•
•
•
Bagi Jisoo, Oh Sehun adalah definisi orang yang ngelunjak sesungguhnya. Hal ini tentunya beralasan, mengingat setelah tempo hari pria itu memakan masakan buatannya sejak saat itu pula Oh Sehun seringkali menyuruhnya memasak makanan untuknya.
Oh Sehun tanpa segan menjemput Jisoo di Kantor nya untuk kemudian mengajaknya berbelanja dan menyiapkan makan malam di Apartemennya. Kim Jisoo awalnya keberatan dengan hal ini, namun karena Sehun mengiming-imingi akan memberikan nya upah sebagai koki pribadi nya, maka kesempatan itu ia ambil dengan senang hati, well, tak ada yang menolak jika berhubungan dengan uang. Terlebih Sehun juga membiarkannya ikut memakan masakannya, sehingga Jisoo juga tak perlu mengeluarkan uang untuk makan malam.
Suasana kantor mulai sepi mengingat jam pulang telah berlangsung sejak setengah jam yang lalu, Jisoo yang kebetulan ada pekerjaan tambahan membuatnya harus pulang telat hari ini. Bibir nya sedari tadi mendesis kesal karena ponselnya yang terus bergetar menghantarkan pesan dari Oh Sehun yang terlampau jenuh menunggu. Padahal Jisoo juga tidak memintanya menunggu tuh.
"Oh Jisoo-ya? Baru pulang juga?" Jisoo berpapasan dengan Taeyong begitu keluar dari lift dan melangkah menuju lobby. Mereka kini berjalan beriringan menuju pintu keluar.
"Iya, Taeyong." Sahut Jisoo sambil tersenyum, Taeyong ikut tersenyum melihatnya.
"Mau pulang bersama tidak?" Tawar Taeyong, Jisoo sempat enggan untuk menolak begitu menatap langsung mata bulat Taeyong yang menggemaskan. Namun suara ponselnya kembali mengusik.
"Uh- kurasa lain kali saja, karena aku ada urusan di luar dan tidak langsung pulang." Alibi Jisoo, Taeyong nampak mengangguk memahami nya.
"Baiklah, oh iya besok mau ikut makan siang bersama ku tidak? Aku traktir ayam goreng kesukaanmu." Ujar Taeyong yang membuat mata Jisoo langsung berbinar, kepalanya tanpa ragu mengangguk dengan cepat.
Taeyong yang melihat tingkah Jisoo merasa itu menggemaskan, dengan refleks dia mengusap pelan rambut Jisoo sebelum berpamitan menuju basement. Jisoo melanjutkan langkahnya keluar gedung dengan senyuman yang masih bertengger, membuat sepasang mata yang sedari tadi menatapi kedatangannya memicing curiga.
Jisoo telah mengetahui keberadaan Sehun lantas dengan santai menghampiri nya, namub walau wajahnya di tutupi oleh masker Jisoo dapat menebak pria itu tengah memasang wajah cemberut saat ini.
"Ayo..." Tangan Jisoo di tarik pelan untuk segera memasuki mobil sport hitam miliknya.
•
Seperti biasanya, mereka akan mengunjungi supermarket terlebih dahulu dalam perjalanan pulang untuk berbelanja bahan makanan. Jisoo nampak berjalan didepan sambil sibuk memilah-milih bahan makanan, sedangkan Sehun mengikutinya sambil mendorong troli atas perintah Jisoo.
"Oh Sehun, bisa ambilkan nori nya di rak sebelah." Ujar Jisoo yang tengah sibuk memilih daging dalam pendingin, Sehun menurut saja dia berjalan menuju rak berisi nori.
"Sehun Oppa?" Seorang wanita yang kebetulan berada di rak yang sama memanggil namanya, Sehun lantas menolehkan kepalanya. Wanita bernama Jennifer Kim itu tanpa ragu merangkul lengannya.
"Oh my god, ternyata benar Sehun Oppa." Ujarnya lagi dengan girang, Sehun refleks memundurkan tubuhnya saat perempuan itu terus berusaha menempel dengannya.
"O-oh, Jennifer." Sahut Sehun basa basi, dalam hati dia ingin segera pergi dari hadapan perempuan ini. Namun Jennifer terus bercerocos mengajaknya berbincang walau nampak jelas Sehun enggan menggubrisnya.
Jennifer adalah perempuan yang dikenalkan Ibu nya beberapa bulan lalu, dia merupakan putri salah satu teman sang ibu. Ibu nya bahkan berpikir mereka begitu cocok, apalagi Jennifer juga secara terang-terangan menunjukkan ketertarikan pada Sehun.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]
FanfictionKehidupan Jisoo yang semula tentram lantas menjadi runyam setelah bertemu dengan Oh Sehun, Pria yang terus menarik nya kedalam skenario yang di buat. [19062020] ©hitchoo
![LOVE SCENARIO [Sehun Jisoo]](https://img.wattpad.com/cover/229907678-64-k779146.jpg)