•
•
Angin malam yang kian mencekam tak membuat wanita paruh baya itu beranjak dari duduknya. Lee Hana menatap kosong langit hitam pekat dan deburan ombak yang masih dalam jangkauan penglihatannya. Lamunannya kembali berlabuh mengingat interaksi putranya dan gadis biasa itu. Ya, dia sedikit banyak telah tahu latar belakang Jisoo dari orang suruhannya.
Sejak awal dia merasa Jisoo bukanlah gadis yang sepadan untuk bersanding dengan putranya, gadis itu terlalu biasa. Lee Hana bahkan masih bertanya-tanya bagaimana bisa putranya yang ia kenal angkuh kurang lebih tak jauh berbeda dengannya, malah memperkenalkan gadis biasa seperti Jisoo sebagai kekasihnya.
Ia tak bisa membiarkan hal tersebut terjadi, apalagi ia menghendaki Sehun untuk segera menikah dan Jennifer adalah calon yang paling sepadan dengannya. Dia harus mengambil langkah. Ia mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi seseorang.
•
•
•
Jisoo keluar dari kamar kemudian berjalan menuju ruang tengah, sedangkan Sehun masih berkutat di kamar karena tadi mereka bergantian menggunakan kamar mandi. Di ruang tengah resort, ada Ibu Sehun yang kelihatan sibuk mempersiapkan pesta ulang tahunnya yang akan di gelar nanti malam.
Jisoo juga sempat melihat dari balik jendela kaca dimana penghuni lainnya nampak sibuk bercengkrama di halaman belakang resort yang kini telah di tata sedemikian rupa dengan meja dan kursi. Wanita paruh baya yang sebelumnya fokus dengan ponselnya itu kemudian menyadari eksistensi Jisoo. Dengan tanggap Jisoo menunduk sekilas, memberi salam.
Lee Hana melipat kedua tangannya di depan dada, kemudian berjalan mendekat kearah Jisoo dengan angkuh. Jisoo merasa dirinya saat ini seperti cinderella yang bersiap menghadapi sang ibu tiri.
"Bawakan gelas-gelas itu ke back yard." Ujar Hana sambil mengedikkan dagunya kepada sekumpulan gelas dalam sebuah kotak penyimpanan yang cukup besar. Setelahnya ia langsung berbalik meninggalkan Jisoo yang masih terdiam. Namun sejatinya Jisoo itu memang senang membantu orang, jadi ketika Hana menyuruh nya seperti tadi ia tak merasa tersinggung dan menganggapnya sebagai permintaan tolong.
Jisoo pun bersiap mengangkat kotak itu, dengan mengerahkan tenaganya, iapun berhasil mengangkatnya. Namun baru saja dia hendak melangkah, seseorang justru menyenggol bahunya hingga ia hampir tersungkur.
"Akh!"
Jisoo memekik karena hampir menjatuhkan kotak dalam pelukannya, namun sebelum hal tersebut tak sempat terjadi karena sepasang tangan kini menahan tubuhnya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya orang tersebut, Jisoo mendongakkan kepalanya mendapati seorang pria yang barusan menyenggolnya.
"Aku baik-baik saja." Jawab Jisoo, namun pria ini masih memegang kedua lengan Jisoo. Dia nampak menghela nafas lega, kemudian kembali berbicara.
"Maaf aku tidak sengaja." Ujarnya, matanya melirik kotak dalam pelukan Jisoo setelahnya.
"Kau mau membawa gelas-gelas ini kemana?" Jisoo langsung teringat tujuan awalnya, gadis itu membetulkan posisi kotak tersebut memastikan ia membawanya dengan aman.
"Aku hendak membawanya ke back yard." Namun tiba-tiba pria itu berusaha mengambil alih kotak tersebut, membuat Jisoo sempat terperanjat.
"Biar aku saja yang membawanya." Ujar pemuda itu langsung berjalan mendahului Jisoo, gadis itu tak sempat membantah namun kakinya refleks membuntuti langkah pria itu.
"Maaf jadi merepotkanmu." Jisoo merasa tak enak hati, namun pria itu hanya tersenyum tanpa beban.
"Aku yang menawarkan diri, jadi tidak perlu merasa demikian." Jisoo tersenyum simpul mendengar penuturan pria itu, hingga kemudian pria itu mengulurkan tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]
Fiksi PenggemarKehidupan Jisoo yang semula tentram lantas menjadi runyam setelah bertemu dengan Oh Sehun, Pria yang terus menarik nya kedalam skenario yang di buat. [19062020] ©hitchoo
![LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]](https://img.wattpad.com/cover/229907678-64-k779146.jpg)