TAP, TAP, TAP
Derap langkah kaki seorang gadis terdengar di koridor kampus yang cukup ramai siang itu. Keadaan koridor yang ramai tak mempengaruhi langkah pasti gadis tersebut dengan setelan blazer nudenya dengan dalaman berwarna hitam dan celana bahan ditambah flatshoes senada dan rambut yang digerai juga ransel hitam yg dipakainya terlihat sangat modis ditambah map merah berisi berkas penting yang berada didalam gengamannya siapa saja yang melihat tentu tahu siapa gadis tersebut.
Siapa yang tidak mengenal Selembayung Aurfa Zalingga gadis yang memiliki bola mata hitam pekat, hidung mancung bulu mata lentik, kulit putih bersih dengan senyum manis yang menenangkan siapa saja yang melihatnya, gadis dengan segudang prestasi dan kepintaran memiliki koneksi dengan orang-orang penting karena memang ia aktif didalam organisasi. Bahkan, ia mampu menjadi pemimpin dibeberapa organisasi yang ia geluti.
Kekayaannya jangan ditanya lagi dengan menyebutkan marga dibelakang namanya saja orang-orang sudah bisa menebak ia anak kedua dari seorang Agara Zalingga yang berprofesi sebagai hakim kondang dan Naura Zalingga desainer yang terkenal dengan usaha nya yang tersebar luas di Indonesia, belum lagi cucu pemilik kampus yang ia tempati. Tentu kalian bisa menebak bagaimana kekayaannya.
Satu hal yang menjadi ciri khas dari gadis tersebut iya selalu memakai gelang hitam ditangan kirinya. Memiliki sifat yang tidak bisa ditebak. Terkadang ia menjadi badgirl, bermulut pedas, tatapan sinis, dan cuek terkadang menjadi gadis lemah lembut, ceria, mudah tersenyum. Sikapnya keluar tergantung situasi hati nya, sifatnya yang seperti bunglon itu bukan berarti tak ada yang ingin berteman dengannya justru dia memiliki banyak teman karena salah satu sifatnya yang sangat disukai orang lain yaitu suka membantu dan sering tempat curhat orang-orang , ia juga friendly terhadap orang lain.
"Asel Naya tungguin gue dong." suara wanita dari arah belakang terdengar di kuping Selembayung tanpa melihatpun ia sudah tau siapa gadis pemilik suara cempreng tersebut.
Gadis tersebut mendengus kesal karena panggilannya tidak digubris "Asel gue manggil ini, lo budek ya?" ucap gadis tersebut dengan berlari kecil.
Asel adalah nama panggilan Selembayung.
Tetap saja Selembayung melanjutkan langkah kakinya tanpa berhenti.
"hosh.. hosh.. hosh.. lo itu kalau dipanggil nyaut kenapa Sel gue ngos ngosan ini lari ngejar lo." Ucap gadis yang baru sampai tersebut dengan nafas tersengal-sengal.
"Waalaikumussalam" ucap Selembayung datar.
Gadis yang sibuk mengatur nafasnya menyengir melihatkan deretan gigi gingsulnya "lupa Sel, Assalamualaikum Asel cantik."
Selembayung memutar bola matanya malas "waalaikumussalam, lain kali ngucap salam dulu ra."
Aira mencebikkan bibirnya kebawah " iya-iya ibu Selembayung yang terhormat."
Aira Nazalea Hamid sahabat satu-satunya Selembayung memang hanya Aira yang tahan berteman dengan Selemnbayung yang memiliki sifat seperti bunglon itu, pertemanan yang mereka jalin sejak SMA hingga kini menjadikan keduanya paham akan karakter masing-masing.
Aira yang memiliki sifat ceria dengan suara cempreng dan mulut pedasnya yang mampu membungkam mulut siapa saja yang berdebat dengannya, Aira sangat protektif jika menyangkut Selembayung bahkan gadis manis dengan gingsul tersebut kuliah dengan jurusan yang sama dengan Selembayung karena takut berpisah dengan Selembayung.
Selembayung yang menyukai politik dan berdebat begitu juga dengan Aira menjadikan mereka memutuskan untuk masuk jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Dan politik, banyak yang bertanya mengapa tidak Hukum saja? Karena keluarga Zalingga dan Hamid terkenal dengan keluarga yang bergelut dibidang Hukum.
Jawaban Selembayung simpel "ayah gue Hakim Paman gue pengacara gue gak mau masuk dunia hukum gue lebih milih jadi pakar politik, toh Hukum dan Politik saling berhubungan." sama seperti Aira yang ayahnya seorang Pengacara "cita-cita gue itu mau jadi anggota DPR, Walikota atau Gubernur biar nanti Asel yang jadi penasehat gue terus Ayah Aga yang ngingetin tentang Hukum biar gak melanggar"
Seperti itulah jawaban mereka, dan memang sedekat itu hubungan kedua nya.
