•
•
•
"Apa kau tak memberinya makan seharian?" Sebuah pertanyaan dengan nada setengah menyindir itu membuat Oh Sehun mengerjap bingung dan menarik pandangannya dari Jisoo yang masih memejamkan mata, menuju pada sosok yang barusan memeriksa keadaannya, Do Kyungsoo namanya.
Decakan kemudian terdengar, Kyungsoo merasa geram sendiri melihat respon lamban dari pemuda yang lebih muda darinya itu.
"Dia kelelahan dan sepertinya melewatkan jam makannya, pastikan kau memberinya makanan begitu dia bangun. Untung aku membawa beberapa obat untuk sementara, jika besok keadaannya belum membaik kau harus membawanya ke tempatku." Ujar Kyungsoo setelah selesai melakukan pemeriksaan dan kini sibuk menyiapkan beberapa obat.
Sehun menganggukkan kepalanya, beberapa saat kemudian dia merasa tidak enak hati begitu menyadari Kyungsoo bahkan menggunakan pakaian tidur saat ini mengindikasikan pria itu mungkin sudah hendak beristirahat saat ia tiba-tiba meneleponnya dengan panik.
Sehun tentunya terkejut saat Jisoo tak sadarkan diri di hadapannya, dia panik atas kondisi gadis itu. Namun Sehun rasa membawanya ke rumah sakit bukanlah opsi yang tepat di situasi saat ini, hingga akhirnya dia memilih menelepon Kyungsoo yang juga merupakan dokter pribadi keluarga Oh yang sudah ia kenal sejak lama.
"Terima kasih, Hyung."
Tak berapa lama kemudian Kyungsoo pamit undur diri setelah menyelesaikan tugasnya, Sehun sempat mengantarkan kepulangannya sampai pintu masuk kemudian langsung kembali ke kamar setelahnya.
Suasana malam yang kian larut menyalurkan kesunyian yang ikut serta membelenggu dua insan itu, menyisakan sosok Oh Sehun yang duduk termangu di samping tubuh ringkih si gadis Kim yang terbaring di tempat tidurnya.
Buliran peluh nampak pada dahinya disertai alis yang beberapa kali tertaut tipis seolah menyiratkan bahwa ia tak menjumpai damai dalam pejaman matanya. Tangan Sehun tergerak mendekati kening Jisoo, menyampirkan beberapa helaian rambut di sana kemudian memberinya usapan lembut berharap tindakannya bisa menenangkan.
Begitu memastikan Jisoo telah lebih tenang dalam tidurnya, Pria Oh itu memutuskan untuk keluar dari kamar dan melangkah menuju ruangan yang ia tebak sebagai dapur. Dia teringat pesan Kyungsoo yang menyuruhnya memberi Jisoo makan begitu gadis itu bangun.
Sehun sempat melihat-lihat sejenak keadaan dapur, kemudian membuka lemari pendingin yang hanya di isi roti dan selai serta beberapa minuman soda. Pria itu mendecak, sadar betul tak menemukan bahan makanan yang cukup layak untuk disajikan pada Jisoo yang sedang sakit.
Mendapati tindakannya yang buntu Sehun lantas berkacak pinggang sembari berpikir, hampir tidak ada restoran yang menjual bubur selarut ini. Beberapa saat kemudian ia menemukan ide, tanpa membuang waktu ia langsung menghubungi seseorang.
Tok Tok Tok Tok Tok
Ketukan pintu yang terkesan tak sabaran itu bahkan terdengar cukup jelas dari dalam ruangan kamar Jisoo. Sehun langsung bergegas menghampiri pintu utama tanpa ragu langsung membukanya.
Baekhyun yang memang sibuk memainkan ponselnya yang mana berusaha menghubungi Sehun, tak begitu menyadari bahwa pintu sudah terbuka dan hampir saja kepalan tangannya menggetok kepala Sehun. Syukurlah pria itu dengan sigap menangkap tangan Baekhyun.
"Yak, jangan berisik!" Desis Sehun setengah jengkel, dia khawatir tingkah Baekhyun mengundang kecurigaan penghuni lainnya di bawah.
Nyatanya gertakan Sehun tak mempan sama sekali, Byun Baekhyun justru memberinya tatapan jengah kemudian mendorong tubuh Sehun untuk menyingkir dari jalannya. Seolah kenal betul dengan pemilik rumah, Baekhyun dengan santai memasuki rumah dan duduk menyilangkan kaki di sofa setelah menaruh tas bekal di atas meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]
FanfictionKehidupan Jisoo yang semula tentram lantas menjadi runyam setelah bertemu dengan Oh Sehun, Pria yang terus menarik nya kedalam skenario yang di buat. [19062020] ©hitchoo
![LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]](https://img.wattpad.com/cover/229907678-64-k779146.jpg)