Bismillah Calon

18 2 0
                                        

Bagaimana bisa kembali membuka, sedangkan baru memulai percaya sudah dihancurkan

-selembayung-

🌱🌱🌱🌱

kringggg...

kringggg...

Terdengar alarm berbunyi Selembayung yang merasa tidurnya terganggu mulai membuka matanya, dan duduk untuk mematikan alarm tersebut jam sudah menunjukkan pukul 05.30 ia bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh. sebelum itu Selembayung membangunkan teman-temannya terlebih dahulu. 

seperti yang sudah dirapatkan kemarin hari ini adalah jadwal piket Selembayung bersama Rahman dan sudah tentu mereka harus bangun lebih pagi untuk mempersiapkan semuanya. 

Selesai sholat subuh Selembayung, Aira, Lala dan Adel mulai membagi tugas untuk membereskan posko ada yang membersihkan ruangan tengah dan ada yang memasak untuk sarapan pagi bersama. setelah selesai semuanya barulah mereka membersihkan diri dan bersiap-siap.

"eittss gue duluan yang mandi, lo nanti aja udah gerak nih gue soalnya" ucap Aira menahan lengan Lala yang ingin masuk kedalam kamar mandi. 

"gak bisa gue duluan, lagian dari tadi ditanyain ada yang mau mandi pada diem semua" balas Lala.

"ngalah dong La sama gue yaaa pliss" Aira memohon kepada Lala dengan memasang muka imutnya. 

"enggak gue duluan" balas Lala tetap mempertahankan keputusannya. 

"DASAR LO PELIT BANGET, GUE BILANG GUE DULUAN YA GUE" dengan nada yang sedikit meninggi Aira berbicara kepada Lala.

Lala yang tidak terima tentu membalasnya dengan sengit "KOK LO YANG NGAMUK SIH?" 

"ya- ya pokoknya gue duluan" ucapnya sambil melangkah kearah kamar mandi

"eh eh gak bisa gue duluan" 

"gue"

"gue"

terjadilah aksi tarik menarik handuk, ember tempat sabun, baju , celana dan semuanya lah pokonya. 

Abel yang berdiri tak jauh dari mereka hanya memperhatikan mereka sambil menggelengkan kepalanya.

"ngapain tuh bocah berdua Bel?" tanya Selembayung tiba-tiba dari belakang.

"biasa lagi ayan" jawabnya sambil terkikih geli.

Selembayung pun ikut tersenyum melihat perdebatan dua temannya tersebut "lagian kamar mandi kok direbutin, cowok kek makanan kek duit kek nah baru bisa direbutin"

"lo kenapa Bel megangin perut gitu" tanya Selembayung kepada Abel karena melihat Abel yang tiba-tiba memegang perutnya.

Abel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " hehe kebelet boker gue Sel, sebenarnya dari tadi sih tapi masih bisa gue tahan eh ini tiba-tiba mules lagi"

"terus lo mau boker dimana, gak liat apa tuh dua ulat bulu lagi debat capres didepan pintu kamar mandi?" tanya Selembayung. 

masih dengan tangan yang setia memegang perutnya "duh gimana nih Sel udah gak tahan gue"

pruuutt prut prut prut ruuuttttt...

Selembayung langsung menoleh kearah Abel "lo kentut Bel? parah banget bunyi kentut lo sampai panjang gitu?" ucap Selembayung sambil memegang hidungnya "mana bau banget lagi, jorok banget sih lo jadi cewek" lanjutnya lagi.

Abel menyengir memperlihatkan gigi putihnya "sorry Sel tangki gue udah gak bisa nahan soalnya jadi keluar deh bom molotop nya"

Abel mengarahkan pandangannya kedepan dengan teliti seketika senyumnya mengembang.

Selembayung (On Going )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang