Hahahaha apa ini lelucon?!!
Gimana bisa gue ke dampar sampai kesini?!!
Novel sialan!!
~~~~
Seorang remaja dengan sorot mata yang tajam, wajah dingin, dan rahang yang tegas sedang asyik menyayat tubuh seseorang.
Ya, dialah si King Mafia pembunuh be...
"A—ampun tuan! Maaf kan sa—saya!!" Ujar lelaki paruh baya tersebut, sambil bersimpuh di bawah kaki remaja laki-laki yang saat ini berdiri menatap nya dengan datar.
"Akhhhhh!!! Maaf tuan!!! Akhh!!" Lelaki paruh baya itu berteriak kesakitan saat remaja itu menyayat wajah nya dan menginjak tangannya tanpa belas kasih.
"Beres kan dia" ujar remaja tersebut dengan datar.
"Baik King!"
Kedua anak buahnya dengan cepat menyeret lelaki paruh baya tersebut yang masih berteriak memohon.
"Pastikan dia mati" ucapnya lagi.
"Baik King!"
Remaja itu berlalu pergi dari ruangan yang minim cahaya tersebut dengan menenteng ransel kecilnya di punggung.
~~~~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seorang remaja tampan dengan tubuh tingginya berjalan di trotoar seorang diri dengan ransel kecil di punggung nya. Dia adalah CANOVA ZIER LAKSA remaja 16 tahun dengan wajah yang tampan rahang tegas, hidung mancung, mata bulat, kulit sedikit eksotis, bibir tebal dan tubuh tinggi yang tegap.
Saat ini Zier berada di halte bis untuk pulang menuju rumahnya. Zier duduk di kursi halte bis, bisa dia lihat ada bocah laki-laki berseragam sekolah disampingnya, bocah itu sedang membaca buku, entah buku apa yang bocah itu baca. Tapi Zier tidak peduli, Zier mengambil sesuatu di kantong celananya yaitu sebungkus rokok. Zier mengambil sebatang rokok dan mengambil pematik di sakunya, baru saja Zier ingin mendekati pematik pada ujung rokok nya, sebuah suara menjengkelkan menghentikan aktivitas nya.
"Abang gak boleh merokok, gak baik."
Zier menolehkan kepalanya ke samping dimana bocah laki-laki itu duduk. Ya, yang bicara tadi adalah bocah yang disampingnya karena tidak ada siapapun lagi selain dia dan bocah ini.
"Emang abang gak sayang tubuh abang? Nanti abang sakit kalau merokok" ujar bocah itu lagi, tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.
Zier tidak peduli dengan ucapan bocah di sampingnya, Zier melanjutkan aktivitas merokok nya. Zier menghisap rokok nya dan menghembuskan nya, sambil menatap lurus ke depan. Tanpa peduli pada sosok bocah disampingnya yang kini menolehkan kepalanya pada Zier. Bocah laki-laki itu berdiri menghampiri Zier tanpa Zier sadari.
Hap
"Gak boleh, nanti abang sakit" ucap bocah itu lagi. Membuang rokok Zier ke dalam tempat sampah.