Sore hari telah tiba, kini saatnya Stava, Kavone, Sika dan Stavone mempersiapkan untuk hari Ibu. Stava membangunkan kedua adiknya yang masih tidur nyenyak. Stava dan kedua adiknya berencana ingin merayakan hari Ibu di teras rumah sebelah. Mereka pun pergi ke rumah sebelah untuk menghias terasnya dengan balon dan tulisan yang dibeli Kavone sehabis kuliah. Setelah semua siap, Stava menunggu kuenya datang.
"Stava, kamu sudah pesan kue kan?" tanya Stavone.
"Sudah Yah, kita tunggu sebentar ya!" jawab Stava sambil memegang handphone di tangan kiri sambil menunggu pesanan datang.
"Oke." Beberapa menit kemudian, pesanan mereka telah sampai, Stava pun mengambil dan membayarnya. Akhirnya semua telah siap. Stava pun menjemput Tika yang berada di rumah.
"Ibu!" panggil Stava yang masuk rumah melalui pintu belakang.
"Iya," jawab Tika yang berada. Di ruang keluarga.
"Sini dong!" pinta Stava. Tika pun menghampiri.
"Apa?" tanya Tika. Tampak Stava yang membawa potongan kain berwarna merah.
"Sini mendekat!" jawab Stava. Tika pun melaksanakan perintah anak sulungnya. Tanpa berlama, Stava langsung menutup kedua mata Tika dengan potongan kain tersebut.
"Stava, kamu mau apakan Ibu?" tanya Tika yang berjalan dengan mata tertutup kain.
"Ada sesuatu Bu!" jawab Stava yang menggandeng Tika.
"Sesuatu apa sih?" tanya Tika penasaran yang sudah sampai di teras rumah sebelah. Stava tidak menjawab dan langsung membuka mata sang Ibu.
"Selamat hari Ibu!" ucap Stava, Sika, Kavone dan Stavone bersama.
"Haaaaaaa.... Makasih!" Tika terharu dan meneteskan air mata. Lalu ia memeluk ketiga anaknya dan suami tercinta.
"Selamat hati Ibu, ya Bu, semoga Ibu sehat selalu, panjang umur, dan selalu dalam perlindungan Allah S.W.T." do'a Sika yang baru saja terlepas dari pelukan Tika.
"Makasih sayang, kamu sekolah yang pintar ya!" nasehat Tika.
"Iya Bu!" jawab Sika sambil mencium kedua pipi sang Ibu. Semua begitu satu per satu.
"Silakan potong kue-nya Bu!" pinta Stava. Tika pun memotong kue spesial hari Ibu yang telah dibeli Stava.
"Yeeeeeeeeee!" sorak ketiga anaknya setelah kue terpotong. Selanjutnya, Tika memberi kue kepada anak dan suaminya.
Di tengah kebahagian mereka, tiba-tiba terdengar suara teriakan wanita yang sangat keras. "Suara apa itu?" tanya Stava dengan sendok tertempel di mulut.
"Abaikan saja!" jawab Stavone yang juga sedang menikmati kue.
Setelah kuenya habis tersantap, Stava menyuruh Tika untuk membuka kado. Di situ ada 4 kado dari Stava, Kavone, Sika dan Stavone. Kado dari Stava berisi tas dan baju, dari Kavone berisi perhiasan berupa kalung dan cincin, yang dari Sika berisi gaun, dan dari Stavone berisi baju gamis jumbo. "Wauuuu, Ma Sya Allah, Tabarakallah, terima kasih banyak!" kagum Tika sambil menyobek kertas kado dan telah mengetahui isinya.
"Bagaimana, apakah Ibu suka?" tanya Stava.
"Suka banget dong!" jawab Tika yang masih sibuk merobek kertas kado.
Usai perayaan hari Ibu. Stava dan kedua adiknya membersihkan sisa kertas kado dan lain-lain. Setelah selesai, mereka bertiga masuk ke rumah sebelah dan mengobrol. Sekarang mereka sudah menganggap rumah sebelah tersebut sebagai rumah sendiri dan mereka bebas mau ngapain saja di rumah itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Misteri Rumah Sebelah (Completed)
HorrorHello everyone👋Dalam cerita ini, saya mengisahkan seorang perempuan bernama Stava yang tinggal disebuah kota kecil bernama Deru. Rumahnya tidak terlalu besar, namun di sebelah rumahnya terdapat rumah mewah dan megah. Sayangnya, rumah itu kosong sej...