Tidak Tega

8.5K 1.2K 160
                                        

Awas typo!!!!
Hai~Uci:)









~~~~~




"hiks.. hiks huhu"


"Baby berhenti lah menangis nanti kamu demam sayang" bujuk Melinda pada putra bungsu yang tak lain adalah Dean.


Dean masih saja terisak isak sambil menatap lengan Lucas yang diperban.



Flashback


Cklek

Lucas yang mendengar pintu kamar terbuka dengan cepat berlari ke arah si penjahat dan memeluk tubuh mungil itu dengan erat dan...


Dor!


Semua yang ada disitu terkejut bahkan jantung mereka berhenti beberapa detik melihat kejadian itu.


"HIKS HUWAAAAAA!!!!" Dean langsung menangis histeris melihat lengan Lucas yang mengeluarkan darah begitu banyak.


Deg


Penjahat itu mematung tak bisa mencerna apa yang terjadi saat ini, dimana Lucas dengan cepat memeluk nya erat dan jantung nya terasa berhenti saat mendengar suara tembakan itu.

Seketika dirinya sadar saat orang yang tengah memeluknya membisikkan sesuatu.

"Cepat pergi. Aku akan melindungi mu"

Penjahat itu menatap Lucas sebentar lalu berlari dan melompat ke arah jendela dengan cepat.


Lucas melihat bagaimana dengan lincah nya si mungil itu melompat dari pohon ke pohon dan pohon itu terhubung langsung ke arah gerbang.


"Gue yakin bodyguard yang berjaga diluar tidak akan bisa menangkap kelinci lincah itu" ujar Lucas dalam hati sembari tersenyum tipis.


"LUCAS/BOY/ADEK!!!!" teriakan itu menyadarkan Lucas.


Lucas berbalik dan dihadapkan dengan wajah khawatir Jevron, Bagas, dan Valeno mereka menghampiri Lucas tergesa-gesa. Sedangkan Verdo membantu mommy nya menenangkan Dean yang terus menangis histeris.


"Apa pita suaranya tidak putus? Menangis terus?" Gumam Lucas saat melihat keadaan Dean yang berantakan.
Dan mengabaikan luka dilengan yang cukup serius.


Flashback end


"Berhentilah menangis. Lu buat telinga gue sakit, yang luka kan gue kenapa lu yang nangis?" Ujar Lucas yang mulai jengah melihat Dean yang menangis tanpa henti sedari sejam yang lalu.


Bahkan infus nya belum dilepas tapi tetep ngeyel pengen ngeliat keadaan Lucas walau sempet ngedrama nangis histeris dulu tadi karena gak diizinin.


Dean yang mendengar suara Lucas yang menyuruhnya diam pun dengan ajaib Dean langsung terdiam, walaupun masih ada sesegukan.


Melinda terkejut saat melihat anak nya langsung terdiam bahkan Verdo hampir ternganga saat melihat adik bungsu nya berhenti menangis. Hei dia dan mommy nya saja sedari tadi tidak bisa mendiamkan Dean yang menangis bahkan Jevron dan Bara angkat tangan tidak bisa menghentikan tangisan baby mereka sedari tadi, diancam pun percuma yang ada Dean semakin histeris.


Dean yang sesegukan menatap Lucas dan langsung turun dari pangkuan sang mommy mendorong tiang infus nya menuju Lucas. Saat sampai didepan Lucas mata yang tadinya sembab tanpa air sekarang kembali mengeluarkan segumpalan air yang terjun bebas.


"Hiks.. hiks.. huhuhu ini pasti sangat sakit hiks.. pasti salah Dean hiks.." tangis nya dengan merasa bersalah sambil mengelus lengan Lucas yang diperban dan meniup niup nya.


Lucas ingin mengamuk saat Dean menyentuh lengan nya tanpa izin, tapi... Setelah melihat mata sembab itu kembali mengeluarkan air mata seketika entah kemana hilangnya emosi yang hampir meledak tadi.

