Jaehyuk menghentikan motornya di tempat parkiran, dia terburu-buru masuk sampai lupa jika helm nya belum ia buka.
Beberapa pasang mata tentu melihatnya, dan ada juga yang menahan tawa karena tingkahnya.
Tepat di depan toko Jaehyuk membelalakan kedua matanya. Asahi tidak ada di sana!
Jaehyuk panik. Dia menatap sekitarnya khawatir, bahkan dia tak sadar orang-orang yang tengah mentertawakannya.
Risih dengan hal itu, Jaehyuk membuka helm nya dan menentengnya. Bukan berniat tebar pesona, namun lihatlah siapa yang terdiam ketika melihat visualnya.
Orang-orang yang tadi mentertawakannya terdiam.
Pundaknya ditepuk pelan, membuatnya hampir mengumpat. Dia menoleh dengan cepat. Berharap jika itu Asahi.
"Junkyu?"
"Kenapa lo? Kayak orang dongo tau!" Terang Junkyu, malu dia tuh pas tau jika yang menjadi bahan tertawaan tersebut adalah sahabatnya sendiri.
"Bacot!" Kata Jaehyuk, dia kembali melihat sekitarnya, siapa tahu Asahi tidak jauh dari lantai satu. Kemudian dia menatap sahabatnya yang kebingungan dengan tingkahnya. "Bantu gue."
Tanpa persetujuan, Jaehyuk langsung menggeret Junkyu untuk mengikutinya. Dia akan ke pusat informasi. Ini benar-benar darurat!
Sesampainya di sana, ia langsung menjelaskan ciri-ciri orang yang dia cari. Tak lupa menyebut nama yang sangat asing bagi Junkyu.
"Asahi siapa?"
Jaehyuk tak menjawab, dia kembali menggeret sahabatnya untuk naik ke lantai tiga. Junkyu yang di geret cuma bisa misuh-misuh.
Dia disini mau belanja loh!
Mata Jaehyuk terlihat sekali khawatir, dia menatap Junkyu serius. "Lo denger ciri-ciri yang tadi gue jelasin kan? Lo cari dia di sini, jangan lupa kabarin gue."
"Iya-iya! Tapi Asahi itu siapa dulu ajir?! Pacar lo?!"
"Iya pacar gue. Makanya cari cepetan! Nanti kalo dia di culik om om pedo bahaya bangsat!" Jawab Jaehyuk frustasi.
Tak butuh protesan lagi dari sahabatnya, Jaehyuk langsung pergi untuk ke lantai 4. Dia gak akan nyerah, Jaehyuk tahu ini salahnya.
Lagi pula ide setan manah sih yang mempengaruhinya semalam!
Jaehyuk sudah mengelilingi lantai 4 yang luasnya lumayan bikin engap di pagi pagi begini. Dia membuka notif masuk pada ponselnya.
Decakan keluar dari bibirnya, Junkyu bilang tak ada Asahi di lantai 3, dengan begitu Jaehyuk langsung menyuruh Junkyu untuk ke lantai dasar, takut Asahi sudah berada di sana.
Sedangkan dirinya memilih lanjut hingga ke lantai terakhir. Pusat informasi belum ada kabar sama sekali.
Jaehyuk capek, semuanya sudah ia periksa. Bahkan sampai ke toilet-toiletnya. Toilet laki-laki tentunya, lagi pula gak mungkin Asahi nyasar ke toilet perempuan iya kan?
Dia masih berdiri di dekat toilet laki-laki. Pada saat keluar dia mendengar, teriakan melengking dari toilet perempuan.
Matanya melebar seketika, dia takut dugaannya benar jika Asahi ada di sana. Alias salah masuk toilet. Namun ternyata salah.
Mereka, para perempuan berteriak karena ada kecoa.
Jaehyuk mendengus kesal. Dia sudah harap-harap cemas tadi. Ia pun memilih keluar dari toilet dan memilih untuk kembali ke lantai dasar.
•••
"Coba ke parkiran gimana?" Saran Junkyu, tangannya sibuk memegang air mineral yang ia beli tadi. Capek banget, dia ini kan kerjaannya suka rebahan terus tiba-tiba di suruh ngelilingin pusat perbelanjaan, ya jelas langsung engaplah!

KAMU SEDANG MEMBACA
Manequin | Jaesahi
FanfictionAwalnya Jaehyuk hanya membeli setelan pakaian saja, ia tak mengira akan mendapat bonus lain yaitu berupa manequin. Bukan seperti manequin kebanyakan, miliknya ini bahkan sama persis seperti manusia sungguhan. ••• BxB Area Jangan salah lapak Jaehyuk...