" Kenapa kemarin gue loe aduin? " Tanya Sina didepan Runa
" Udah bagus buku tugas loe gue kumpulin" tanya Sina tapi Runa tak mengubrisnya dan tetap membaca bukunya
" Jawab kalau ditanya !" Kata Sina sambil sambil membenturkan kepala Runa di meja baca . Guru tunggu sedang pergi dan di perpustakaan sedang sepi hanya ada mereka berdua
" Harus jawab apa kalau memang iya , buku tugasku dibawa kamu " kata Runa membela diri
" Cari alasan lain selain gue nyontek buku loe bego ! " Kini Sina menjambak rambut Runa hingga Runa sampai meringis kesakitan
" Jangan pernah main- main sama gue " Sina menjambak semakin kuat
" Dan ini terakhir kalinya " kata Sina sambil membenturkan kepala Runa dan melepaskan jambakan rambutnya
" Jangan bilang kalau gue bully loe , karena gue cuma mau bercanda sama loe inget itu " kata Sina sambil menepuk-nepuk pipi Runa . Sina pun pergi dengan senyum puasnya meninggalkan Runa yang kini pelipisnya mengelurkan beberapa tetes darah mata kanannya mulai membiru . Sebelum hal buruk terjadi Runa berdiri dari duduknya buru-buru mengambil tas dan bukunya .
" Jatuh dimana kamu sampai pelpis kamu biru seperti ini ? " Tanya Bu Rahma sambil mengopres pelipis Runa .
" Jatuh aja bu , " jawab Runa
" Ibu buatin surat ijin kamu dulu ya"
" Iya , terima kasih bu "
" Ibu , panggil kakak kamu biar dia antar kamu pulang ?"
" Jangan bu , kakak saya pasti nggak mau , saya telephone supir saya aja " kata Runa sambil mengambil hp dari sakunya
" Pasti maulah adeknya lagi sakit " Bu Rahma pergi tanpa sempat Runa cegah
" Aduh , " keluh Runa
" Hallo pak tolong jemput saya pak di sekolah , ok terima kasih " untung supirnya langsung dengan cepat merespon telephonenya
" Runa kamu di tunggu kakak kamu didepan " panggil Bu Rahma
" Hah kok cepet banget " Runa dengan sigap mengambil tasnya dan buru- buru mendekati kakaknya
" Terima kasih bu , udah jagain Runa "
" Iya, sama-sama Andre "
Andre tampak melihat Runa dengan seksama . Runa tampak begitu kuyuh dan pucat matanya tampak sedikit bengkak dan membiru jalannya pun tampak oleng karena matanya sakit satu
" Telphone supir suruh jemput kamu " suruh Andre sambil berjalan mendahului Runa
" Iya , kak maaf ngerpotin , aduh " jawab Runa dia tak sengaja menabrak kursi yang ada didepannya
" Ayo buruan ! " Suruh Andre
" Iya kak " Runa berusaha mengimbangi jalan Andre yang cepat namun semakin Runa buru-buru semakin cepat pula Runa menabrak benda yang ada di depannya
" Pelan-pelan kak jalannya , mata ku sakit satu kak jadi buram lihat jalan " keluh Runa tapi tak dipedulikan oleh Andre
" Loh Runa kamu kenapa ? " Tanya Jesen yang ditemuinya dipersimpangan
" Bukan urusan loe " Andre menjawab sengit pertanyaan Jesen sambil menarik tangan Runa dengan paksa . Mereka berdua kini berada didalam lift menuju parkiran di sekolahnya
" Adek loe lagi sakit , bisa lembut dikit nggak ?" Tanya Jesen
" Sok cari muka dasar najis" jawab Andre sambil memencet tombol di lift
" Anjing loe" jawab Jesen tak mau kalah tangannya sudah terkepal ingin memukul Andre tapi terlambat pintu lift sudah tertutup
" Nanti tunggu di pos satpam , jangan kemana-mana" kata Andre
" Iya kak "
" Nanti sampai rumah langsung minum obat dari Bu Rahma kalau masih sakit bilang sama orang rumah biar di panggilin dokter , paham kamu? " Tanya Andre dengan suara sedikit memaksa
" Iya kak "
" Terus satu lagi , Mama lagi dirumah lagi fitting baju buat dinner nanti malam jangan diganggu " kata Andre
Andre menarik tangan Runa dan mendudukkannya di sebuah kursi kosong
" Tunggu di sini sampai supir datang jemput paham " kata Andre sikapnya tampak acuh terhadap kondisi Runa .
