"Banyak banget makanannya."
Berjejernya beragam menu sarapan yang dibawa oleh Suzy berhasil membuat mulut dokter Cho mangap seketika. Entah gerangan apa yang memotivasi Suzy tuk membawa sarapan dengan porsi yang lumayan besar.
"Kamu emang terniat." Dokter Cho mengacungkan jempol.
"Sekali-sekali gapapa lah, tan. Gak lama lagi aku udah jadi istri orang. Pasti kedepannya bakal susah bawain sarapan untuk tante dokter."
Ada sedikit rasa tak rela saat gadis kesayangannya menyinggung perihal pernikahan yang akan terlaksana dalam waktu dekat.
"Bakal kangen berat sama masakan gadis kesayangan tante."
"Makanya tan, hari ini harus puas-puasin makan."
"Tapi kalau sebanyak ini gimana cara habisinnya?" Dokter Cho sudah membayangkan betapa sulitnya menghabiskan semua makanan yang ada setiap kali melihat berbagai menu yang terjejer di meja.
"Harusnya tadi kamu ajak Jongsuk, tunangan kamu, supaya sarapan disini."
"Jongsuk udah sarapan. Lagian porsi sebanyak ini bisalah dihabisin bertiga."
Dokter Cho menampakkan sederet giginya, Suzy tak tau saja kalau Haein sekarang sedang tidak ada di rumah.
"Gimana mau dihabisin bertiga kalau Haein gak ada."
"Kok bisa gak ada?"
"Dia pergi daritadi, pasti sekalian sarapan di luar."
"Pergi?" Suzy melirik ke arah kamar tidur Haein. "Pagi-pagi begini?"
"Dia ke J Florist mau ketemu Jisoo dan baby. Kangen banget katanya."
Suzy membatu tuk beberapa saat. Pandangannya yang tadi fokus ke arah kamar tidur Haein kini menoleh pada dokter Cho. Tiba-tiba saja ucapan Jisoo terlintas dalam ingatannya.
"Loh? Haein dan Jisoo bukannya lagi bertengkar?"
Tangan dokter Cho saling menyilang. "Gak tuh, malah belakangan ini hubungan mereka makin dekat.."
"Masa sih tan?"
Dokter Cho mengiyakan. "Saking dekatnya, Haein udah pernah ngelus baby bump Jisoo.. udah nyapa baby-nya juga." Dokter Cho jadi gemes sendiri setiap membayangkannya.
Suzy menyeringit. "Tapi kemarin, Jisoo sendiri yang bilang mau jaga jarak dari Haein."
"Hah? Yang bener?"
"I swear, tan. Gak bohong." Suzy mengacungkan v sign di jarinya. "Kemarin aku ke J Florist buat ambil bunga krisan yang dipesan tempo hari. Kebetulan juga ketemu Jisoo disana."
"Kamu yakin Jisoo bilang gitu?" Wajah dokter Cho mendadak murung.
"Yakin banget."
Suzy menambahkan. "Soalnya Jisoo juga bilang kalau Seokjin bakal jadi ayah sambung bayinya. Jadi mungkin itu alasan utamanya pengen jaga jarak."
Dokter Cho kembali mangap, tak percaya dengan ucapan Suzy. Suzy sendiri menarik sudut bibirnya karena respon sang dokter.
"Kenapa butuh ayah sambung kalau bayi itu jelas-jelas punya ayah kandung?" Dokter Cho memegang kepalanya.
Pening rasanya kepala sang dokter setelah mendengar cerita Suzy. "Lagian Haein sanggup dan mau banget kok merawat bayinya."
"Dia gak mau ngerepotin Haein, gitu katanya tan."
Ngerepotin?
Seperti ada yang salah..
Dokter Cho yang tadi menunduk sambil memegang kepalanya yang pening kini kembali menegakkan pandangan. Ada sorot mata kesal yang terpancar dari netranya.
