Tim penyelamat mulai keluar satu persatu dari mobil, mereka langsung menembakkan senjata api kepada para zombie membuat mereka tumbang. Sedangkan tim lainnya langsung masuk kedalam sekolah, menembakkan senjata pada zombie yang berada didalam gedung.
"Evakuasi yang masih selamat!" teriak salah satu anggota.
Semua nya bergerak berpisah mencari orang-orang yang masih selamat dan juga Daren, target utama mereka. Zombie yang sudah mereka tembak akan dicek name tag nya. Setiap kelas mereka periksa, tidak ada celah sedikit pun yang tertinggal.
"Apar, ini pasti perbuatan orang yang masih selamat kan?" ucap seorang wanita anggota polisi bernama Tere.
"Hm, aku pun berfikir itu. Banyak anak panah juga," jawab pria disebelah nya, bernama Rian.
Tiba-tiba radio telepon nya bersuara disaku Tere. Wanita itu mengambil nya dan suara pria dari anggota nya melapor jika ada korban yang masih selamat, Tere lalu berkata untuk segera membawa nya keluar.
"Apakah sudah dicek?" tanya Tere, sebelum di evakuasi ke tempat karantina para korban lebih dulu dicek, apakah mereka terinfeksi atau tidak.
"Sudah, suhu nya normal semua."
"Segera amankan."
Setelah satu jam lamanya mereka mengelilingi gedung sekolah Rajawali, akhirnya mereka kembali untuk berkumpul dilantai satu. Sedangkan korban yang selamat sudah mereka amankan dimobil.
"Kami tidak menemukan saudara Daren," ucap salah satu anggota.
"Apa dia sudah jadi zombie?" tanya Tere.
"Kami belum bisa menemukan nya walau dia jadi zombie pun, tidak ada jejak sama sekali." Tere menghela nafas. Apakah mungkin Daren tidak ada disekolah ini dan dia malah berada di luar. Bisa saja.
"Disana ada banyak zombie, kita harus segera pergi."
Tere dan Rian akhirnya mengangguk, mereka juga tak mungkin memaksakan diri untuk mencari anak tersebut, bahkan jika anak itu berubah pun apa yang ingin dilakukan oleh sang ketua mereka.
"Kalian lebih dulu pergi aku harus ke lab untuk mencari tahu." Sebelum meminta persetujuan dari mereka, wanita itu lebih dulu pergi kearah tangga untuk mencari ruang laboratorium.
Rian, teman kerja nya tak mungkin meninggalkan Tere begitu saja. "Kalian pergi saja, aku akan menyusul bersama Tere."
Rian langsung berlari menyusul Tere, sedangkan anggota polisi lain segera pergi keluar gedung. Para korban yang mereka amankan adalah seorang guru sekitar tiga orang dan murid dua orang.
....
Keadaan diluar jauh lebih menyeramkan dari ekspetasi mereka. Disini lebih liar dan banyak sekali dibanding sekolah, para zombie mengejar mobil kedua nya walau tidak bisa mereka gapai tetapi berusaha keras terus mengejar mobil serta motor tersebut.
"Gue khawatir sama Harsa," gumam Karei, menatap luar jendela sembari terus memperhatikan Harsa.
Mereka pun sama khawatir nya, lebih baik menggunakan mobil setidak nya terlindungi sedikit dari pada motor. Tapi Eraski dan Gala percaya pada Harsa, lelaki itu jago dalam berkendara motor.
"Lo tenang aja, Harsa jago balap motor." ucap Eraski guna menenangkan Karei.
Sedangkan Harsa sendiri, dia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Walau dirinya dibelakang mobil Eraski, dia berusaha untuk tidak digapai oleh zombie.
"Shit!" umpat Harsa ketika zombie itu semakin dekat mengejar mereka. Lantas Harsa membelokkan motornya menjadi berhenti, lalu dia menatap segerombolan zombie tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harmoni
Mystery / ThrillerBagaimana jika disekolahmu diserang zombie? Sekelompok siswa yang bersama-sama untuk melawan para zombie dengan bekerja sama dan saling melindungi satu sama lain. Kehidupan yang awalnya diselimuti permusuhan kini menjadi pertemanan untuk melawan zo...
