"I apologize for making this mess."
Di J Florist, tepat setelah kesalahpahaman usai, Bae Suzy segera menunduk maaf kepada Jisoo, menyesali semua kekacauan yang telah ia perbuat.
"Bercandaku sudah sangat keterlaluan. Maafkan aku."
Suzy merapikan rambutnya yang kini sangat berantakan. Beberapa saat lalu, sebelum permintaan maafnya terlontar, rambut gadis itu dijambak Jennie karena dipikir datang ke J Florist untuk kembali berbuat ulah.
"Candaan waktu itu sekadar untuk mengakrabkan diri. Karena kupikir, Haein sudah memberitahumu kalau aku sepupunya."
Haein yang berdiri di sebelah Suzy pun sampai geleng-geleng kepala. Setelah mengetahui detail kejadian tempo hari —tentang Suzy yang bergurau ingin merebut bayi Jisoo—, Haein tak dapat menyalahkan sikap brutal Jin dan Jennie yang seperti ingin menerkam Suzy.
"Jin bilang kau takut jika aku datang kembali merebut bayimu." Suzy meraih tangan Jisoo, lalu dielusnya dengan lembut. "Sorry for scaring you. I didn't mean it, I swear."
Suzy terus mengulangi kata maaf. Jisoo jadi merasa kasihan padanya, apalagi saat melihat penampilan acak-acakan Suzy karena serangan brutal yang diberikan Jennie.
"Kau boleh marah-marah padaku sepuasnya. Kalau kau ingin aku berlutut di hadapanmu, aku akan melakukannya sekarang juga."
Jisoo menggeleng. "Tidak perlu sampai berlutut. Itu berlebihan."
"Lagipula---- aku sudah memaafkanmu."
Jelas terlihat sorot mata Suzy yang seolah tak menyangka akan dimaafkan secepat ini.
"Seriously? You forgave me?"
"Of course."
Menahan rasa haru yang membuncah dalam dirinya, Suzy memilih tuk berpelukan dengan Jisoo sebagai tanda perdamaian. "Thank you so much, Soo."
"Promise me you won't make jokes like that again." Tutur Jisoo.
"I promise."
Suzy meregangkan pelukannya.
"Kau tenang saja. Tidak akan ada yang berani merebut bayimu karena Haein pasti akan menghabisi orang yang berani melakukannya." Suzy melirik Haein sekilas, kemudian kembali melirik Jisoo.
"He's good at fighting." Bisik Suzy.
"Dan tentang calon tunanganku----" Suzy terkekeh. "----kau tenang saja, bukan Haein orangnya."
Gemas dengan Jisoo, Suzy mentoel hidung sang ibu hamil. "Haein tidak mungkin menjalin hubungan spesial dengan orang lain. Dari dulu kan dia hanya mengincar-----"
Belum selesai Suzy berucap, Haein tiba-tiba datang membekap mulut Suzy. Tindak spontan yang membuat Suzy tersentak kaget, begitupun dengan Jisoo.
"Perihal itu, biar gue yang bilang sendiri."
Haein kemudian melepas dekapannya pada Suzy.
Suzy berkedip, tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. "Wait.. wait.. jadi lo belum bilang?"
"Belum." Haein membentuk gestur mengunci mulut. Melarang Suzy melanjutkan percakapan ini.
Jisoo hanya diam dalam kebingungan karena tak mengerti topik yang sedang dibicarakan Haein dan Suzy.
"You better tell her now. Karena yang incar dia bukan cuma lo doang. " Bisik Suzy pada Haein. Mata gadis bermarga Bae itu menunjuk Jin yang juga berada disana.
"Good luck."
Ditepuknya pelan pundak Haein. Sebelum akhirnya, si gadis bermarga Bae menghampiri Jin dan Jennie dengan maksud mengutarakan permintaan maaf pada kakak-beradik itu.
