"Apa kau lupa alasanmu datang ke Busan? Bukankah kau kesini karena ingin menghindari si brengsek itu?"
Tok.. tok..
Ketukan yang disusul dengan pintu kamar yang dibuka dari luar menampakkan sosok Jennie di baliknya. Hal itu juga membuyarkan ingatan Jisoo akan ucapan Jin seiring dengan fokus mata Jisoo yang memperhatikan masuknya Jennie ke dalam kamar.
"Gue nggak menganggu, kan?"
Jisoo menggeleng. "Nggak kok."
Jennie mengunci pintu kamar terlebih dahulu, sangat hati-hati hingga tak menimbulkan suara. Berlanjut dengan aksi mengendap pelan-pelan menuju ranjang Jisoo.
"What are you doing?" Alis Jisoo mengkerut. Tanda bahwa ia heran dengan tingkah Jennie yang berubah aneh.
"Ssssttt.."
Jennie mengarahkan telunjukkan ke depan bibir, mengisyaratkan agar Jisoo diam. "Jin gak boleh tau soal ini."
Bisikan Jennie makin membuat Jisoo bingung. Bertingkah random memang sering Jennie lakukan tanpa alasan. Tapi kali ini Jisoo tak dapat menangkap alasan dari tingkah random tersebut.
"Kak Haein ngasih ini. Katanya hadiah untuk baby."
Jennie menyodorkan sekotak cokelat yang terbungkus dengan elok dan rapi. Cokelat yang sama seperti cokelat yang dimakan Jisoo saat mengidam.
"Dia tadi nanyain kondisi lo. Ngakunya khawatir karena lo kelihatan pucat."
Jennie mengatakannya sambil meneliti wajah Jisoo. Tak ada yang pucat dalam tangkapan netranya.. wajah Jisoo terlihat segar walau ada pancaran ekspresi murung yang berusaha ibu hamil itu tutupi.
"He really wants to meet you and baby.. bahkan tadi sampai minta izin ke gue supaya bisa masuk ke kamar ini."
Jisoo tak memberi respon apapun atas ucapan Jennie. Berkebalikan dengan perasaannya yang bercampur aduk antara terkejut dan tak percaya.
"Actually, gue udah kasih izin, tapi-----"
Jennie menggigit bibir bawahnya. "-----Suzy tiba-tiba narik dia keluar toko. Gue sempat dengar kalau dokter Cho nelpon Suzy, nyuruh kak Haein pulang. Kayaknya ada hal penting yang mau dibicarakan."
Perasaan sendu kembali menyelimuti Jisoo. Dokter Cho pun dekat dengan Suzy. Hal ini semakin menguatkan praduga kalau Haein dan Suzy memiliki hubungan yang sangat spesial.
"Lo curiga gak sih kalau dia memang sengaja ngikut kak Haein kesini. Dari tatapan dan cara bicaranya, dia seperti mau ngasih peringatan supaya lo gak dekat-dekat dengan papanya si bayi."
Dari sinilah Jennie menarik kesimpulan. "Ini sih fix dia ngerasa posisinya terancam. Lo bagai rival di matanya."
"Mereka udah tunangan, jadi gak salah kalau dia mikir gitu." Balas Jisoo.
"Itu belum tentu benar, Soo. Kak Haein sendiri kan gak pernah bilang kalau dia udah tunangan."
"Tapi tadi Suzy udah ngaku." Jisoo menghela napas. "Gue yang salah. Sejak awal harusnya gue tau diri dan jaga jarak."
Jennie jelas tidak setuju. "You're conceiving his baby. Wajar kalau kalian dekat.
"Tapi nggak wajar untuk Suzy."
"Dia sudah berbesar hati tetap menerima kak Haein padahal tau kalau gue lagi hamil anak tunangannya. Gue gak bisa nyalahin perlakuan Suzy, karena dia punya alasan kuat untuk itu."
