13. Jalan-Jalan

1.7K 324 56
                                    

Hai? Rindu book ini gak?

--
Gumaman panjang tak bernada dari dua pemuda cantik itu membuat fokus Jaehyuk teralihkan, tangannya yang tadi bergerak menulis langsung menoleh pada dua makhluk tersebut.

"Kalian ngapain?"

Masalahnya posisi mereka berdua sangat-sangat ah entahlah, absurd. Dengan junkyu yang memposisikan tubuhnya terbalik di sofa dan asahi juga mengikutinya. Yang berbeda adalah bagaimana posisi kepala mereka, junkyu yang menatap langit-langit rumah dan asahi yang menatap karpet berbulu.

"Bosen. Lo gak ada niatan ajak kita jalan-jalan gitu hyuk?" Tanya junkyu tanpa mengubah posisinya.

Asahi yang mendengar 'jalan-jalan' lantas membenarkan posisi duduknya, dia lasung bersila dan menatap pemuda tampan yang duduk terpisah dengan mereka. "Jaejae, sahi mau jalan-jalan, bosan." Keluhnya yang mana mendapat dua jempol yang terbalik dari junkyu.

"Mantep," junkyu menatap sahabatnya penuh harap. "Sahi nih yang minta, ayo dong jalan-jalan, lo gak kasian dia di rumah mulu? Masa iya lo tega sih hyuk ngekarantina asahi setiap hari."

"Karantina?" Asahi memiringkan kepalanya, dia bingung dengan kosa kata baru tersebut. "Itu apa?"

Junkyu bangun, membenarkan posisinya dan segera mengambil posisi dudum sila di sebelah asahi. "Karantina itu kayak sahi dikurung di rumah, gak boleh keluar dan ngebosenin banget. Karantina itu sama dengan siksaan gak bisa keluar." Jelas junkyu.

Mendengar penjelasan itu asahi mengangguk mengerti, berbanding balik dengan jaehyuk yang mendelik tajam ke arah sahabatnya tersebut.

"Lo karantina diri sendiri selama 17 tahun kagak mati tuh." Sindir Jaehyuk.

"Ya karena karantina gue tuh beda dari yang lain, lagian gue masih bisa keluar kali." Elak junkyu.

Di keributan antar sahabat itu, asahi hanya diam, kakinya ia luruskan perlahan, tangannya ia rentangkan ke depan, memperlihatkan jari lentik dan cincin perak di jarinya. "Eum, jalan-jalan, ayo" ajak asahi sekali lagi dengan suara yang merengut, dia sudah sangat bosan di rumah.

Junkyu menoleh, dia tersenyum manis, "iya sahi, kita jalan-jalan kok, tapi sama junkyu aja mau ya?"

"Hanya berdua?" Tanya asahi sambil memperlihatkan dua jarinya.

"Enggak kok bertiga, tapi bukan sama jaehyuk--" dengan sengaja junkyu menjeda kalimatnya, dia melirik ke arah sahabatnya yang kelihatan mulai menatapnya dengan tatapan sulit di artikan. "--kita pergi sama ruto, sahi mau kan?"

"MAU!"

"GAK BOLEH!"

Tentu saja yang menolak barusan adalah Jaehyuk. Gak ada yang namanya ajak si tiang, bisa-bisa asahi di ambil tanpa sepengetahuan dari dia, jaehyuk masih belum bisa mastiin kenapa tuh anak kayaknya tertarik sama manekin manisnya ini.

Junkyu berdecih, giliran bawa-bawa nama haruto baru di respon, padahal dia kan mau ajak haruto juga biar ada temennya nanti, siapa tau aja pendekatan dia berhasil ya kan?

"Terus lo maunya gimana?"

"Oke, kita jalan-jalan," asahi lantas memekik senang dan junkyu ikut memeriahkan dengan teriakkannya. "Tapi, cuma asahi, lo sama gue doang. Gak pake nambah orang lagi."

"SIAP KAPTEN!" Hormat junkyu dengan segala semangatnya yang tertinggal selama 17 tahun, sedangkan asahi hanya ikut-ikutan.

--

Jaehyuk benar-benar membawa dua orang- ah maksudnya satu manekin dan satu mahkluk ghaib yang haus akan jalan-jalan ke pantai. Dia membawa mobil yang bahkan jarang ia gunakan.

