Warning !!!
Cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan teori teori gamenya ! Ini hanya FF khayalan author. Author hanya meminjam tokohnya saja. Kemungkinan alur akan sedikit berubah ! Typo bertebaran~
Selamat membaca !
(*'▽`*)
.
Enjoy ~
.
Chapter Sebelumnya
Setelah itu, merekapun menjalankan hari hari biasa mereka. Tetapi, tentu saja itu tidak akan berjalan dengan lama. Karena sebentar lagi, permainan yang sebenarnya akan dimulai. Dan [Name] tahu betul tentang itu. Maka dari itu, diapun juga sudah mempersiapkan dirinya dengan apa yang akan datang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Name] P.O.V.
Sudah dua minggu, aku telah tinggal di dunia ini. Semuanya berjalan lancar. Mulai dari makan, mandi, sampai bermain dengan si Trio MC, itu sudah menjadi kebiasaanku sehari hari. Selain itu, entah mengapa, aku sangat menyukai ketiga boneka tersebut.
Yap benar sekali. Mr. Hopp, Mr. Stripes, dan Miss Boo. Entah mengapa, aku sangat menyukai ketiga boneka tersebut. Walaupun aku tahu mereka berbahaya, tetapi aku tetap menyukai mereka. Mungkin, kebiasaanku bermain boneka saat kecil, terbawa sampai ke dunia ini ? Yah, itu kemungkinannya.
(Note : Btw, [Name] blm tau klo Miss Boo alias Mr. Boo tuh sebenarnya laki² yaa..)
Omong omong, saat ini aku sedang berjalan bersama Esther menuju tempat Molly dan Isaac berada, sambil terus memeluk Mr. Hopp yang sedang dipinjamkan Esther kepadaku. Saat ingin melewati lorong yang terdapat dua tangga besar, tiba tiba saja ada suara seseorang yang memanggil kami berdua dari bawah.
"Esther ! [Name] ! Dibawah sini !!" Terdengar suara familiar seseorang dari lantai bawah yang sedang memanggil nama kami berdua. Sepertinya, itu suaranya Isaac.
Setelah mendengarnya, kami berduapun langsung bergegas pergi ke bawah, menuju ke tempat Molly dan Isaac berada. Kami berjalan dengan cepat menuruni tangga besar tersebut, dan langsung berlari ke arah pintu perpustakaan, tempat Molly dan Isaac berada.
"Oh, akhirnya.." Ucap Molly, agak ketus. Sepertinya dia marah, karena kami datang terlambat.
"Kalian mau tidak, bermain petak umpet bersama kami ?" Ucap Isaac menawari kami berdua.
"Itu tidak akan adil. Kalian bisa melihat kepala besar milik Esther dimana saja !" Ucap Molly mengejek Esther.
"Kamu sangat lucu, Molly." Balas Esther dengan sarkas.
"Jangan lupa pintar dan cantik !" Ujar Molly, menambahkan. Sepertinya, dia tidak menangkap kata kata sarkas yang diberikan oleh Esther kepadanya.
Sebenarnya, aku yang mendengar Molly berkata seperti itu, menjadi merasa sedikit kesal kepadanya. Tetapi, aku memilih untuk tetap diam, agar aku tidak mencari masalah yang tidak diperlukan. Jadi, aku hanya mengeratkan pelukanku terhadap Mr. Hopp untuk mengurangi kekesalanku.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Doll [Mr. Hopp's Playhouse 2 x M!Reader]
Fantasy[ H I A T U S ] ⚠️ WARNING !!! ⚠️ Bahasa kasar & Non-Baku Homophobic menjauh !!! Hanya cerita khayalan saya :) Original buatan saya !!! Slow Update ~ ______________________________________ ________________________________ ___________________________...
![My Little Doll [Mr. Hopp's Playhouse 2 x M!Reader]](https://img.wattpad.com/cover/290224605-64-k911058.jpg)