Mata Hitam Pekat

86 3 0
                                        

Sore ini sesuai pengumuman yang diberikan seluruh mahasiswa Semester 6 berkumpul didalam aula kampus untuk mendengarkan penjelasan mengenai pengabdian yang akan mereka lakukan. Kini seluruh mahasiswa sudah berkumpul dari berbagai jurusan didalam satu aula dan juga para dosen dan petinggi kampus sudah berkumpul.

"Tes. Tes. Tes"

"Baik, Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu." Ucap Pak Akbar ketua Pelaksana Pengabdian tahun ini.

"waalaikumussalam warrahmatullahi wabarakatu." Jawab seluruh mahasiswa dan dosen yang berada didalam aula.

"baiklah langsung saja maksud dan tujuan kami mengumpulkan kalian semua disini untuk memberitahukan informasi mengenai pengabdian yang akan kalian lakukan disemester ini. Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jika tahun sebelumnya pengabdian dilakukan dengan menggabungkan 1 fakultas saja ditahun ini kita akan buat trobosan baru dengan menggabungkan beberapa prodi yang berasal dari fakultas yang berbeda dan untuk lokasi tentu berbeda pula-

Tujuan penggabungan berbagai jurusan dari fakultas yang berbeda ini untuk meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan kalian, dengan begitu kalian akan saling mengenal antara jurusan satu dan lainnya sehingga ruang lingkup pertemanan dan juga koneksi kalian akan lebih besar.
Untuk pembagian kelompok akan di umumkan dimasing-masing prodi 1 kelompok berjumlah 10 orang dan akan diletakkan di daerah sesuai yang diajukan pembimbing masing. Ingat pengabdian ini wajib di ikuti seluruh mahasiswa semester 6 guna pemenuhan standar kelulusan.

" Jika ada yang ingin dipertanyakan silahkan."
Salah satu mahasiswa dari arah belakang mengangkat tangannya bertanya

" izin bertanya pak, kira-kira kapan pelaksanaan pengabdian ini pak agar kami bisa mempersiapkan nya juga."

"baik pertanyaan yang bagus, sampai lupa saya menyampaikannya. Untuk jadwal pelaksanaan pengabdian akan dilakukan 2 minggu mendatang jadi para mahasiswa dan dosen pembimbing memiliki waktu untuk persiapan, mulai dari persiapan lokasi dan persiapan program kerja yang akan kalian buat." Jelas pak Akbar dengan tegas.

"baik jika semuanya sudah jelas saya akhiri pertemuan sore ini untuk info lebih lanjut akan diberitahukan didalam grup jurusan masing-masing. Sekian, terimakasih"

"wassalamualaikum warrahmatullahi wabaraktu" tutup pak Akbar
"waaalaikumussalam pak".

Seluruh mahasiswa mulai beranjak keluar ruangan aula, Selembayung dan Aira yang berada dibarisan tengah berdiri dan mulai berjalan ke arah pintu keluar sambil mengobrol santai.

"semoga kita satu kelompok dan satu lokasi ya Sel, gue gak mau kita pisah soalnya." Ucap Aira penuh harap.

Selembayung tersenyum mendengar penuturan sahabatnya itu " iya Ra semoga gue juga gak mau kita pisah. Lo kan tau temen deket gue cuman lo."

"Nah makanya itu Sel kita harus satu kelompok kalau bisa lo bilangin ke opa Wisnu supaya penempatan kita satu kelompok karena persetujuan nanti dari opa Wisnu." Ucap Aira
"iya Ra iya ntar gue coba omongin sama opa ya supay-" .

Belum sempat menyelesaikan ucapannya bahu Selembayung tertabrak oleh seseorang dari arah belakang bahkan tubuh Selembayung terhuyung dan hampir terjatuh jika saja Aira tak memegang nya.

"Aduh" Selembayung memegang bahunya yang terasa sakit.

"kalau jalan hati-hati dong liat ada orang didepan hampir jatuh nih temen gue. " ucap Aira ketus.

