Keadaan di kota itu benar-benar sudah kacau. Puluhan gedung dan rumah-rumah rata menjadi tanah akibat kejahatan Gavin sebelumnya. Orang-orang hanya bisa melihat dari jauh, tak bisa berbuat apa-apa.
Semua musuh sudah kembali berdiri. Feri, Kosmo dan Andet siap siaga. Hanya saja, ketika kelima makhluk itu hendak kembali menyerang mereka. Sesuatu yang tidak kasat mata. Hanya Meara dan Doni serta para Zoodam yang mampu melihatnya. Bagi manusia biasa termasuk Pemegang Bintang pelangi itu, mereka hanya melihat kelima makhluk-makhluk tersebut seperti berkelahi sendiri.
“Siapa makhluk-makhluk berjubah putih itu?” Doni bertanya ke Feri, setelah sadar. Feri tidak menjawab, memperhatikan lebih dalam- Meskipun tidak ada apapun yang dilihatnya.
“Apa mungkin mereka adalah…”“Yah.. mereka adalah rombongan jubah putih itu” Lion menjawab dari pikiran.
“Bukankah tugas mereka hanyalah menangkap kau Yara? Atau, itu berarti kelima makhluk itu..”
“Mereka jelmaan dari kaum yara. Ada yang memerintah mereka untuk merebut senjata pusaka milik kalian. Tujuannya adalah untuk mem
Melemahkan kekuatan kalian.” Kata Lion.
Tidak berapa lama kelima makhluk itu Nampak tidak bisa bergerak, sekejap kemudian mereka hilang. Kemana mereka? Semua orang terheran-heran, sekaligus lega, dengan demikian mereka tidak lagi harus menghadapi 5 musuh tersebut.
Gavin mengubah wujud menjadi gorilla raksasa berkepala tiga. Ia membuka mulut, dan keluarlah seseorang yang mengenakan pakaian seluruhnya berwarna hitam, Gor-Gor. Mata Meara membesar, menelan ludah.
“Astaga..Kau kembali hidup putri Meara..” Ia tersenyum. “Bagus sekali. Makhluk-makhluk bumi yang hebat juga berkumpul disini. Luar biasa. Aku jadi lebih semangat untuk merebut bintang hitam yang ada di keningmu putri cantik.” Gor-Gor melompat, sedikit mendekat ke arah Meara.
“Jauhi Meara…” Feri berteriak.Gor-Gor menoleh. Nyengir. Berjalan mendekat ke arah Feri. “Kalian benar-benar lucu. Lihatlah diri kalian, kalian adalah pahlawan bumi. Dan astaga, kenapa kalian harus menutupi wajah dengan jubah berwarna-warni ini. Memalukan. Dengan kostum kalian seperti ini, kalian pikir bisa menghalangiku untuk merebut bintang di kening sang Putri?” Ia tertawa merendahkan. “Apa yang akan kalian lakukan?” Gor-Gor mengubah ekspresi wajah menjadi serius.
“Akan melakukan ini..” Feri sudah menghantamkan pukulan tanah ke dada Gor-Gor. Gor-Gor terseret beberapa langkah. Nyengir ketika sudah berhenti. Menepuk-nepuk bajunya.
“Pukulan yang lemah.. Gavin, mari dimulai.” Katanya menoleh ke arah Gavin. Gavin mengeluarkan suara erangan, memukul-mukul dada. Gavin memberikan hantaman dari atas ke arah Feri, hantaman yang sangat dahsyat, tanah sampai retak dibuatnya.Beruntung, Feri sudah menghindar, menaiki tubuh Fly-Fly. “Gorilla ini sungguh menyebalkan..” Katanya. Feri memanjangkan tongkat, menangkis serangan tangan Gavin. Kosmo membantu, ia mengeluarkan kapak besar, menebas salah satu kepala Gorilla. Meskipun begitu, tidak ada darah yang keluar. Semua orang yang melihat sudah berseru riang, berpikir bahwa itu kabar baik.
“Yahhh.. Berhasil!!” Kosmo bersorak.“Tidak.” Kata Dabo. Beberapa detik kemudian, kepalanya yang sudah berada di tanah, melayang dan kembali menyatu.
“Gorilla menjijikkan.” Kosmo mendengus.
Sedangkan Gor-Gor sudah berhadapan dengan Andet, dibantu Lefi.
Andet menebaskan pedang ke arah Gor-Gor, Gor-Gor mengelakinya dengan begitu santai. Andet tidak menyerah, ia terus menyudutkan Gor-Gor hingga ke dinding gedung. Langkah gor-gor terhenti, ia benar-benar sudah tersudut diantara dinding-dinding.
“Mati kau.” Andet mengeluarkan pyrokinesis. Ia menyemburkan api dari tangan, mengarah ke gor-gor.
“Hebat !!" Orang-orang yang melihatnya, berteriak.
Napas Andet tersengal, ia mulai kehabisan tenaga dalam. Andet memasukkan Nowi ke keningnya untuk memulihkan Psi. Sayangnya, Gor-Gor ternyata belum mati. Persis ketika Nowi masuk ke kening Andet, Gor-Gor muncul di belakang Andet. Andet kaget, menoleh.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAINBOW STAR (Selesai)
FantasiManusia sebetulnya memang mempunyai kekuatan dalam dirinya untuk mengendalikan kekuatan air, bumi, udara, atau apapun itu, kekuatan ini biasa disebut sebagai "Kinesis". Bintang-bintang ciptaan Meara membantu kekuatan dalam diri kelima pemegang "Rain...