Liam membetulkan pakaian milik Runa dan memakaikan jaket tebal miliknya .
" Aku jamin kita nggak akan pernah ketemu dasar bajingan ! " kata Runa Liam yang mendengar itu tersenyum kemudian menempelkan kembali lakban ke mulut Runa ." Kamu lebih cantik kalau diam , " kata Liam sambil memakaikan sepatu Runa
" Aku punya sedikit kejutan buat kamu " kata Liam sambil menarik badan Runa ke pelukannya
" Hari ini benar-benar pendek " kata Liam yang mencoba menyembunyikan tubuh kecil Runa dari balik jaketnya .Mereka terus berjalan hingga sampai didepan mobil ferarri warna abu . Liam dengan tenang membukakan pintu untuk Runa
" Kamu tau ? " Tanya Liam sambil memakaikan sabuk pengaman Runa
" Saya ingin sepanjang waktu sama kamu dan saya akan buat sepanjang waktu kamu didekat saya " kata Liam tenang dia tersenyum manisSuara pelan musik mobil memecah kesunyian . Runa tak henti-hentinya berdoa sambil menangis . Mau dibawa kemana lagi dia .
Mereka berhenti disebuah taman kota . Tepat didepan mata Runa Kakaknya tengah bercengkrama dengan temannya
" Halo pak Runa udah pulang ? " Tanya Andre
" Ya kabari saya saat Runa pulang " kata Andre . Muka Andre tampak terlihat khawatir" Aku mau kamu jadi gadis penurut Runa " kata Liam sambil mengeluarkan senjata api dari saku celananya . Runa begitu terkejut dengan apa yang ada didepan matanya
" Bahkan aku bisa bunuh Kakak kamu tanpa menarik pelatuknya " kata Liam sambil memasukan beberapa peluru
" Eeemmm " Runa mencoba berteriak dan mencoba memohon kepada Liam
" Darrrrrrr " suara tembakan berbunyi nyaring di gendang telinga Runa
" Itu orang suruhan saya " kata Liam Mata Runa terbelalak tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Liam . Semua orang yang tampak asik di taman tampak terkejut mereka mencoba mencari sumber suara
" Maaf dek salah sasaran " kata seorang laki-laki bertubuh gemuk mendekat kearah Andre" Kamu tau orang suruhan saya bisa membunuh kakak kamu kapan saja " kata Liam
" Apa kamu mau lihat sekarang Kakak kamu mati ? " Tanya Liam Runa yang mendengar itu melihat ke arah Andre sambil menggelengkan kepala kuat-kuat" Ya maaf bang saya nggak sengaja jangan gitulah jadi orang , saya udah minta maaf bang " laki-laki di depan Andre tampak mengeluarkan sebuah pisau lipat bersiap untuk menyerang .
" Satu " kata Liam sambil memperlihatkan jari- jemarinya
" Jari saya akan berhenti diangka 3 dan kamu akan melihat Kakak kamu mati didepan kamu " Runa meronta-ronta menangis sejadi-jadinya .
" Kakak kamu akan selamat kalau kamu setuju dengan syarat yang saya buat " kata Liam sambil menghapus air mata Runa
" Pertama kamu harus turuti semua kata saya "
" Kedua jangan pernah kamu bilang kalau saya perkosa kamu "
" Terakhir jangan pergi terlalu jauh dari saya , bisa ? " Tanya Liam . Tanpa pikir panjang Runa mengangguk tanda setuju
" Oke apa bisa saya coba ? " Runa langsung mengangguk tanda setuju
" Berhenti menangis dan jangan berteriak " kata Liam sambil melepas lakban di mulut dan sabuk di tangan Runa . Runa mengigit bibir bawahnya kuat-kuat mencoba menahan air matanya agar tak turun
" Cantik " kata Liam sambil membelai pipi Runa .Sepanjang perjalan Runa mencoba menahan tangis . Tangan Runa dipegang kuat-kuat Liam .

KAMU SEDANG MEMBACA
Sister
RandomBeri aku waktu untuk mengubah takdir Beri aku kesempatan untuk lebih menjagamu lagi Biar semua orang tau aku kakak kandungmu