"Map apaan Sel tebel bener,?" tanya Aira sembari melirik kearah map yang dipegang Selembayung.
Mereka berjalan santai menuju salah satu ruangan yang menjadi tujuan Selembayung sedari awal "nama-nama mahasiswa yang bakalan ikut daftar pengabdian Ra, kita udah semester 6 dan pengabdian masyarakat harus wajib diikuti semua mahasiswa."
Aira menepuk jidatnya pelan "ooh iya lupa gue Sel kita bakalan ngadain pengabdian ya, hmm kira-kira lokasi nya dimana ya Asel" mengetukkan jari telunjukkan ke dagu seperti orang yang sedang berfikir.
Dengan menggelengkan kepalanya Selembayung menjawab "gue juga gak tau Ra, tapi yang gue denger pengabdian kali ini beda dari tahun sebelumnya."
"beda gimana Sel?" tanya aira bingung.
Selembayung menghela nafasnya sebentar sebelum menjelaskan kepada sahabatnya itu "yang gue denger dari pihak kemahasiswaan kalau pengabdian kali ini bakalan digabung dengan jurusan lain dan lokasinya bakalan beda-beda tergantung pembimbing, beda kayak tahun-tahun sebelumnya yang digabung itu cuman satu fakultas aja."
Mendengar ucapan Selembayung seketika senyum aira mengembang " YES!" teriak aira tak menyadari karena suara cemprengnya kini mereka menjadi pusat perhatian.
"eh sorry-sorry" ucap Aira dengan menangkupkan tangannya didepan dada kepada orang yang terganggu karena teriakan Aira.
"lo ngapain sih teriak -teriak segala,?" tanya Selembayung kesal karena suara cempreng Aira mereka menjadi pusat perhatian. Bukan, bukan Selembayung tidak pernah menjadi pusat perhatian hanya saja saat ini kondisinya berbeda karena mereka menganggu ketenangan orang lain.
Tangan Aira merangkul pundak sahabatnya yang terlihat kesal itu "gini Asel gue seneng kalau bener peraturan pengabdian yang sekarang berubah. Karena, kita bakalan ketemu cogan-cogan jurusan lain .Terus, gue bisa cuci mata sama mereka .Terus, banyak yang suka gue kan gue cantik. Terus ada yang ngajak PDKTan. Terus, kita pacaran. Terus gu--"
Belum sempat melanjutkan ucapannya sudah di potong Selembayung " terus terus terus halu lo ketinggian jangan halu dibanyakin tapi isi otak sama isi dompet yang lo banyakin."
Aira terlihat kesal dengan ucapan sahabatnya itu " ishh lo mah Sel ngerusak suasa aja, awas aja lo gue do'ain ntar lo kecantol sama salah satu mahasiswa dipengabdian."
" gak bakalan!" ucap Selembayung sambil mempercepat jalannya.
Jika sudah menyangkut laki-laki Selembayung sangat malas membahasnya bagi Selembayung laki-laki itu hanya beban. Beban pikiran, beban perasaan, beban hidup juga. Sudah datang membuat nyaman, lalu menghilang seperti tanpa beban. Dasar beban!.
"eh Sel kok ninggalin sih liat aja gue bakalan ketawa paling kenceng kalau sampai itu kejadian."
"bodo amat" jawab Selembayung.
Aira yang merasa dirinyan ditinggalkapun berlari mengejar Selembayung, dasar Selembayung ini suka sekali ninggalin orang pantas saja tidak ada yang berani deketin pikir Aira.
-----
Hai hai Sorry kalau di awal ini ngebosenin. Ini cerita pertama aku semoga kalian suka yaa.
Jangan lupa vote yaa.
Kasih tanda kalau penulisan nya banyak typo atau enggak rapi.
Selembayung itu wujud wanita yang cuek tapi peduli, tidak mudah jatuh cinta tapi sekalinya jatuh dia akan jatuh sejatuh jatuhnya, karakter Selembayung bukan cewek lemah tetapi juga bukan cewek Kuat, Selembayung punya karakter tersendiri yang mungkin ketika orang melihat akan susah menebaknya.
Jangan lupa follow ig :@iinannissaa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selembayung (On Going )
JugendliteraturJudul Awal : Epilog Tanpa Prolog Judul Akhir : Selembayung "Jangan menjadi egois mencintai 2 hati" pernahkah kamu merasakan mencintai seseorang yang tidak bisa kamu miliki? "Lepaskan saya agar saya bisa pergi mencari kebahagiaan yang lain" Ucap Sel...
