Mobil ferarri warna abu milik Liam berhenti didepan rumah Runa .
" Bahkan tanpa menyentuh aku bisa bunuh orang yang aku mau , mau lihat ? " Tanya Liam
" Nggak " jawab Runa sambil menggelengkan kepala tak setuju
" Kenapa nggak mau kan seru " kata Liam dengan enteng sambil membelai pipi Runa dengan lembut.
" Udah malam pulang ya " pinta Runa sehalus mungkin
" Kenapa buru-buru ? Kamu benar-benar lupa aku siap ?" Tanya Liam . Runa menatap Liam ketakutanLiam tancap gas pergi menjauh meninggalkan rumah Runa yang didepan mata
" Mau kemana udah malam besok lagi ya " pinta Runa namun Liam tak menghiraukan Runa mobil masih melaju dengan cepat .Liam menghentikan mobilnya di tempat yang benar-benar sepi melepas sabuk pengamannya dengan paksa . Liam menunduk mengunci tangan Runa
" Kenapa kamu bisa lupa ? Apa di sini cuma aku yang tersiksa ? Hah ? " Tanya Liam
" Plakk! Plakk " Liam menampar berkali-kali wajah Runa lalu menarik kuat-kuat rambut Runa
" Apa kamu tau ? Aku nunggu hari kemarin hari dimana kita menyatu , kamu bukannya menginginkan hal itu Runa ? "
" Apa maksud kamu ? " Tanya Runa . Liam yang mendengar hal itu marah dan mengigit kuat-kuat leher Runa hingga berdarah" Kamu buat saya candu sekalipun , rasa ingin bunuh kamu lebih candu lagi " kata Liam sambil mencekik leher Runa hingga tak bisa bernafas
" Seribu kali kamu menghilang , saya akan selalu dapat kamu " kata Liam sambil membalikan badan menjauh dari Runa . Buru-buru Runa melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil LiamRuna berlari menuju rumahnya . Liam tak kunjung pergi masih tetep di sana . Runa harus cepat sampai di rumah untuk memastikan kakaknya yang diluar tetap aman .
" Kok bibir sama lehernya berdarah kenapa ? " Tanya satpam rumah Runa
. Runa yang mendengar itu buru-buru menghapus darah di bibir dan lehernya
" Nggak papa pak " kata Runa cepat
Runa berlari sekuat tenaga masuk kerumahnya dan mencari telephon rumahnya" Hallo Kak , Kakak dimana ? " Tanya dimana
" Pulang kak " pinta Runa tapi tak ada sautan balik dari Andre
" Kak Andre denger Runa kan ? Tititi " panggilan Runa diputus Andre" Runa kalau udah pulang mandi dulu " pinta Mama Runa dari atas tangga
" Iya Ma , " kata Runa yang buru-buru berjalan menuju lift dirumahnyaRuna terduduk dilantai kamarnya . Tangannya benar-benar berwarna merah bekas sabuk yang diikat . Runa mencoba mengintip dari celah bajunya terlalu banyak kiss mark di dada dan lehernya . Perut bagian bawahnya pun masih terasa begitu sakit luar biasa . Suara derap kaki mulai terdengar di lorong kamar rumahnya . Runa buru-buru membuka pintu kamarnya . Tampak Andre sudah ada didepan kamarnya tangannya tampak diperban .
" Kak Andre udah pulang ? " Tanya Runa memastikan
" Ini saya taruh dikamar ya Non ? " Tanya asisten di rumah Runa yang membawa tas sekolahnya , beberapa orang juga tampak ikut membawakan goodie bag warna orange dan hitam . Andre yang melihat itu berjalan mendekat . Seperti tak peduli dengan Runa yang didepan nya dia membuka pintu kamar Runa" Apa kamu pelacur ? " Tanya Andre . Runa yang mendengar itu tampak tersentak
" Kak Andre kok ngomong kayak gitu "
" Ibu kamu pelacur , kamu juga pasti pelacur " kata Andre yang menyibak rambut Runa . Terlihat begitu banyak kiss mark di leher Runa
" Mami ku bukan pelacur aku juga bukan pelacur Kak "
" Kalau kamu bukan pelacur , ibu kamu juga bukan pelacur pergi dari sini , jangan pernah ganggu keluarga orang " kata Andre ketus
" Pelacur kayak kamu penjilat kayak kamu cuma butuh uang kan , kamu nggak pantas hidup di bumi "
" Lebih baik kamu mati " lanjut Andre yang berjalan keluar dari kamar Runa
" Kalau benar aku nggak pantas untuk hidup segera aku akan mati Kak " kata Runa

KAMU SEDANG MEMBACA
Sister
RandomBeri aku waktu untuk mengubah takdir Beri aku kesempatan untuk lebih menjagamu lagi Biar semua orang tau aku kakak kandungmu