Melihat mobil Ale yang berbelok kearah kiri refleks Gala membelokkan mobil nya ke kanan begitu melihat zombie didepan sana. Tentu saja ada satu mobil yang menempel di depan mobil Gala membuat Gala memutar stir nya kesana kemari agar zombie yang menempel di mobil nya itu terhempas.
"Shit, zombie sialan!" umpat Eraski pada zombie yang didepan nya itu.
Gala semakin menjadi memutar stir mobil nya hingga zombie itu terhempas dari mobil nya. Ketiga gadis dibelakang itu memprotes karena Gala mereka jadi merasakan pusing kepala.
"Sakit kepala gue tau, kepentok!" sengit Karei sembari mengusap kepala nya.
"Sorry, lagian zombie nya malah namplok di depan."
Karei mendengus mendengar nya, ya sepenuhnya juga tidak salah Gala. Salahkan zombie nya kenapa malah menempel seperti spidermen didepan sana.
"Kita kepisah sama mereka," ucap Beila.
Eraski menghela, "kita cari tempat yang ada makanan abis itu istirahat sebentar terus cari deh mereka."
Mereka mengangguk setuju, sedari pagi mereka belum makan apapun. Kemarin juga hanya makan roti dan snack, tidak makan nasi. Jadi Gala memutuskan untuk mencari minimarket.
"Gue pengen makan pizza," ujar Karei, melirih.
Beila mengerucut bibir sedih, dia jadi kangen bakso didepan kompleks rumah nya. Beila sering makan bersama Eraski kadang juga Chelsea.
"Gue juga kangen makan mie ayam," timpal Beila.
"Mie ayam bisa makan pop mie, gue pizza susah!"
"Pizza ada roti, gampang!"
Karei mendesis, "bener juga, jadi gue pengen makan roti. Tapi gue pengen sushi!" pekik Karei di akhir kalimat.
"Lo minta aneh-aneh aja Rei, inget keadaan!" celetuk Gala.
Karei mencibir, "siapa yang mau keadaan begini, si sialan tak tahu diri itu yang buat!" Karei memilih menatap jendela nya, disisi lain ingatan nya kembali pada Harsa. Bagaimana keadaan lelaki itu, apakah telah menjadi zombie atau sedang bersembunyi dimana.
Beila menoleh pada Noze yang hanya diam saja sambil menatap jendela. "Lo kangen makan apa, kak?"
Noze menoleh lalu terdiam. "Masakan mama,"
"Bener, masakan mama lah yang paling gue rindukan!" celetuk Eraski, sembari menjentikkan jari.
"Sama, gue juga kangen masakan mama gue. Ah kangen tumis cumi!" pekik Gala.
Karei pun menoleh, "Tapi gue lebih kangen masakan papa sih."
Beila mengulum bibir, terdiam beberapa saat. Bagaimana rasanya masakan seorang ibu sendiri? Beila bahkan tak tahu bagaimana rasanya, bahkan sekedar kasih sayang saja dia tak tahu. Beila hanya mendapat semua nya dari Mama nya Eraski, dia bersyukur setidak nya Beila bisa merasakan kehangatan keluarga dari kekasih nya.
Dibelokan sana mobil Gala langsung berhenti mendadak membuat mereka tersungkur ke depan. Gala melihat sebuah motor hampir menabrak mereka. Ketika tahu siapa pengendara motor itu membuat nya tersenyum senang.
"Harsa," gumam Gala mampu membuat mereka yang menunduk karena tersungkur itu mendongak.
Karei menjadi semangat ketika mendengar nama lelaki itu. Melihat memang benar itu Harsa membuat Karei langsung turun dari mobil dan menghampiri nya.
Ternyata Harsa tidak sendiri tapi ada mobil dibelakang nya, dan seseorang didalam mobil tersebut keluar satu laki-laki. Merasa familiar dengan orang itu Beila segera membuka pintu dan keluar, diikuti Eraski lalu Noze yang penasaran dan Gala yang berjaga-jaga dengan busur panah nya ikut keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harmoni
Mystery / ThrillerBagaimana jika disekolahmu diserang zombie? Sekelompok siswa yang bersama-sama untuk melawan para zombie dengan bekerja sama dan saling melindungi satu sama lain. Kehidupan yang awalnya diselimuti permusuhan kini menjadi pertemanan untuk melawan zo...
