•
•
Cahaya matahari telah mulai muncul dari celah jendela, menembus tirai hingga silaunya membuat gadis Kim itu terganggu dalam tidurnya. Jisoo menggeliat di atas tempat tidur, kemudian mulai mengerjapkan matanya agar terbuka sempurna.
Setelah mengumpulkan kesadarannya ia pun duduk, lalu beranjak menuruni tempat tidur untuk mengambil handuk berniat untuk segera mandi. Diliriknya jam yang diletakan di atas nakas dekat tempat tidur, untunglah dia tidak kesiangan.
Sambil menguap Jisoo berjalan gontai membuka pintu kamarnya hendak menuju kamar mandi.
"Astaga!" Dia terlonjak kaget saat matanya mendapati sosok pria tinggi yang tidur di atas sofa nya. Saking tingginya kaki panjangnya itu tidak cukup di tampung oleh sofa sempit miliknya.
Jisoo kemudian teringat kejadian tadi malam, Oh Sehun ternyata benar-benar menginap di sini. Langkah Jisoo secara otomatis mendekati sosok itu, dilihatnya wajah Sehun yang terlihat damai masih tenggelam dalam tidurnya. Jika begini tidak tersisa aura angkuh diwajahnya itu. Jisoo tanpa sadar menahan senyumnya melihat ekspresi tidur Sehun yang terlihat polos.
Setelah puas memandangi wajah tidur Sehun, Jisoo akhirnya melanjutkan langkah ke tujuan awalnya yakni ke kamar mandi.
Sepeninggalan Jisoo tak lama kemudian suara dering ponsel terdengar, membuat Sehun terganggu dalam tidurnya. Pria itu membuka mata kemudian menyipitkan pandangannya mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya yang menerjang pandangannya. Deringan ponsel itu terus berulang membuat Sehun mau tak mau benar-benar bangun. Didudukan tubuhnya yang terasa kaku di atas sofa, sedangkan matanya menjelajah sekitar berusaha menemukan sumber suara.
Ternyata suara itu berasal dari sebuah ponsel yang tergeletak di atas nakas tertimbun oleh sebuah tas, Sehun ingat semalam dia meletakan tas kerja Jisoo di sana. Tanpa pikir panjang dia pun mengambil ponsel tersebut dan melihat layarnya yang menunjukkan pemberitahuan alarm. Begitu alarm berhenti Sehun pun kemudian menekan tombol power hingga ponsel kini menyala.
Namun keningnya mengernyit begitu melihat rentetan notifikasi memenuhi ponsel mulai dari kumpulan pesan masuk dan panggilan tak terjawab.
Beberapa saat kemudian sebuah nomor kontak tak dikenal menghubungi ponsel Jisoo, namun panggilan tersebut terabaikan begitu saja karena Sehun yang sibuk bergelut dalam pikirannya, hingga kemudian rentetan pesan dari nomor kontak yang sama muncul.
Sehun tanpa sengaja melihat pop up notification isi pesan yang dikirimkan dan ekspresinya langsung berubah saat membacanya, rahangnya mengeras bahkan tangannya tanpa sadar mencengkram ponsel Jisoo. Saat itu pula dia memeriksa aplikasi pesan di ponsel Jisoo kecurigaannya terjawab saat mendapati bukan hanya pesan dari kontak itu yang masuk, namun ada puluhan pesan lainnya dengan isi yang kurang lebih sama. Mereka mengirimkan pesan cacian, makian, bahkan ancaman.
Saat Sehun sibuk menggulir rentetan pesan yang ternyata sejak kemarin memenuhi ponsel Jisoo, dia kemudian teringat saat Jisoo mengaku bahwa ponselnya kehabisan baterai. Sepertinya dia sengaja sempat mematikan ponselnya untuk menghindari hal ini.
Tiba-tiba layar monitor kembali menampilkan panggilan masuk dari kontak tak dikenal, Sehun menggeser tombol hijau dia sengaja diam untuk mengetahui apa yang akan dikatakan orang disebrang sana.
"Hey wanita j*lang, ternyata berani juga mengangkat panggilan ku. Dasar wanita tidak tahu diri, kau pikir dirimu lebih baik daripada Bae Irene kami? Cih, kau bukan levelnya sama sekali. Kau akan menerima balas-"
"Bersiaplah kau akan aku tuntut karena telah meneror kekasihku."
"Huh? Apa ini Oh Sehun? Ah, kau juga tidak tahu di untung jangan pernah dekat-dekat Bae Irene kami lagi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]
FanfictionKehidupan Jisoo yang semula tentram lantas menjadi runyam setelah bertemu dengan Oh Sehun, Pria yang terus menarik nya kedalam skenario yang di buat. [19062020] ©hitchoo
![LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]](https://img.wattpad.com/cover/229907678-64-k779146.jpg)