"Berita terkini tentang wabah virus zombie yang menyebar di kota Jakarta. Kabar nya kini pembuat virus wabah ini telah berhasil diungkap, para polisi sedang dalam perjalanan menuju tempat untuk mengevakuasi orang yang membuat virus tersebut...
Diketahui seorang remaja delepan belas tahun itu yang telah membuat virus dan dia bersekolah di SMA Rajawali."
....
Mereka terkejut dengan pengakuan Daren barusan. Lantas, siapa yang telah menyebarkan nya, atau mungkin Daren memang telah menyebarkan itu namun ia tak ingin mengaku jika dia juga sang penyebar.
"Terus kalau bukan lo, siapa?!" sentak Ryi.
Daren berdecih, "kalian udah gue tolong tapi kenapa gak tau diri."
Eraski membalas perkataan Daren dengan tajam. "Ini bukan tentang tolong menolong, tapi tentang kejahatan lo yang membuat kota ini jadi hancur."
"Gue punya alasan yang kuat buat bikin itu." Semua nya menatap Daren dengan raut penasaran.
"Kalian yang jahat, kalian semua yang udah jahat sama gue! Gue gak pernah mendapat keadilan dari sekolah, selalu dirundung, dipandang buruk sama kalian. Bahkan kalian bunuh adik gue!!!" Daren berteriak keras, matanya memerah tajam menatap mereka.
"Adik lo mati karena bunuh diri!" celetuk Febri datar.
Daren tertawa getir, "itu karena ketikan lo semua yang benar-benar membunuh perasaan adik gue!!"
"Gue dendam sama kalian semua, ketika kalian mati menjadi abu itu gak akan pernah puas bagi gue. Gue mau kalian mati sebagai monster."
Bughh
"Lo udah bikin adik gue berubah!! Semua karena virus brengsek buatan lo ituu!!" Eraski mencengkram kerah seragam Daren yang malah menunjukkan seringaian.
"Lo ngerasain kan?"
Brakk
Eraski mendorong Daren dengan keras kearah tombok, menatapnya dengan nafas memburu tatapan tajam tak pernah lepas dari pandangannya.
Daren tertawa keras membuat mereka saling melempar pandang aneh. Lalu Daren mengambil sesuatu dari kantung celananya. Bagi mereka itu asing namun bagi Febri itu adalah bahaya.
"Itu ramuan virus!" pekik Febri membuat mereka refleks mundur.
Daren menyeringai pandangannya mengarah pada Febri. "Jadi, lo yang nyebarin?"
Febri melotot mendengar itu namun ia segera menggeleng cepat. "J-jangan sok tau!!"
"Terus kenapa tau kalau ini virus nya?"
Daren kembali menatap mereka semua yang sedang ketakutan dan saling berlindung diri. Daren mengangkat suntikan yang isinya ramuan virus itu. Dia sempat mengambilnya kemarin.
"Ini adalah penawar, kalau kalian mau bisa berdiri di hadapan gue dan racun dari gigitan zombie gak bakal menyebar di seluruh tubuh kalian. Kalian bakal selamat walau kena gigitan zombie." jelasnya, tetap saja mereka tak akan percaya dengan yang dikatakan Daren.
"Gak mungkin ada penawar!" kilah Harsa tajam.
Daren tersenyum, bagi mereka itu adalah senyuman yang menakutkan, laki-laki itu terlihat seperti iblis. "That's right! Karena gue belum selesai bikin ramuan ini jadi gue gak kepikiran buat bikin penawar. Eh, ternyata ada penyusup datang lalu nyebarin ini kepenjuru sekolah." ucap Daren seraya melirik Febri.
Febri jadi ketakutan sendiri. Dia juga melakukan itu karena tidak tahu, jika saja ia tahu itu adalah ramuan zombie. Dia tak ingin menjadi orang penasaran lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harmoni
Misterio / SuspensoBagaimana jika disekolahmu diserang zombie? Sekelompok siswa yang bersama-sama untuk melawan para zombie dengan bekerja sama dan saling melindungi satu sama lain. Kehidupan yang awalnya diselimuti permusuhan kini menjadi pertemanan untuk melawan zo...
