" Mami udah janji bukan sekali tapi berkali- kali , bukan hari ini aja tiap hari , tiap tahun sampek nggak terhitung " Liammulai merengek kepada Maminya seperti anak kecil padahal umurnya sudah 27 tahun
" Lebih baik kamu fokus dulu sama akusisi kamu yang di Jakarta , "
" Udah mau selesai "
" Oh , ya ? " Kata Liam
" Jangan coba ngalihin pembicaraan Mi " ujar Liam yang kini berdiri dari meja makan
" Aku bakal cari cara sendiri buat dapetin Runa "
" Itu urusan Mami kamu tinggal terima beres ya , "
" Urusan Mami nggak pernah selesai , "Liam berjalan keluar ruang kerja Maminya . Sementara Maminya terduduk khawatir sambil memijat-mijat panik jari-jemari tangannya .
" Kalau udah mau pasti harus , andai kamu masih ada Pi "
Tampak seorang laki-laki paruh baya bersama Liam dan Maminya disebuah foto yang tampak begitu hangat senyuman dan tatapan matanya
" Mami udah berusaha Pi , terserah Liam nanti gimana "

KAMU SEDANG MEMBACA
Sister
RandomBeri aku waktu untuk mengubah takdir Beri aku kesempatan untuk lebih menjagamu lagi Biar semua orang tau aku kakak kandungmu