[Chapter 5] Molly, Tunggu..!!

902 135 10
                                        


Warning !!!

Cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan teori teori gamenya ! Ini hanya FF khayalan author. Author hanya meminjam tokohnya saja. Kemungkinan alur akan sedikit berubah ! Typo bertebaran~

Selamat membaca !
(*'▽`*)

.

Enjoy ~

.

Chapter Sebelumnya

Esther yang mengerti maksud [Name]-pun, ikut tersenyum sumringah ke arah [Name]. Setelah itu, merekapun kembali lanjut berjalan sambil bergandengan tangan.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Author P.O.V.

Saat ini, keadaan di sekitar mereka terasa sangat sepi dan senyap. Mereka---, maksudnya Esther tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tetapi, seluruh rintangan rintangan yang ada telah hilang entah kemana. Sama halnya dengan itu, sosok Mr. Hopp yang selalu menghantuinya juga sudah hilang bersamaan dengan hilangnya rintangan rintangan tersebut.

Dan entah mengapa, Esther bisa merasakan dari jauh, bahwa ada sesuatu yang sedang terbakar. Sama halnya dengan Esther, [Name] juga dapat merasakan dan mencium bau sesuatu yang sedang terbakar dari lantai bawah. Penasaran dengan apa yang sedang terjadi, Esther-pun menarik [Name] untuk ikut ke bawah bersamanya, untuk memeriksa apa yang sedang terjadi.

[Name] yang ditarik, hanya menurut saja. Dia terus berjalan disamping Esther, sambil terus memikirkan seluruh kejadian yang sudah terjadi selama dia telah berpindah ke dunia game ini. [Name] terus sibuk dengan pikirannya sendiri. Dan tanpa disadari olehnya, mereka berdua telah sampai ke sumber masalahnya.

*Sfx : Bunyi suara api yang sedang berkobar*

Seperti yang ada pada gamenya, mansion yang ada di dalam mimpi buruknya Esther sedang terbakar. Apinya berkobar dengan hebatnya, membuat Esther yang melihat itu, menjadi sangat panik. Walaupun begitu, [Name] hanya terlihat biasa saja.

"Kita harus segera memadamkan api ini sebelum seluruh rumah terbakar..!! [Name], ayo tolong bantu aku memadamkan apinya !!" Dengan panik, Esther berkata sambil memasang wajah khawatir. Tidak lupa, dia juga meminta bantuannya [Name], agar apinya cepat padam.

[Name] yang dimintai tolong, hanya mengangguk mengerti, dan segera menarik Esther kembali ke lantai atas. Dia bertujuan untuk pergi mengambil beberapa ember air untuk membantu memadamkan apinya.

Splash! Splash!

Setelah dua ember air mereka lemparkan (?), dengan ajaibnya api yang berkobar dengan hebat tadi, tiba tiba saja padam. Tentu saja itu membuat Esther kebingungan dengan apa yang sedang terjadi. Tidak ingin memusingkannya, Esther memutuskan untuk memeriksa keadaan [Name] saja terlebih dahulu.

Dia agak khawatir kepada [Name], karena tadi api yang berkobar lumayan besar, dan menghasilkan asap yang lumayan banyak yang mengepul di seluruh penjuru ruangan.

"[Name], kamu tidak apa apa kan ?" Tanya Esther khawatir kepada [Name].

"Uh-Hum.." [Name] bergumam mengiyakan, sambil tersenyum tipis ke arah Esther.

Esther membalas senyum tipis [Name]. Kemudian, dia kembali menggandeng tangannya [Name], sambil melihat lurus ke arah depan tempat sesuatu benda ? sosok hitam ? atau apalah itu yang ada di depan mereka. Yang dia ketahui, sesuatu itu tidaklah baik untuk dirinya, maupun diri [Name].

My Little Doll [Mr. Hopp's Playhouse 2 x M!Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang