05 - Apologize

2.8K 328 13
                                        

"Dampak kebocoran data induk merambat sampai ke anak perusahaan."

Tak terasa seminggu berlalu begitu saja. Kebocoran data induk KJH group di perusahaan pusat sudah teratasi walau masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut lagi. Jonggun dan Haein benar-benar berusaha keras untuk mengatasi akar masalah yang ada di perusahaan pusat hingga tuntas.

Namun, tak disangka masalah lain kembali muncul. Anak perusahaan yang terletak di kota Busan malah terkena dampak dari kebocoran data tersebut.. masalah yang sama sekali tak disangka-sangka.

"Mereka lagi berusaha membereskan kekacauan disana, janjinya gak bakal makan waktu lama."

Jonggun menyerahkan berkas data anak perusahaan pada Haein. Baru saja menyelesaikan satu masalah, sudah muncul lagi masalah baru.

"Lo yakin bisa diatasi secepat itu? Bahkan perusahaan pusat masih dalam tahap pemeriksaan." Haein jelas tak percaya. Tak akan mungkin kan membereskan kekacauan besar dalam waktu singkat.

"Makanya, gue berencana ke Busan bulan depan."

Sebelah alis Haein terangkat. "Bulan depan terlalu lama, dude."

"Untuk saat ini gue serahkan masalah anak perusahaan sama petinggi disana. Kalau sampai sebulan gak ada perubahan, baru gue yang datang bereskan."

Rencana Jonggun ditutup dengan dirinya yang kemudian berbaring di sofa. Ia merasa sangat lelah atas semua masalah yang datang tanpa henti. Jadi tak ada salahnya jika Jonggun memilih beristirahat sejenak sebelum kembali bekerja.

"Agenda gue selanjutnya bakal menyambut kedatangan kolega. Mana gue belum tidur sejak kemarin."

Karena dampak kebocoran data induk yang berimbas pada anak perusahaan, Jonggun tak memiliki waktu senggang selain berkutat dengan urusan kantor.

"Gini banget nasib kepala direktur."

Melihat Jonggun yang asik menyesuaikan posisi tidur di sofa ruang pribadinya, Haein menggeser posisi duduk, sengaja agar memberi space tidur yang lebih pada Jonggun.

"Belakangan ini gue melewatkan jam olahraga dan makan. Bisa-bisa kalau masalah perusahaan kelar, gue yang jatuh sakit." Sambung Jonggun.

Hal itu tak jauh beda dengan apa yang Haein alami. Untung saja soal makan, ada Minkyu yang rajin mengantar bekal untuknya. Berbeda dengan Jonggun yang hampir tak memiliki jam istirahat, Haein masih bisa meluangkan waktu untuk makan dan tidur.

"Ahh sial, gue butuh waktu tidur ekstra."

Haein hanya tersenyum tipis menanggapi gerutuan Jonggun. Padahal semua orang di kantor akhirnya memiliki waktu senggang, tapi pengecualian kepada Jonggun.

"Puasin tidur lo disini. Gue mau pergi sebentar." Haein bangkit dari duduknya.

"Mau pergi kemana?"

Tentu saja mau menemui Jisoo. Haein hendak meluruskan semua kejadian di house party sekaligus meminta maaf pada gadis itu. Tapi sangat tidak mungkin Haein akan mengatakan tujuannya ini pada Jonggun.

"Biasalah, ada urusan penting."

"Wait.. wait.." Jonggun bangun dari posisi berbaringnya. "Kalo urusan lo kelar, boleh mampir ke rumah gue nggak?"

Haein meneguk ludah. Padahal tanpa ditanya pun, memang sudah itu tujuan awal Haein. "Untuk apa?"

"Jisoo sendirian di rumah. Gue khawatir dia kenapa-napa."

Jonggun menyatukan kedua telapaknya, membentuk gestur memohon pada Haein. "Tolong lo cek keadaan dia sekalian bilang kalau gue belum bisa pulang karena sibuk di kantor."

ACCIDENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang