14 - Loyal Costumer

1.9K 273 30
                                        

Terpana dengan penampilannya saat ini, Jisoo berkali-kali memandang rupanya di depan cermin tanpa henti. Look yang sederhana dan manis nampak dengan sangat jelas mulai dari pakaian, riasan tipis, hingga tatanan rambut. Hal itu tak lepas dari tangan kreatif Jennie yang berbaik hati mau membantu Jisoo.

"Look at how pretty you are." Pujian Jennie dibalas oleh senyum manis Jisoo.

"Thanks, Jenn."

"You look so cute and gorgeous at the same time." Jennie menyentuh kedua bahu Jisoo. "Gue berani bertaruh kalau kak Haein bakal terpana."

"Stop teasing me."

Keluar lagi tawa cekikan Jennie. "Bumil cantik siapa yang punya~~?" Tak lupa pipi Jisoo menjadi sasaran Jennie. Kerap kali Jennie mentoel pipi Jisoo saat kejahilannya muncul.

"Sudah pasti punya papa Jung~~"

"Jennie!"

"Berarti bayi lo harusnya dipanggil baby Jung. Kan anaknya kak Haein."

"Enak banget ya gangguin gue. Sini lo." Jisoo memasang gestur pura-pura kesal.

"Kan gak salah apa yang gue bilang."

Jennie terus-terusan mengulang panggilan baby Jung untuk menjahili Jisoo, sebelum akhirnya bergegas kabur dari kamar saat menyadari ancang-ancang Jisoo yang akan mengomelinya.

Jisoo hanya bisa geleng-geleng kepala setelah Jennie tak tertangkap di pandangannya. "Ih, malah kabur."

Jisoo terlebih dahulu memastikan kalau Jennie benar-benar menjauh dari kamarnya.

Gadis itu kemudian mencuri kesempatan untuk berinteraksi dengan bayi di perut. Ia tak mau kembali menjadi bahan kejahilan Jennie karena kedapatan membahas tentang Haein bersama bayinya.

"Aunty Jennie jahil banget, ngeselin." Berbeda dari apa yang diucapkan, Jisoo malah terkekeh geli mengingat Jennie yang terus-terusan jahil padanya.

"Tapi kalau dipikir-pikir, panggilan baby Jung cocok banget untuk anak mama."

Jisoo mengelus lembut perutnya. Merasakan bahwa bayi di perut sangat setia mendengar setiap curhatannya.

"Bentar lagi kita bakal ketemu papa." Ujar Jisoo bersemangat.

"Anak mama udah gak sabar ya?"

Jisoo masih merasakan debaran di dadanya, yang sedari tadi tak kunjung hilang. Menandakan betapa antusiasnya sang bayi untuk bertemu Haein.

"Tadi papa bilang mau menyapa baby. Soalnya papa kangen."

Teringat akan kejadian di dalam mobil kala itu, saat Haein menyapa bayi di perut Jisoo untuk pertama kalinya.

"Nanti, perut mama bakal dielus-elus lagi sama papa."

Kala itu, Haein meminta izin untuk menyentuh baby bump Jisoo, lalu melakukan interaksi kecil dengan bayi mereka. Kenangan indah yang akan selalu Jisoo ingat.

Tapi----

----apakah kenangan indah itu sepadan dengan kenyataan yang akan Jisoo terima?

"Oh my ghost, Soo. You won't believe this."

Jennie datang kembali ke kamar saat pintu dibuka dengan tergesa, terkesan seperti didobrak. Jisoo terkejut sekaligus terheran dengan tingkah laku sahabatnya.

"Kak Haein udah datang."

Wajah Jisoo seketika berseri. Kakinya melangkah hendak keluar kamar, tak sabar untuk bertemu Haein.

ACCIDENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang