena pergerakan nya.

Bima dan Rasya langsung saja terbangun saat merasa ada pergerakan di pipi mereka, karena mereka tidur dengan tangan Lucas yang berada di pipi mereka.

"Adek! Pelan-pelan" Bima membantu Lucas bersandar, begitu juga dengan Rasya dengan cepat mengambil minum untuk Lucas.

"Ini minum dulu" Rasya membantu Lucas minum.

"Ada yang sakit dek?" Tanya Bima.

Lucas menggeleng kan kepalanya, Lucas mengedarkan pandangannya semua abangnya terbangun dan mengelilingi ranjangnya.

"Bang Dion mana?" Tanya Lucas dengan nada serak nya.


Cklek


Belum sempat Bima menjawab sudah ada yang membuka pintu rawat Lucas. Itu Dion kembali ke kamar rawat Lucas dengan menenteng beberapa kresek.

Dion mengangkat kepalanya menatap ke arah ranjang Lucas, dia bisa melihat adiknya sudah bangun menatapnya polos. Dengan cepat Dion berjalan menuju ranjang Lucas lalu memeluk adiknya dengan erat.


Semua langsung menyingkir, Dion melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah sang adik dengan kedua tangannya.


"Ada yang sakit hm?" Tanya Dion dengan wajah khawatir yang kentara.

Lucas menggeleng lalu tersenyum tipis menatap Dion.

"Lucas gak papa bang, cuma pusing aja" jawab Lucas tersenyum tipis ke arah Dion dan yang lainnya.

"Kenapa bisa sampai seperti ini? Katakan sama abang siapa yang membuat kamu sampai masuk rumah sakit hm?" Tanya Dion dengan lembut mengusap pipi Lucas perlahan.

"Ini pasti karena Valeno dan adiknya itu kan?" Timpal Bima yang sedari tadi menyimak.

"Bukan abang, bukan karena siapa-siapa Lucas cuma kelelahan aja kok" ucap Lucas dengan tenang.

"Apa perban di dahi mu juga karena kelelahan Lucas?" Nada dingin itu langsung saja keluar dari bibir Dion, karena dia tau adiknya berbohong.

Lucas menegang mendengar nada dingin itu, dia bisa melihat kemarahan yang ditahan Dion agar tidak kelepasan.

"Ini..."

"Jangan mencoba berbohong abang tau semuanya" potong Dion dengan wajah datar menatap sang adik.

TRANSMIGRASI: ANTAGONIST NOVELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang