Rahasia Xiel dan kekecewaan Lucas

13.5K 1.6K 136
                                        

Awas typo!!!
Hai~ Uci:)




~~~~



"Hahhhh..."



Untuk sekian kalinya Lucas kembali menghela nafas, entah berapa banyak dia menghela nafas hari ini dari kejadian dia dan sahabatnya, bocah menggemaskan itu sampai ayah nya yang marah karena pulang sangat malam, serta bunda dan kedua adiknya yang menangis karena melihat luka di dahinya.

Sekarang Lucas berada di kamarnya di atas kasur dengan lutut di tekuk dan memangku sebuah novel di lutut nya, ya novel yang ditanggalkan bocah itu tadi. Sepertinya bocah itu sengaja meninggalkan nya agar Lucas membaca semuanya untuk mengetahui siapa saja karakter yang harus dia hadapi.

Setelah setengah jam Lucas akhirnya membaca habis seluruh isi novel tanpa tertinggal satupun kata yang ada didalamnya, dia benar-benar membacanya dengan teliti agar tidak ada bagian yang terlewat kan dan dia bisa menghadapi para tokoh disekitarnya.

Ada satu halaman yang benar-benar membuatnya marah, kecewa, dan benar-benar gagal menjadi sang abang. Walaupun halaman itu bukan halaman yang ditandai sticker tapi itu cukup menguras emosinya, bagaimana bisa selama ini dia berada di sini dia tidak menyadarinya padahal dia selalu berada didekatnya.


Lucas melipat tangannya di lutut lalu menumpu kepalanya di lipatan tangan tak lama terdengar suara isak tangis darinya. Lucas menangis untuk sekian kalinya, memukul-mukul kepalanya dengan kuat.


(Bentar gue nangis beneran nulis nya, jadi ngebayangin Lucas nangis kayak gini sambil mukul kepalanya karena rumor yang selalu menghantui nya😭😭😭 padahal udah kelar tetap aja gue mewek😭) maaf nih curhat:')


"Lu bodoh Lucas!!! Bagaimana bisa lu gak tau padahal dia selalu berada didekat lu!!!! Lu gagal banget Lucas!!lu gagal banget!! Gue harus merubah dia, gue gak peduli tubuh gue akan melemah pasti tubuhnya jauh lebih lemah. hiks...hiks kenapa kamu gak bisa jujur..."


Cklek


Lucas yang mendengar pintu nya terbuka dengan cepat menghapus air matanya, lalu melihat orang yang baru saja masuk ke kamarnya.


"Abang? Iel bawain makanan buat abang"


Ternyata itu Xiel yang membawa nampan berisi makana malam dan segelas susu hangat untuk Lucas.


"Letak saja disitu" ujar Lucas tanpa melihat ke arah Xiel.


"Ayah marah tapi gak larang buat abang makan malam, abang kenapa gak turun buat makan?" Xiel duduk ditepi ranjang Lucas setelah meletakkan nampan itu didekat nakas.


Lucas menatap adik pertamanya itu, lalu menghembuskan nafas.


"Gak mood" jawab Lucas seadanya.


"Abang sakit? Pipi dan mata abang memerah mau Iel panggilkan bunda?" Tanya Xiel dengan wajah khawatir saat melihat wajah abang nya yang sangat merah.


"Tidak usah, abang gak papa. Iel udah makan?" Tanya Lucas, sambil menatap adiknya dengan tatapan penuh arti.


"Iel udah makan, sekarang abang juga harus makan!" Ucap Xiel menampilkan senyum lebarnya.


Lucas terpaku melihat senyuman itu.


"Kamu terlalu pandai menyembunyikan nya, abang kecewa sama kamu Iel..."


"Abang kenapa diam?" Tanya Xiel membuat lamunan Lucas buyar.


"Gak papa. Pergilah tidur besok harus sekolah" ujar Lucas lalu mencium kening adiknya dan kedua pipinya.


TRANSMIGRASI: ANTAGONIST NOVELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang