delapan

625 68 24
                                        

Hai selamat membaca.....

Typo bertebaran, jangan lupa vote dan komennya terimakasih ^_^


.

.

.




Karina dan Giselle masih setia berada di dalam ruang kesehatan, mereka berdua menunggu Minjeong yang sedang di periksa oleh dokter.

Tidak lama kemudian dokter yang bertugas itu pun telah selesai menangani Minjeong, dokter itu berjalan menghampiri Karina dan Giselle yang sedang berdiri tidak jauh dari bangsal yang di atasnya terdapat tubuh Minjeong yang tengah terlelap.

" bagaimana keadaan Minjeong dok..?"ujar Karina ketika dokter jaga tersebut telah berdiri dihadapannya.

" Minjeong tidak apa-apa "

" jika Minjeong tidak apa-apa kenapa ia bisa jatuh pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah..??" Kini giliran Giselle yang bertanya pada Dokter, sedangkan Karina hanya menganggukan kepalanya setuju dengan petanyaan sahabatnya itu.

" seperti karena cuaca yang cukup terik, dan keadaan tubuh Minjeong yang tidak terlalu sehat "

" kalian berdua tenang saja, Minjeong tidak apa-apa, dia hanya kecapean biarkan dia istirahat terlebih dulu disini " Dokter itu pun mencoba berbicarakan keadaan gadis mungil yang tengah terbaring di atas bangsal UKS, menerangkan pada kedua gadis yang ada di depan matanya agar tidak terlalu mencemaskan keadaan Minjeong.

" saya akan memberikan surat izin untuk Minjeong, agar ia bisa beristirahat terlebih dulu disini " ujar Dokter itu pun kemudian melangkah kan kakinya menuju meja kerja miliknya.

" ini, berikan surat izin ini pada wali kelas Minjeong atau pada ketua kelas dan beri tahu mereka jika Minjeong sedang beristirahat di ruang kesehatan" setelah selesai menuliskan catatan surat izin untuk Minjeong, dokter itu pun menyerahkan surat izin tersebut pada Karina, namun segera dirampas oleh Giselle.

" baik dokter, kalau begitu saya permisi" ujar Giselle dengan sopan.

Mereka berdua pergi menjauh dari meja dokter jaga, Karina dan Giselle berjalan menuju Minjeong yang tengah tertidur.

" biar aku saja yang ke kelas Minjeong, kau tunggu dia disini "

" iya " jawab Karina singkat tanpa menoleh kearah sahabatnya, karena kini kedua matanya tengah sibuk menatap wajah Minjeong yang tengah terlelap.

" aku percaya padamu " ujar Giselle menepuk pundak Karina, Karina yang mendengarnya pun memalingkan wajahnya kearah Giselle.

" maksudmu...??" tanya Karina bingung dengan pernyataan Giselle barusan.

" kau... kau masih peduli dan sayang pada adikmu " Karina terdiam lalu memalingkan wajahnya kembali kearah Minjeong. Menatap lekat wajah damai adiknya yang tengah tertidur, apakah benar yang dikatakan Giselle barusan.

" tidak, aku membencinya " ujar Karina kemudian, tetap dengan pada pendiriannya yang pertama jika sekarang ia menbenci Minjeong.

" mulut mu berkata seperti itu, namun kedua matamu sangat terlihat dengan jelas jika kau sangat mengkhawatirkan keadaan Minjeong, bahkan kau sempat mengeluarkan airmata ketika kau melihat darah yang mengalir keluar dari hidung adikmu Karina " untuk yang kedua kalinya Karina tertegun mendengar penuturan yang keluar dari mulut sahabatnya.

" berdamai lah, Minjeong menunggu mu... sebelum sebuah penyeselan datang menghampiri mu"

" aku pergi.... jaga adikmu jangan bertengkar " setelah berucap seperti itu, Giselle pun pergi meninggalkan Karina yang masih saja menatap wajah Minjeong dengan tatapan sendu.

RUMIT ( TAMAT )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang