Masih sembunyi

11.9K 1.5K 197
                                        

Awas typo!!!
Hai ~Uci:)




~~~~



Valeno berjalan cepat ke arah lemari saat hendak menyentuh gagang....





Deg

Deg

Deg




Di dalam lemari, jantung Lucas berpacu cepat sambil memeluk Dean yang masih enggan membuka matanya menyembunyikan kepalanya di dada bidang Lucas.




Saat Valeno menyentuh gagang nya tiba-tiba...



"Tuan muda! Kami menemukan tas tuan muda Dean di belakang sekolah!" Lapor salah satu anak buah keluarga Louis dengan tergesa-gesa.



Valeno yang mendengar itu langsung saja berlari keluar kelas dengan cepat dan diikuti teman-temannya dibelakang.


Lucas yang mendengar derap langkah kaki yang menjauh dari kelas pun menghela nafas lega, Lucas beralih menatap Dean yang saat tadi sudah mengendur kan pelukannya. Lucas merasa berat saat Dean melepaskan pelukannya, Lucas mengangkat wajah Dean dengan satu tangan sedangkan satu tangan lagi menyangga tubuh Dean.



"Hei Dean?" Lucas menggoyang pipi Dean dengan pelan, namun tidak ada reaksi apapun dari bocah itu. Dan sudah dipastikan bahwa Dean pingsan mungkin akibat daya tubuh nya yang lemah apa lagi dia habis berlari membuat nya semakin kelelahan.




"Hahhhh.... Entah kenapa gue refleks narik lu buat sembunyi. Gue gak tau, tapi gue ngerasa gue harus ngelindungin lu untuk saat ini " gumam Lucas sambil menatap wajah Dean yang pingsan di pelukannya.



Tidak ingin membuang waktu Lucas segera menggendong Dean ala koala sebelum itu Lucas sudah memakaikan Hoodie nya ke Dean dan menutup kepala Dean dengan tudung Hoodie, dan bisa diliat Dean tenggelam dalam Hoodie besar Lucas yang cukup untuk menutupi seluruh badan Dean sampai setengah paha nya.



Lucas keluar dari area sekolah dengan mengendap endap menuju samping sekolah dimana dia memakirkan motornya dan pastinya mencari abangnya yang lain.



Sedangkan disisi lain...


"Ini bukannya tas baby?" Ujar Bagas kakek Dean.


"Sial! Apa baby benar-benar memanjat dinding ini?!" Murka Jevron menggenggam kuat tas milik putra bungsunya.


Para bodyguard yang mendengar suara murka dari tuan nya langsung menunduk takut.


Tap

Tap

Tap


Bagas dan Jevron melihat Valeno dan teman-temannya datang dengan berlari tergesa-gesa.



"Dad apa baby disini?" Tanya Valeno setelah sampai di situ, matanya beralih ke tangan sang Daddy yang sedang menggenggam tas milik adiknya.


"Baby sepertinya memanjat dinding ini"


Valeno menatap kakek nya lalu beralih menatap dinding yang tinggi nya sangat mustahil untuk dipanjati adiknya.


"Kek itu tidak mungkin, baby tidak mungkin bisa manjat dinding setinggi itu" ujar Valeno menatap Kakek serta Daddy nya.



"Jadi baby masih ada di sekitar sekolah ini?" Ujar Bagas dan diangguki Valeno.


Valeno dan teman-temannya langsung saja bergegas pergi lagi ke dalam sekolah untuk kembali mencari adiknya begitu juga dengan para putra Jevron.



TRANSMIGRASI: ANTAGONIST NOVELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang