Warning !!!Cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan teori teori gamenya ! Ini hanya FF khayalan author. Author hanya meminjam tokohnya saja. Kemungkinan alur akan sedikit berubah ! Typo bertebaran~
Selamat membaca !
(*'▽`*).
Enjoy ~
.
Chapter Sebelumnya
Sedangkan disisinya [Name] saat ini, dirinya terlihat lebih tenang daripada Esther. Walaupun begitu, sebenarnya di dalam lubuk hatinya itu, dia sudah merasakan firasat yang buruk, dikarenakan dirinya yang sangat tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
'...sial :)' Batin [Name] yang mengumpat dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Author P.O.V.
Esther menatap bingung ke arah lorong yang telah mereka lewati untuk yang kesekian kalinya. Dia menghentikan langkahnya sambil menatap bingung ke arah area di sekitarnya.
"Ada apa ?" Tanya [Name] kepada Esther yang saat itu sedang terlihat kebingungan.
"Ah ! Uh.. aku rasa, sepertinya kita hanya berputar putar saja deh, [Name].." Dengan agak sedikit tersentak, Esther menjawab pertanyaan singkat dari [Name].
[Name] hanya terlihat seperti sedang mengangguk mengerti. Kemudian, dia melihat ke arah sebuah lukisan besar yang terpampang di dinding. Dirinya menunjuk ke arah lukisan tersebut sambil berkata, "Tidak. Lukisannya berubah." Dengan dua kalimat tersebut, [Name] berhasil membuat Esther kembali menatap nya dengan kebingungan.
"Huh ? Apa maksudmu---" Esther segera menghentikan perkataannya, ketika menyadari bahwa perkataan yang telah dikatakan oleh [Name] adalah sebuah kebenaran.
Lukisan besar tersebut, terlihat berubah. Dari tadinya menampak kan seorang gadis kecil saja, telah berubah menjadi sebuah lukisan yang di dalamnya terdapat gadis kecil yang pertama kali mereka lihat dan seorang Matron.
"Hmm.. Apa maksud dari lukisan itu ya ? [Name], kira kira kau tahu tidak maksudnya apa ?" Sambil dengan memasanh pose yang sedang berpikir, Esther bertanya kepada [Name].
Sayangnya, [Name] yang malas untuk menjelaskannya pun, akhirnya lebih memilih untuk diam dan menggelengkan kepalanya saja. Membuat Esther yang saat itu sedang penasaran pun, menjadi kecewa.
"..Ooh.. Huft. Baiklah kalau begitu, mau bagaimana lagi. Yasudah, ayo kita lanjut lagi, [Name] !" Setelah mengatakan hal itu, Esther dengan otomatis kembali menggenggam tangannya [Name].
Kemudian, dia menarik [Name] untuk kembali berjalan dan mengikutinya di sampingnya. [Name] yang ditarik oleh Esther pum, memilih untuk membiarkan nya saja. Karena bagi dirinya, hal itu sudah dianggap seperti hal yang biasa.
Setelah itu, mereka pun kembali menyusuri lorong dari tempat tersebut. Yang dapat dipungkiri, bahwa perkataannya Esther maupun perkataannya [Name] masing masing ada benarnya. Lorong tersebut memang terlihat seperti sama saja perawakannya. Namun, masing masing dari lorong tersebut terdapat lukisan yang gambarnya berbeda beda.
Contohnya seperti saat tadi dan saat ini, mereka sudah kembali mendapati bahwa lukisannya sudah kembali berubah. Lukisan tersebut berubah menjadi sebuah lukisan yang bergambarkan sesosok gadis yang sedang bersama sesosok hitam dengan berlatarkan hutan. Dapat dipastikan, bahwa sosok tersebut adalah The Entity.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Doll [Mr. Hopp's Playhouse 2 x M!Reader]
Fantasy[ H I A T U S ] ⚠️ WARNING !!! ⚠️ Bahasa kasar & Non-Baku Homophobic menjauh !!! Hanya cerita khayalan saya :) Original buatan saya !!! Slow Update ~ ______________________________________ ________________________________ ___________________________...