Mereka sudah sepakat tak membawa orang lain, tapi beban yang mereka bawa membuat jaehyuk mengumpat--hanya pada junkyu tentunya. Dia mana tega kalau mengumpati asahi yang sangat manis.

"Kenapa harus bawa makanan sebanyak itu sih kyu?"

Junkyu yang duduk di belakang, menatap sang supir alias sahabatnya itu dengan delikan. "Ini tuh wajib dibawa, gue kalo kecapean maen, bawaannya mau makan orang alias kelaperan!"

"Terserah."

"Untung sahi manekin, jadi junkyu gak akan makan sahi." Gumam asahi pelan.

Walaupun hanya sekedar gumaman, tapi telinga junkyu masih sehat dan gak perlu dibawa ke dokter telinga, "Manekin? Maksudnya?"

Ckiit!

"Aduh goblok sia! Kalo mao ngerem bilang dong!" Kesal junkyu, dia hampir terlepas dari sabuk pengamannya sendiri karena jaehyuk yang berhenti mendadak.

Jaehyuk berdehem canggung, dia menatap asahi yang terlihat terkejut, matanya membulat lucu. "Sorry... gue... gue gak fokus." Alasannya.

"Sahi gapapa?" Tanya jaehyuk khawatir, dia mengusap pucuk kepala asahi dengan lembut.

Asahi menoleh, dia tersenyum. "Gak apa jaejae, sahi cuma kaget." Ungkapnya dengan jujur.

"Maaf ya, jaehyuk gak fokus tadi." Kata Jaehyuk meminta maaf lagi. Kemudian mulai menjalankan mobilnya kembali.

Gak tau aja makhluk yang sudah beneran jadi mahkluk ghaib hampir ngeluarin tanduknya. Junkyu ini masih punya mata loh, sakit hati liat keuwuan di depannya. Ya tuhan, cepetin haruto suka balik sama junkyu tolong, batinnya penuh harap.

Sesampainya di pantai, junkyu langsung keluar dari mobil dengan membawa keranjang makanan yang terisi penuh. Matanya berbinar menatap pantai yang hanya tinggal beberapa langkah lagi.

Jaehyuk keluar dari mobil lebih dulu, memutari mobilnya dan membuka pintu penumpang, dia segera menggenggam tangan asahi.

Bukan apa-apa, dia cuma takut asahi hilang atau parahnya diculik. Asahi itu terlalu polos dan manis, bisa-bisa di lirik om om pedo.

"Sahi pertama kali ke sini kan?" Tanya jaehyuk, ya mau bagaimanapun, dia saja menemukan asahi dalam bentuk manekin jadi gak mungkin kan dia udah pernah ke pantai?

Asahi menggedikkan bahunya, "gak tau, tapi ini luas, sahi suka!" Ujarnya dengan senyum yang mengembang.

Jaehyuk tersenyum, mereka berdua pun segera menghampiri junkyu yang sudah seperti kucing ketemu ikan. "Gimana?" Tanyanya pada sahabatnya itu.

"Not bad."

"Gak usah sok Inggris."

"Suka-suka gue dong, mulut--eh bentar, itu bukannya ruto?" Tunjuk junkyu pada wajah yang sangat familiar untuknya, dan yang membuatnya bingung, siapa pemuda manis pendek itu?

Jaehyuk mengikuti arah pandang sahabatnya, alisnya menukik tajam ketika melihat haruto, tapi ekspresi terkejutnya lebih mendominasi sekarang. "Itu bukannya si penjaga toko baju yang ngasih diskon dapet asahi?!"

Asahi yang namanya disebut bingung, namun tak lama dia melihat haruto yang mana membuatnya senang, dan pemuda lainnya yang pernah ia temui sebelumnya.

"Itu orang yang bawa sahi pake mobil? Yang kata jaejae mau culik sahi!"

--

a/n : gimana gimana? Makin penasaran gak? Ayo komen yang banyak ya hehehe

Btw big thanks buat kalian yang mempertahankan book ini sampai sebulan HAHAHA

Oke, segitu aja.... bye!




























Salam Gami!♡

Manequin | JaesahiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang