Mata nya memicing melihat seseorang dari jauh sana. Kemudian dia berteriak kepada orang-orang yang ada didalam sana.
"Ada seseorang kesini!!"
....
Beila merasa tenggorokan nya kering. Lantas dia keluar dari kamar untuk mengambil minum. Ia menuruni tangga menuju lantai bawah, sesampai nya dibawah dia langsung melihat orang-orang yang terbaring tidur disana. Dahinya mengkerut melihat satu pria hilang dari kasur.
Beila berjalan menuju ruangan yang terbilang kafe indoor nya. Disana ia melihat kekasihnya tak lain adalah Eraski. Cowok itu tengah memejamkan mata nya disana, tak melakukan apapun selain tidur dengan posisi duduk.
Beila membuka pintu hingga suara decitan pintu mengganggu tidur Eraski yang hampir saja masuk kealam mimpi nya. Eraski sedang tak bisa tidur maka itu dia memilih tidur diruangan itu, habisnya dia gerah disana.
"Lo kenapa tidur disini?" tanya nya menghampiri Eraski yang mengusap wajah menatap Beila dengan mata sayu.
"Gue gak bisa tidur disana, gerah." Eraski lantas menarik Beila untuk duduk disamping nya dan menatap wajah gadis itu dengan mata mengantuk sambil tersenyum.
"Lo sendiri kenapa turun?"
Beila memajukan bibirnya. "Gue haus jadi pengen minum, diatas gak ada minuman."
"Udah minum?"
Dapat gelengan dari Beila dengan gemas hingga Eraski merengkuh tubuh mungil nya, menyelusupkan wajah nya diperpotongan leher Beila.
"Kangen banget," cicit Eraski.
Beila hanya terkekeh, dia mengusap rambut Eraski dengan sayang. "Kangen apa?"
"Kangen peluk kamu," jawab Eraski dengan cepat hingga Beila tergelak tawa mendengar kejujuran Eraski.
Mana pake aku-kamu.
Eraski melepas pelukan nya dan menatap Beila dengan lekat. "Ganti panggilan yuk! Aku-kamu gitu, masa kita pacaran pake nya lo-gue."
"Ya emang kenapa?"
Bibir Eraski mengerucut dengan lucu hingga Beila gemas ingin memukul bibir nya. Tapi tidak jadi karena dia takut Eraski mengamuk.
"Biar sayang," rengek Eraski dengan manja.
Kapan lagi mereka bermanja seperti ini, besok dia akan menghadapi zombie-zombie itu. Mana sempat berpacaran lagi, kalau ada waktu untuk mereka berdua seperti ini sih tidak apa-apa dia bisa sepuasnya berpacaran.
Beila merotasikan matanya. "Gak suka,"
"Bep, ciuman yuk!" ajak Eraski dengan santai. Kedua matanya membola binar menatap Beila dengan senyum manisnya.
Beila menghela nafas. Sudah tak heran sih, ini juga bukan ciuman pertama mereka jadi Beila nampak biasa saja. Jika kalian ingin tahu, mereka sering melakukan nya setiap hari, mungkin itu adalah aktivitas rutin mereka dalam berpacaran. Tidak sampai ke tahap lebih, hanya sebatas ciuman saja.
"Gak mau, kamu bau belum gosok gigi!" tolak Beila dengan mentah.
Eraski tetap Eraski, dia tetap merengek hingga memeluk Beila dengan erat. Menciumi leher gadis itu hingga Beila kewalahan. Akhirnya Beila mendorong pundak Eraski hingga lelaki itu mengerucutkan bibirnya.
Sungguh, melihat Eraski yang sudah menunjuk sikap manja nya membuat dia kewalahan.
"Iya deh ciuman, tapi jangan cium leher!" ujar Beila memberi lampu hijau untuk Eraski.
Senyum lelaki itu terbit dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya pada Beila, gadis itu pun membantu nya dengan mendekat juga. Kedua bibir mereka bersentuhan. Bibir yang Eraski rindukan selama ini. Tak ingin berlama-lama bibir Eraski langsung melumat habis bibir Beila.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harmoni
Mystery / ThrillerBagaimana jika disekolahmu diserang zombie? Sekelompok siswa yang bersama-sama untuk melawan para zombie dengan bekerja sama dan saling melindungi satu sama lain. Kehidupan yang awalnya diselimuti permusuhan kini menjadi pertemanan untuk melawan zo...