"eh eh sorry gue gak ngeliat sorry banget ya" ucap seorang pemuda yang baru saja menabrak Selembayung.

Selembayung mendongakkan kepalanya melihat siapa yang menabraknya, seketika pandangan mereka bertemu.

DEG

laki-laki yang menabrak Selembayung tadi tertegun melihat bola mata hitam pekat yang dimiliki Selembayung dan wajah yang menenangkan diperhatikannya dengan seksama wajah wanita dihadapannya ini setiap inci wajah Selembayung tak lepas dari matanya, begitu juga dengan Selembayung yang sempat tertegun beberapa detik melihat wajah laki-laki yang menabraknya mata coklat terang yang "sangat indah" batin Selembayung.

Tapi beberapa detik kemudian wajah Selembayung kembali seperti biasa melihat laki-laki dihadapnnya.
Kenapa, tentu saja Selembayung sudah terbiasa melihat binar seperti itu dari laki-laki lain bahkan yang lebih tampan , laki-laki didepannya ini cukup manis dengan badan yang proporsional dan wangi. Ralat, sangat wangi.

Teman laki-laki itu menyenggol lengannya " Man woy malah bengong."

Laki-laki itu mengerjapkan beberapa kali matanya, temannya yang melihat perubahan diwajah laki-laki itu terkekeh pelan tentu iya paham bahwa temannya itu tertarik dengan wanita yang baru saja ditabraknya itu.

"eh sekali lagi sorry ya gue beneran gak sengaja. Ini nih temen gue yang tadi buru-buru nyeret gue keluar jadi gue gak liat ada orang didepan gue" jelas laki-laki itu.

Aira memutar bola matanya malas menghadapi 2 laki-laki dihadapannya. "makanya lain kali hati-hati untung temen cantik gue gak nyusruk kelantai."

Menggaruk tengkuknya pelan "maaf ya Sel beneran gue gak tau deh seriusan kalau lo didepan jadinya temen gue nabrak lo deh."

Selembayung tersenyum simpul "gue gak kenapa-kenapa Do gak luka juga santai aja." Jawab Selembayung yang masih memasang senyum kecilnya.

Tak tahukah Selembayung senyum kecilnya itu mampu menggetarkan seorang laki-laki yang terus menatap dirinya dengan kagum.

"Sel ayo buruan keluar kita udah telat ni ngumpul sama anak kesenian" ucap Aira yang melihat kearah jam dipergelangan tangannya.

Selembayung mengangguk kearah Aira " kalau gitu gue duluan ya Do mau ngumpul sama anak kesenian"

"oke Sel sekali lagi maaf ya"

"iya santai aja Do, Assalamualaikum"

"waalaikumussalam, bye Asel hati-hati awas ketabrak orang lain." pesan aldo kepada Selembayung.

Selembayung hanya menggelengkan kepalanya pelan mendengar ucapan aldo, berbeda dengan Aira yang justru memasang muka malasnya.

Senyum yang masih mengembang dari seorang laki-laki yang sedari tadi memperhatikan gadis dengan rambut panjang tergerai yang terlihat anggun itu, sambil memandang ke arah Selembayung yang berjalan menjauh hingga menghilang keluar pintu
"waalaikumussalam." Jawabnya pelan.

-----

Hai hai Sorry kalau di awal ini ngebosenin. Ini cerita pertama aku semoga kalian suka yaa.

Jangan lupa vote yaa.
Kasih tanda kalau penulisan nya banyak typo atau enggak rapi.

Selembayung itu wujud wanita yang cuek tapi peduli, tidak mudah jatih cinta tapi sekalinya jatuh dia akan jatuh sejatuh jatuhnya, karakter Selembayung bukan cewek lemah tetapi juga bukan cewek Kuat, Selembayung punya karakter tersendiri yang mungkin ketika orang melihat akan susah menebaknya.

Jangan lupa follow ig :@iinannissaa.

Selembayung (On Going )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang