7

12 1 0
                                    

Happy Reading

***

"Hai Clarice. long time no see."

"Sorry. Lo siapa ya?"

"Sayang, masa kamu lupa? Aku Bara mantan kamu."

"Sorry, lo mungkin salah orang."

"Aku gak mungkin salah orang. Kita pernah pacaran pas smp. Dan kamu putusin aku gitu aja."

"So? Kalo gue mantan lo gue harus apa? Balik lagi sama lo?"

"Kalo kamu mau ayo balikan." Ujar Bara sambil menarik sebelah lengannya. Risa pun memberontak.

"Gausah kurang ajar ya lo!" Bentak Risa karena risih atas perlakuan Bara.  Sebenarnya ia bingung dengan kondisi ini. Karena memang tidak dijelaskan dalam cerita yang ia baca.

Bara masih mencekal lengan Risa dengan kuat. Hingga cekalan pun terlepas.

"Bisa gak usah kasar?" Ujar seorang pria yang tak lain adalah Zayn. Risa melihat rahang pria itu mengeras dan tatapannya pun tajam.

"Lo siapa? Gak usah ikut campur deh lo."

"Gue pacar Clarice."

"Ohh jadi dia yang bikin kamu udah gak mau lagi sama aku Clarice." Ujar Bara sambil menatap Clarice yang kini posisinya dibelakang tubuh Zayn.

"Heh. Gue aja gak kenal lo ya. Buat apa gue mau sama lo yang kelewat kasar."

"Aku kayak gini itu karena kamu Clarice."

"Cabut gak lo!" Usir Zayn

"Gue gak mau, sebelum Clarice balik sama gue."

"In your Dream. Pergi atau gue suruh satpam untuk usir lo secara tidak terhormat."

"Oke, liat aja Clarice. Gue akan balas semua perlakuan lo yang tidak menyenangkan ini."

Zayn pun membalikkan tubuhnya ke arah Clarice. Ia menggertakkan giginya menahan kesal pada saat tatapannya ke lengan Risa yang sudah merah.

"Dia siapa sayang?"

"Aku gak tau, Zayn. Dia datengin aku dan ngaku-ngaku mantan aku."

"Yaudah, gak usah dipikirin. Kita pulang ya dan obatin lengan kamu."

Merekapun pulang. Diperjalanan sepasang ke kasih ini masih berkecamuk dengan pikirannya masing-masing. Zayn yang masih mengelus lembut lemgan Risa. Sedangkan Risa asik dengan dunia mimpinya. Zayn tidak mengantarkan Risa ke rumahnya karena dirumahnya sedang tidak ada orang. Zayn tidak tega harus meninggalkan kekasihnya sendirian dirumah. Lagi pula itu akan berbahaya. Dengan inisiatifnya Zayn membawa Risa ke rumahnya.

Kondisi rumah Zayn masih sama sebelum ia pergi ke Mall. Masih ramai karena sepertinya teman-temannya juga belum pulang. Zayn pun memasuki rumahnya dengan menggendong Risa yang masih terlelap. Dengan kehati-hatian. Risa dibawa ke kamar khusus tamu.

"Itu si Zayn bawa siapa tuh." Ujar Vino sambil melihat temannya membawa seorang gadis. Rayn dan Axel pun menoleh ke arah Zayn yang ingin memasuki kamarnya.

"Itu si Clarice kali. Kan tadi dia izin jemput Clarice dulu." Jawab Axel sambil memakan cemilannya.

Dilain tempat Zayn menidurkan tubuh Clarice dengan hati-hati agar gadisnya tidak terbangun. Ia melepaskan sepatu yang dikenakan lalu menyelemuti hingga ke dada. Zayn mengecup kening gadisnya lalu keluar dan menutup pintu dengan pelan.

Zayn langsung bergabung kepada tiga sahabatnya yang masih sedang asik di ruang keluarga.

"Tadi itu Clarice, Zayn?"

CLARICE (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang