19 - First Date

1.9K 260 38
                                        

Kencan?

Haein belum pernah merasakannya.

Hidup Haein selama ini didedikasikan untuk bekerja demi kelangsungan hidupnya dan hidup adik laki-lakinya.

Usia Haein kala itu masih 21 tahun saat ia kabur bersama Minkyu ke kota Seoul —menghindari kekejaman sang papa yang hampir membunuh mereka dengan tangan kosong. Berbekal rekening tabungan pemberian mamanya, Haein dan Minkyu mengadu nasib di kota asing yang tak pernah mereka pijak sebelumnya.

Jauh dari orangtua dan kenalan mereka.

Pahitnya kehidupan dijalani pada awal kedatangan. Haein yang baru saja lulus kuliah atau biasa disebut fresh graduate dan Minkyu yang masih mengenyam pendidikan di bangku SMA mengalami kesulitan keuangan yang tak berujung.

Hal itulah yang membuat Haein bekerja dengan sangat keras, berusaha menghasilkan uang banyak demi memenuhi kebutuhan harian dan membayar biaya sekolah Minkyu.

Hingga dalam jerih payah, ia akhirnya bertemu dengan seorang developer muda, Kim Jonggun namanya. Pemuda yang berusia 3 tahun lebih tua darinya itu mengajaknya bekerja sama untuk membuat perusahaan rintisan, perusahaan yang kini dikenal sebagai KJH group.

Persahabatan Haein dan Jonggun pun berawal dari situ, yang singkat ceritanya menjadi tali penyatu dari pertemuan Haein dan Jisoo.

"Kakak kenapa senyam-senyum sendiri?"

Baru saja ingin memasuki area wisata masa lalu, tuturan Jisoo malah membalikkan fokus Haein ke dunia nyata.

"Bukan apa-apa."

Setiap kali mengingat asal mula pertemuan antara dirinya dan Jisoo, Haein tak akan pernah menyangka kalau gadis yang dulu hanya sebatas adik sahabatnya, kini tengah mengandung buah hati mereka.

Gadis yang dulu tak pernah melirik ke arahnya sedikit pun, kini tersenyum dengan sangat manis perkara merasa bahagia bisa naik perahu sembari mengamati pemandangan di sekitar danau.

"Danau ditengah-tengah taman. How did you know there was a place like this??"

Dayung yang ada di tiap sisi perahu mulai digerakkan Haein menuju ke tengah danau. Saat ini, Haein dan Jisoo berada di area taman yang memiliki danau di dekatnya. Salah satu tempat wisata yang baru pertama kali dikunjungi Haein.

"Jennie told me. Katanya, tempat ini jadi rekomendasi utama untuk ibu hamil."

"Oh ya?"

Jisoo mengangguk, lalu memberikan penjelasan "Tempat yang rindang dan tidak ada polusi. Cocok untuk kesehatan janin kan?"

Haein mengiyakan ucapan Jisoo. Rasanya sudah sangat bahagia saat dirinya mendengarkan Jisoo bercerita dengan santai padanya.

"Sebenarnya aku sudah pernah datang kesini bersama Jennie. Tapi tidak ada salahnya kan datang kembali bersama kak Haein." Jisoo terkekeh geli.

"Ini kemauan bayiku. Dia ingin papanya ikut merasakan keindahan taman ini."

Gadis itu berhasil membangkitkan suasana sekitar menjadi ceria. Mendayung perahu di danau, yang pikir Haein akan sangat membosankan, ternyata menjadi pengalaman menyenangkan saat ada Jisoo bersamanya.

"Biasanya ada bebek di danau. Waktu aku bersama Jennie, kami memberi makan roti ke bebek itu."

Banyak hal random yang masuk dalam pembicaraan Jisoo. Walau begitu, Haein tak ingin semuanya berakhir dengan cepat. Sudah terlalu candu rasanya menatapi Jisoo yang asik bercerita sembari mengeluarkan bermacam-macam ekspresi sesuai dengan konteks cerita yang terlontar.

ACCIDENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang