Warning !!!
Cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan teori teori gamenya ! Ini hanya FF khayalan author. Author hanya meminjam tokohnya saja. Kemungkinan alur akan sedikit berubah ! Typo bertebaran~
Selamat membaca !
(*'▽`*)
.
Enjoy ~
.
Chapter Sebelumnya
"We will meet again soon, [Name]." Sambil tersenyum dengan.. err... manis (?), sosok corupt Dee mulai menghilang dari pandangan.
Bersamaan dengan hal itu, saat itu juga, [Name] mulai merasa bahwa penglihatannya juga mulai menggelap. Hingga akhirnya, pandangannya pun, benar benar telah menjadi gelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Esther P.O.V.
"Esther..."
"Help us..."
Entah dari mana kedua asal suara tersebut.. Tetapi suara tersebut telah menghantuiku sejak aku bangun dari mimpi buruk itu. Walaupun begitu, suara suara bisikan tersebut pun mulai agak memudar seiring diriku mulai tersadar kembali. Walau aku masih dapat mendengar nya sedikit..
Dan yang pasti, aku tau siapa pemilik dari kedua suara tersebut. Karena sebenarnya, pemilik dari kedua suara tersebut adalah suara dari kedua temanku, Molly dan Isaac. Entah mengapa, ketika aku terbangun dari tidurku, aku tidak dapat melihat kedua sosok mereka dimanapun. Hal itu, tentu saja membuatku bingung.
Namun setidaknya, aku dapat merasa lega ketika diriku dapat melihat sosok [Name] yang terbaring dengan tenang di atas ranjangnya yang berada samping tempat tidurku. Aku bangun dari posisiku, dan mendudukkan diriku ke arah samping bibir ranjangku. Tanpa sadar, helaan nafas panjang telah aku keluarkan.
Huft...
Merasa bahwa diriku telah merasa menjadi lebih tenang, aku pun memilih untuk bangun dan berdiri. Aku merasa, bahwa aku harus mulai mencari kedua sahabatku itu sebelum sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi kepada mereka berdua. Aku pun mulai berjalan menuju ke pintu keluar. Tadinya, aku ingin membangunkan [Name] terlebih dahulu untuk menemaniku.
Tetapi akhirnya, ide itu kuurungkan kembali ketika melihat ekspresi pada wajah tidurnya yang terlihat sangat tenang pada saat itu. Akhirnya, aku pun memilih untuk pergi seorang diri saja.
'Wajahnya terlihat sangat tenang sih.. Jadi ga tega..' Batinku ketika melihat ekspresi wajahnya [Name] yang terlihat sangat tenang.
Akhirnya, aku pun beranjak keluar dengan hanya seorang diri saja. Aku berjalan sambil mengendap endap, agar aku tidak membangunkan teman temanku yang lain, yang sedang tidur pada saat itu. Sekaligus, untuk menghindari perhatian seseorang yang tidak diinginkan. Dan tentu saja, seseorang itu adalah para Matron ! Aku tidak mungkin mau ketahuan seperti seorang penyusup !
Maka dari itu, aku memilih untuk terus mengendap endap, dan bersembunyi di dalam sebuah lemari jika sang Matron sudah mulai berjalan mendekat. Terkadang, aku akan berlari jika sekiranya bagiku sudah terasa aman.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Doll [Mr. Hopp's Playhouse 2 x M!Reader]
Fantasy[ H I A T U S ] ⚠️ WARNING !!! ⚠️ Bahasa kasar & Non-Baku Homophobic menjauh !!! Hanya cerita khayalan saya :) Original buatan saya !!! Slow Update ~ ______________________________________ ________________________________ ___________________________...
![My Little Doll [Mr. Hopp's Playhouse 2 x M!Reader]](https://img.wattpad.com/cover/290224605-64-k911058.jpg)