Twenty One

1.1K 96 28
                                        


"Aku akan menemui klien dulu. Kau tak apa aku tinggal sendiri?" Sehun tiba-tiba berujar setelah menerima telepon dan berbincang serius dengan orang di sebrang sana, yang tak lain adalah Baekhyun.

Jisoo menolehkan kepalanya kearah Sehun, gadis itu sejak tadi sibuk menata dekorasi balon-balon dan hiasan lainnya bersama Jinho, Haru dan Daehan. Jisoo mengangguki ucapan Sehun, namun nampaknya pemuda itu masih sedikit khawatir.

"Aku akan meminta salah satu pegawai resort untuk menemanimu-"

"Hyaa.. tidak usah berlebihan. Kenapa pula aku harus ditemani? Aku baik-baik saja, lagipula ada anak-anak disini yang menemaniku." Tutur Jisoo berupaya mengikis kekhawatiran Sehun karena harus meninggalkannya sendirian di antara orang-orang yang tak begitu Jisoo kenal.

Sehun menatapi Jisoo yang nampak asik bercengkrama dengan anak-anak kerabatnya, Jisoo memang sejatinya orang yang mudah berbaur, namun memang Sehun paham betul orang-orang disini mungkin menahan diri untuk bercengkrama dengan gadis itu karena pengaruh Ibunya atau mungkin Jennifer.

"Baiklah, aku tidak akan lama. Sampai jumpa.."

Sehun berpamitan kemudian mengusap kepalanya pelan dan memberikan kecupan singkat di puncak kepalanya, Jisoo menatap kepergian Sehun setelah melambaikan tangannya singkat.

Setelah kepergian Sehun, Jisoo kembali menyibukkan diri dengan dekorasinya bersama anak-anak. Tak lama kemudian seseorang menghampirinya, Minkyung yang memang sedari tadi juga mengawasi Jinho memutuskan untuk menghampiri Jisoo.

"Hiasannya sudah cukup, lebih baik kalian makan dulu." Ujarnya dengan tatapan tertuju pada ketiga anak kecil didepannya, Jinho pun hanya bisa menuruti Sang Ibu, bocah itu beranjak dan mengajak serta dua bocah lainnya untuk makan, menyisakan Jisoo bersama Minkyung.

"Ehm, Sehun pergi kemana?" Minkyung membuka suara namun tetap memasang ekspresi datar seolah acuh tak acuh, Jisoo menolehkan kepalanya seketika sedikit kaget karena Minkyung mau mengajaknya berbicara.

"Dia ada pertemuan dengan klien." Jawab Jisoo dengan senyuman ramahnya. Minkyung berusaha mengatur reaksinya, sejauh ini jika boleh jujur dia belum mendeteksi sikap buruk gadis didepannya ini, tak seperti yang diceritakan Jennifer maupun Hanna.

"Ayo bergabunglah untuk makan siang dulu." Mendengar ajakan Minkyung, Jisoo langsung mengangguki kemudian mulai membereskan barang-barang bekas dekorasi tersebut. Minkyung berjalan duluan ke ruang makan, sedangkan Jisoo menyusul.

Namun saat Jisoo melewati teras, tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu hingga tubuhnya hampir terhuyung ke belakang. Jisoo memekik karena terkejut, dia berusaha menyeimbangkan tubuhnya namun tak bisa. Saat hampir terjatuh seseorang justru menahan tubuhnya dari belakang.

Jisoo sedikit terperanjat saat menyadari Minhyuk lah orang yang barusan menahan tubuhnya. Posisi mereka saat ini cukup membuat Jisoo tak nyaman dengan Minhyuk yang memegang pinggang beserta bahunya dari belakang. Buru-buru Jisoo menegakan tubuhnya dan refleks menjauh.

"Maaf dan terima kasih Minhyuk-ssi." Ucap Jisoo, Minhyuk sempat kecewa saat Jisoo kentara menjauhi nya namun mendengar ucapan Jisoo barusan dia memberikan senyum pada Jisoo.

"Tidak masalah Jisoo." Balasnya. Jisoo sudah hendak akan pamit dan berbalik pergi namun dia mendengar Minhyuk meringis pelan sambil memegangi sebelah punggung tangannya. Jisoo meliriknya dan melihat punggung tangan Minhyuk berdarah.

"Eoh? Minhyuk-ssi ada apa dengan tanganmu?" Minhyuk mengangkat tangannya singkat, menunjukkan luka di punggung tangannya.

"Ah, aku hanya sedikit terluka saat membantu dekorasi tadi." Tutur Minhyuk, Jisoo yang mendengar hal tersebut jadi tidak enak hati. Dia berpikir luka Minhyuk mungkin semakin parah karena menahan tubuhnya tadi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 02, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang