"Hari ini panas banget, aku nggak mau kalo ntar pacar aku kepanasan."
***
SIANG ini sekolah SMA Aksara Bangsa bebas, jadi para siswa dipulangkan lebih awal. Tapi kenyataan ini justru malah membosankan untuk sebagian dari mereka, lebih baik jamkos bukan? Dari pada pulang lebih awal.
Atharka bilang sepulang sekolah ia ingin membawa Binar ke jalan ke salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta untuk membelikan gadis itu hadiah. Sudah dari kemarin Atharka menahan niatnya untuk memberikan gadis kesayangannya itu hadiah.
Kini Atharka sedang menunggu Binar yang tengah mengganti seragamnya di ruang tamu rumah Binar. Sedangkan dirinya, hanya mengenakan jaket untuk menutupi seragamnya. Setelah beberapa jam kemudian Binar baru keluar dari kamarnya terlihat ia sedang menuruni anak tangga. Gadis itu mengenakan rok putih tulang dengan atasan baju lengan pendek berwarna maroon dan dilapisi dengan cardigan rajut oversize putihnya.
"Tumben kamu bawa mobil," ucap Binar saat sudah berdiri di depan Atharka. Pasalnya pacarnya itu jarang sekali membawa mobil pergi ke sekolah. Ia selalu memakai motor kesayangannya sebagai alat transportasi terbaiknya. Tadi Binar belum sempat menanyakan hal itu padany dan mungkin ini waktu yang tepat, sekaligus untuk mengalihkan rasa canggung. Sebab entah mengapa setelah malam itu sifat Atharka sangat berubah, mungkin...menjelma menjadi soft boy.
Atharka tersenyum tipis. "Hari ini panas banget, aku nggak mau kalo ntar pacar aku kepanasan," jawab Atharka santai dengan senyuman manisnya yang sangat jarang sekali terlihat.
Satu kalimat itu mampu membuat perasaan Binar tak karuan. Pipi gadis itu memanas, ia yakin bahwa saat ini pipi sialannya itu memerah padam. Siapa yang mengajari pacar galaknya itu berkata manis? Apakah kalimat itu termasuk gombalan? Sebab pacarnya itu sangat jarang, bahkan tidak pernah melakukan hal romantis seperti apapun itu.
"Hilih, biasanya juga pulang sekolah panas-panasan sama kamu, aku nggak masalah," jawab Binar cepat menutupi pipi blushing-nya seraya berjalan mengikuti Atharka yang sudah melangkah terlebih dahulu.
Tak jarang mereka terkena terik matahari, terlebih saat terjebak macet. tetapi Binar tidak pernah memasalahkan itu. Pulang bersama Atharka adalah hal yang menyenangkan untuk Binar. Apapun keadaannya.
Di dalam mobil Range Rover hitam milik Atharka hanya ada suara gurauan mereka dan juga suara musik yang mengalun dengan indah. Tanpa terasa kini mereka sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan yang sangat besar yang mereka tuju. Atharka melepas seat belt miliknya lalu menyuruh Binar untuk menunggu dulu di dalam mobil sedangkan dirinya turun terlebih dahulu. Di detik berikutnya Atharka membukakan pintu untuk Binar.
"Yuk!"
"Let's go!"
***
"Suami kamu ke mana? Masih di kantor juga jam segini?" tanya wanita berumur itu.
Farah menyalami tangan mertuanya itu. Sebenarnya mama Robert datang ke rumah itu hanya untuk menengok cucunya. Tapi karena ia tidak melihat keberadaan anaknya sama sekali jadi ia bertanya sesekali pada Farah sebagai istri Robert.
"Neva mana? Padahal oma ke sini pengen jenguk Neva."
Farah tertawa kecil. "Dia lagi di kamar, baru pulang sekolah, Ma."
"Oiya, mama mau minum apa? Biar Farah bikinin," tawarnya.
"Jeruk hangat aja, kalo gitu mama ke kamar Neva dulu ya," ujar wanita itu.
Farah mengangguk tersenyum.
Tak menunggu waktu lama lagi, Robert datang dengan menenteng buah tangan. Ia sengaja membeli buah-buahan itu untuk anaknya dan istrinya ia juga tidak lupa membeli alpukat untuk mamanya. Robert tau mamanya berkunjung jadi karena itu ia langsung pulang tidak mau ibu bawelnya itu curiga.

KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARKA [SELESAI]
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini tentang, Atharka Putra Malendric yang temperamental dan Binara Helvana yang penurut, sabar, dan selalu mengalah kepadanya. Selama menjalin hubungan sikap Atharka selalu berubah-ubah. Yang selalu memarahinya walau hanya kare...