Andre berjalan meninggalkan Runa dengan seorang satpam yang sedang menunggu di pos satpam
" Kenapa dek sakit mau pulang ? " Tanya salah seorang satpam
" Iya pak, lagi nunggu sopir" jawab Runa sambil mengangguk
" Yang ngantar kamu tadi bukannya kakak kamu bawa mobil , kenapa nggak dianter sekalian ?" Tanya Pak Satpam
" Mungkin lagi sibuk pak ada yang mau dikerjain " jawab Runa sambil tersenyum
" Brrrmm " sebuah mobil berwarna merah berhenti didepan Runa . Jesen keluar dari mobil dan berlari kecil kearah Runa
" Runa , aku anterin pulang yuk " ajak Jesen
" Aku dijemput supir kak ," jawab Runa
" Udah , jalan pada macet , kamu butuh pengobatan secepatnya untuk mata kamu " Jesen mengegam tangan Runa dan sedikit menariknya hingga Runa berdiri dari duduknya
" Tapi Kak Andre...."
" Jangan pikirin kakak kamu , udahlah aku anter " kata Jesen sambil membuka pintu mobil dan mendudukanya dikursi
" Kak , aku udah mau dijemput sopir " ujar Runa sambil menahan pintu mobil agar tidak tertutup
" Ada aplikasi namanya WA , kamukan bisa WA supir kamu nggak jadi jemput , udahlah jangan ribet" kata Jesen sambil menutup pintu mobil kemudian mengunci Runa dari luar
" Kak jangan dipaksalah akukan nggak mau "
" Udah diem kamu " kata Jesen dari luar mobil
" Pak saya mau antar temen saya dulu berobat , nanti surat ijin BK nya menyusul sama teman saya pak , urgent ini " pinta Jesen
" Okelah " jawab pak satpam sambil berjalan membuka pintu gerbang sekolah
" Pakai sabuk kamu , aku anter pulang " ujar Jesen saat membuka pintu mobil kemudian menyalakan mesin
" Kak , buka pintunya " pinta Runa yang jelas tak di hiraukan oleh Jesen yang mulai menjalankan mobilnya .
Disudut pintu tangga Andre berdiri sambil membawa minuman untuk Runa
" Dasar orang gila , ngebet banget buat dapetin Runa " kata Andre sambil membuang botol minuman dengan kasarnya .
" Permisi pak , ini surat izinnya Jesen " ujar Alvin sambil memberikan surat ijin BK
" Ok " jawab Pak Satpam
" Heh , Vin " panggil Andre dari kejauhan Alvin dengan angkuhnya berjalan mendekat kearah Andre
" Apa? " Tanya Alvin
" Bilangin sama temen loe si Jesen jangan ganggu Runa " kata Andre
" Kenapa? Ganggu ? Nggak salah denger gue? Dasar munafik!" Kata Alvin
" Apa loe bilang?!" Andre berjalan kerah Alvin
" Gue bilang munafik loe Ndre!" Teriak Alvin tepat didepan muka Andre
" Heh kalian berdua ngapain berantem? " Tanya Pak Satpam saat memisahkan mereka berdua
"Udah , Alvin kamu masuk ke kelas Andre kamu tunggu disini" suruh Pak Satpam . Alvin berjalan mendahului Andre dengan tatapan yang begitu tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sister
RandomBeri aku waktu untuk mengubah takdir Beri aku kesempatan untuk lebih menjagamu lagi Biar semua orang tau aku kakak kandungmu
