Eeeaaa wleee huuu baperan hahahaha
happy reading gaess... ^_^
Vote dan komennya jangan lupa...!!!
Typo everyywherre.... malas revisi lagi hahaha.... ^_^
.
.
.
" ambil jantung ku " ucap salah satu dari mereka, sontak saja semua orang yang berada disitu pun menolehkan kepalanya menuju seseorang yang mengucapkan kalimat seperti itu, apakah benar...? Atau kah hanya sebuah candaan belaka.
" Tidak...!" Tolak seorang pria dewasa yang berada disebelah orang yang telah mengatakan akan memberikan jantung nya pada Karina.
Pria dewasa itu adalah Siwon, dan Siwon jelas menolak ketika sang putra kesayangannya ingin mendonorkan jantungnya pada Karina, walaupun Karina adalah putri kandungnya sendiri, Siwon tidak mungkin mengorbankan Jaemin demi Karina, putra yang selama ini iya besarkan sampai sekarang, Siwon jelas menolaknya.
" appa...... " lirih Jaemin ketika ia mendengar jika Appanya menolak niat baiknya.
" Appa tidak akan mengizinkanmu untuk mendonorkan jantung mu pada Karina " ucap Siwon meraih bahu Jaemin kemudian memutar tubuh Jaemin agar berhadapan dengannya secara langsung.
" izinkan aku Appa.... aku hanya ingin meno......."
" tapi tidak dengan mengorbankan nyawa mu sendiri Jaemin..!" Ujar Siwon menyentak Jaemin yang tengah berucap, alhasil perkataan Jaemin pun terpotong karena ucapan Siwon.
Pemuda tampan itu pun menundukan kepalanya, suara isakan tangis pun mulai terdengar pundak Jaemin juga sudah bergetar karena pemuda itu sudah tidak bisa lagi menahan airmata, Jaemin tengah berbicara pada hatinya sendiri, menanyakan apakah ia salah jika dirinya ingin memberikan jantung nya pada Karina, Jaemin bersumpah dan sudah bertekad dirinya rela mati untuk Karina, gadis yang ia cintai. Seperti di awal dikatakan untuk apa ia hidup jika tidak ada Karina di sampingnya...? Jadi Jaemin lebih memilih untuk mengorbankan dirinya untuk Karina, setidaknya ada salah organ tubuhnya yang hidup dalam tubuh Karina.
" lantas siapa yang akan mau mendonorkan jantung nya untuk Karina jika bukan aku ...? " Jaemin mendongakan kepalanya, menatap Siwon dalam-dalam, wajah Jaemin pun sudah di penuhi airmata.
" siapa Appa siapa....?? "
" kenapa kau diam saja..... apa Appa merelakan Karina mati begitu saja eoh..?? "
" tapi Appa juga tidak mungkin membiarkanmu mengorbankan nyawa buat Karina.... kalian berdua sama-sama anak Appa " ujar Siwon masih tetap dengan pendiriannya menolak keinginan Jaemin secara mentah-mentah, namun bukan Jaemin jika tidak membantah perkataan Appanya sendiri.
" baiklah, aku tidak perlu mendapatkan izin darimu, aku rela mengorbankan nyawaku sendiri demi orang yang aku cintai " ujar Jaemin tidak kalah tegas.
Plakk....!
Sebuah tamparan keras berhasil mendarat begitu mulus pada pipi Jaemin, Siwon menampar putranya sendiri untuk pertama kali dalam hidupnya, semarah-marah Siwon ia tidak akan pernah memukul sang anak, namun berbeda dengan sekarang, Siwon marah dan takut karena ia tahu jika Jaemin sudah mempunyai keinginan maka hal itu harus terjadi.
