Nine

1.2K 197 15
                                        


•••

Jisoo sedang tiduran diatas karpet bulu berwarna coklat itu sedangkan Chaeyoung memilih untuk duduk di sofa sambil memakan camilannya dengan matanya yang menatap serius kearah televisi yang sedang menayangkan sebuah film bergenre horror.

Jisoo beberapa kali melirik film itu dengan sudut matanya, namun kembali menutup matanya rapat, tak begitu bernyali untuk menonton wajah-wajah menyeramkan yang muncul.

Ting Tong Ting Tong

Suara bel yang berbunyi membuat perhatian mereka terpecah, Chaeyoung mendecak sebal karena suara itu mengganggunya yang sedang fokus melihat adegan menenggangkan  yang sedang berlangsung.

“Yak! Jisoo-ya, buka pintu sana!”Chaeyoung menyenggol bokong Jisoo dengan jempol kakinya.

“Yak!” Jisoo memekik tak terima.

“Kau saja, aku tidak bisa bangun.” Ujar Jisoo yang kini menenggelamkan wajahnya ke bantal sambil telungkup.

Chaeyoung hanya bisa mendecak, sebelum akhirnya menyerah karena bel itu terus berbunyi. Walau enggan Chaeyoung melangkahkan kakinya menuju pintu.

Cklek

Chaeyoung membuka pintu, wajahnya sedikit terkejut kala melihat seorang dengan setelan jas hitam rapi yang muncul dihadapannya. Pria itu lalu menundukan kepalanya sejenak memberi salam.

Chaeyoung hanya bisa membalasnya dengan kaku, sebagian dirinya justru sedang waspada kalau-kalau orang ini ternyata orang jahat.

Namun orang itu justru menggeser tubuhnya hingga menampakan seorang pria berkemeja putih yang telah ia gulung lengannya hingga siku.

Guratan lelah nampak diwajah tampannya. Chaeyoung membelalakan matanya begitu matanya mengenali siapa orang ini.

“Aku ingin bertemu dengan Kim Jisoo.” Begitulah ujarnya, lebih terdengar seperti perintah tanpa menerima penolakan sebenarnya.

Chaeyoung hanya menganggukan kepalanya sebagai tanggapan, kemudian mempersilahkan Sehun untuk masuk kedalam. Chaeyoung sempat melihat Sehun mengambil alih paper bag yang sebelumnya dipegang oleh pria yang sepertinya adalah pengawalnya.

Chaeyoung melangkah menuju ruang tamu diikuti Sehun dibelakangnya. Jisoo yang mendengar derap langkah lantas membalikan tubuhnya, kini berposisi telentang masih tiduran dikarpet nyamannya.

“Chaeyoung-ah siapa yang-“ Kalimat Jisoo terputus begitu sosok Sehun yang berdiri menjulang tinggi menjadi pemandangan pertama yang ditangkap matanya.

Jisoo sempat melongo sejenak sebelum akhirnya buru-buru bangun dari tidurnya, lalu berdiri tegap dihadapan kedua orang itu.

Well, Aku akan kekamar. Selesaikan urusan kalian.” Ujar Chaeyoung sebelum akhirnya melenggang masuk kedalam kamarnya, walau sebenernya dia juga penasaran dengan apa yang terjadi antara kedua makhluk itu.

Sehun menyodorkan paper bag yang dibawanya kehadapan Jisoo, sedangkan gadis cantik itu nampak mengerutkan keningnya bingung.

“Apa?” Jisoo bertanya, kemudian dia memberanikan diri untuk menerima paper bag tersebut, mengintip isinya yang ternyata sepasang pakaian.

“Kau harus menggunakannya, besok aku akan menjemputmu jam 9 pagi.” Tutur Sehun dengan nada diktatornya, sedangkan Jisoo hanya bisa menatapnya sambil mengerjapkan matanya beberapa kali.

Sehun hanya menghela nafasnya kemudian berlalu pergi begitu saja tanpa berkata apapun lagi, Jisoo kesal melihat tingkah seenak jidat pria bertubuh tinggi itu, apalagi saat matanya tanpa sengaja menangkap kaki Sehun yang masih berbalut sepatu menginjak lantai bersihnya.

LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang