Setelah diberi izin seorang gadis pemilik cafe tersebut akhirnya mereka bisa beristirahat dan makan dengan nyaman. Gadis itu memang memiliki aura dingin namun dia baik, hanya saja irit bicara.
"Kata lo ada nasi, gimana sih!" cetus Gala. Ketika mengubek kantung belanja itu dia tak menemukan makanan cepat saji berupa nasi yang biasa ada di minimarket.
"Ya gue lupa, tapi seinget gue ada gitu." jawab Jehan.
"Makan yang ada aja, Gal." sahut Noze, Gala menoleh lalu tersenyum dia mengangguk mengambil snack disana.
"Iya Ze, gue makan snack dulu aja." ucap Gala dengan lembut. Jehan yang melihat itu mencabik bibir nya.
Harsa yang baru saja datang dari toilet ikut duduk disamping Karei. Gadis itu tengah asik memakan coklat.
"Ada apa aja, gue mau dong!" ujar Harsa merebut kantung belanja itu dari tangan Eraski.
Eraski mendelik kecil, "bangsat sabar dong!" Harsa hanya cekikikan mendengar umpatan Eraski pada nya.
"Kalian laper?" pertanyaan itu sontak membuat mereka menoleh.
"Mau makan nasi?" tawar nya. Mereka semua nampak berbinar dan mengangguk dengan kompak.
Setelah beberapa menit gadis itu menawarkan makan. Dia memberikan hidangan sederhana namun bagi mereka mewah. Cemilan saja tidak bikin kenyang, mereka ini orang Indonesia sudah pasti harus memakan nasi baru bisa disebut sudah makan, perut pun kenyang.
"Makan yang banyak," ucap gadis itu tersenyum kearah mereka yang begitu lahap memakan.
"Mwkasi yw kawk udwh bwik ama kwta," ucap Harsa tidak jelas. Jehan kemudian mengusap wajah Harsa hingga Harsa mendelik tajam kearahnya.
"Yang bener kalau ngomong!"
Gadis itu tertawa, "jangan panggil gue kak, gue masih anak sekolah kok."
"Oh iya, nama lo siapa?" tanya Ben.
"Amira, gue sekolah di SMA Pernawati." kata nya. Gadis cantik yang cocok dengan nama itu, dia memang terlihat seperti anak kuliahan tapi ternyata masih anak sekolah.
"Oh ternyata sama kayak kita, btw kelas berapa?" tanya Karei.
"Kelas dua belas sih,"
"Wah seangkatan kita!" pekik Harsa.
"Kalian semua anak sekolahan?" tanya nya menunjuk mereka semua.
"Enggak, kita bertiga ini yang cuma anak kuliahan. Sisa nya nih mereka sekolah di Rajawali, yekan!" ujar Jehan. Mereka mengangguk-angguk, membenarkan.
"Kalian seangkatan semua?" tanya Amira, kepada mereka yang anak sekolah itu.
"Enggak kok, kita nih berdua doang yang kelas sebelas." ucap Beila sembari merangkul Karei.
"Cewek gue," celetuk Eraski seraya mengusap puncak kepala Beila. Amira hanya tersenyum menanggapi itu. Sedangkan Beila sudah malu dan yang lain nya malah menggoda dirinya.
"Sebenarnya ada teman-teman kita yang lain, cuma tadi kepisah," kata Eraski.
"Oh ya?" Amira menghela nafas. "Semoga mereka ada ditempat aman ya."
Semua nya mengangguk. Berharap seperti itu, teman-teman nya yang lain ada ditempat yang aman untuk bersembunyi. Jika seperti ini mereka juga tak enak. Mereka yang berada di cafe ini senang-senang bersembunyi di tempat aman sedangkan Ale dan yang lain tengah panik diserang zombie.
Semoga saja tidak seperti itu.
"Kak Gala kayaknya lahap banget makan," ledek Karei cekikikan melihat Gala selahap itu memakan nasi bahkan sudah habis dua piring.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harmoni
Mystery / ThrillerBagaimana jika disekolahmu diserang zombie? Sekelompok siswa yang bersama-sama untuk melawan para zombie dengan bekerja sama dan saling melindungi satu sama lain. Kehidupan yang awalnya diselimuti permusuhan kini menjadi pertemanan untuk melawan zo...