Lucas mengangkat tangan nya Dean yang terkejut menutup matanya dia mengira Lucas akan memukulnya, bukanya rasa sakit yang ia dapat tapi malah elusan lembut yang ia dapat di kepala nya.

Dean membuka matanya dan mendongak menatap Lucas yang kini tersenyum tipis ke arah nya, langsung saja di balas senyum lebar oleh Dean.

Melinda tersenyum hangat melihat putra bungsunya dengan remaja itu, Melinda bisa melihat tatapan remaja itu pada putra bungsu nya tatapan ketidaktegaan yang terlihat jelas dari mata nya.


Sedangkan Jevron melihat mereka berdua merasa ingin cepat cepat mengangkat Lucas jadi putra nya dan melupakan fakta bahwa Lucas lah penyebab putra bungsu nya menghilangkan beberapa waktu lalu.


Bahkan Valeno hampir tersenyum lebar melihat pemandangan didepan nya jika tidak mengingat image ia mungkin sudah menghampiri keduanya untuk dipeluk gemas.


Verdo sedikit tidak menyukai pemandangan didepannya karena tadi Lucas menendang nya dengan kuat dan membuat rantai dikakinya putus ia yakin Lucas bukanlah orang sembarangan dan ia akan mencari tahu itu.


Sedangkan si Bagas alias kakek entah apa yang ada dipikiran nya sekarang yang jelas seringaian di bibirnya tercetak jelas.


Lucas langsung saja mengangkat Dean kepangkuan nya tanpa menyentuh tiang infus Dean. Dean yang terkejut langsung saja mengalungkan tangannya ke leher Lucas dan menyandarkan kepala nya pada dada bidang Lucas mencari kenyamanan.

"Sudah menangis nya hm?" Ucap Lucas sembari menepuk nepuk punggung Dean yang kini dipangkuan nya.

Dean mengangguk dalam dekapan Lucas dan beberapa menit kemudian Dean tertidur dipangkuan Lucas karena lelah menangis sedari tadi.


"Boy kenapa kamu melindungi penjahat itu?"


Pertanyaan itu akhirnya terdengar juga dan pelaku tersebut adalah Bagas si tua bangka bau tanah yang sialnya sangat tampan.

Semua yang ada disitu langsung memasang wajah serius bahkan Melinda ikut dalam obrolan yang menegangkan ini.

Tangan Lucas berhenti menepuk nepuk punggung Dean saat mendengar pertanyaan dari Bagas.

"Karena gue ingin" jawab Lucas tanpa mengalihkan perhatian nya pada Dean yang tertidur lelap. Kini Lucas memain mainkan rambut Dean.


"Baiklah. Kakek yang akan cari tahu dan jika kakek mendapatkan nya orang itu tidak akan hidup" seringaian langsung tercetak jelas dibibir Bagas.

"Aku mungkin akan langsung melubangi kepalanya" sahut Jevron yang mendengar ucapan ayah nya.


Verdo dan Valen hanya menyimak dalam hati mereka, mereka juga akan melakukan apa yang dilakukan ayah mereka karena telah berani masuk kedalam mansion keluarga Louis.

Wajah Lucas mendingin langsung menatap sang lawan bicara. Lucas terlihat tenang itu pun karena ada Dean dipangkuan nya, Lucas itu tempramental jika kau salah sedikit saja maka nyawa mu taruhannya.


"Jangan menyentuh nya" tekan Lucas disetiap kalimatnya dan ia kembali mengelus kepala Dean.



"Baiklah kami tidak ak–"






BRAKKK!!!!



"JEVRON!!!!! SIALAN KEMBALI KAN PUTRA KU BODOH!!!!"











TBC~


Terimakasih telah membaca:)

Idih buset lama bat up nya
Siapa nih author nya gak becus banget jadi orang🗿 bisa-bisanya bikin orang nunggu marahin gaes😌

Hohoho ternyata antagonis sebenarnya belom muncul:) dan untuk Dean 100% polos gaes no PBB ya.

Pai Pai beb kaburrr🏃

TRANSMIGRASI: ANTAGONIST NOVELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang